SuaraBandung.id – Praha rumah tangga Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika semakin memanas.
Anne Ratna Mustika mengungkapkan berbagai materi gugatan yang dijadikan alasan gugatan cerainya, membuat publik terkejut.
Bagaimana tidak, Anne Ratna Mustika menyebutkan bahwa dirinya tidak mendapatkan nafkah lahir dan bathin.
Selain itu juga Anne Ratna Mustika mengakui bahwa dirinya mengalami KDRT psikologis.
Terkait hal itu, Dedi Mulyadi pun membantah dan menyebutkan Anne Ratna Mustika tidak seperi korban KDRT psikologis yang disebutkan undang-undang.
Bahkan, Dedi Mulyadi pun mengungkit jumlah pengeluaran yang ia keluarkan setiap bulannya untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak-anaknya.
Saling sindir antara keduanya pun terjadi, Dedi Mulyadi pernah mengungkapkan bahwa seorang pemimpin itu harus memikirkan rakyatnya bukan dapurnya sendiri.
Disisi lain, Anne Ratna Mustika bahkan berani menyebut Bupati sebelumnya yakni Dedi Mulyadi banyak melakukan pencitraan.
Kini, terungkap ternyata Anne Ratna Mustika diam-diam mengusir Dedi Mulyadi dari Gedung Kembar Purwakarta.
Baca Juga: 4 Hal Kecil yang Jangan Dilakukan Jika Ingin Akuarium Kita Awet
Bupati Purwakarta itu mengungkapkan bahwa Gedung kembar merupakan asset Pemda Purwakarta yang digunakan secara illegal selama empat tahun.
Meski tidak menyebutkan siapa yang memakai gedung tersebut, terungkap bahwa Gedung Kembar dijadikan kantor kedua oleh Dedi Mulyadi.
Dalam Instagram @dedimulyadi71, mantan Bupati Purwakarta dua periode tersebut terlihat sedang mengangkut barang-barang yang ada di Gedung Kembar.
Barang-barang yang diperlihatkan dalam postingan tersebut, yakni lukisan-lukisan Presiden Indonesia.
Diantara postingan tersebut, terlihat moment Dedi Mulyadi memandangi lukisan potret keluarga bersama Anne Ratna Mustika menjadi sorotan.
Dedi Mulyadi pun curhat dan menulisakan pesan haru saat dirinya melakukan pindahan barang-barang dari gedung tersebut.