SuaraBandung.id - Kisah luar biasa dibagikan Aji Yusman saat dirinya kesulitan ekonomi. Di saat krisis keuangan itu, Aji Yusman mengaku mendapat cobaan yang menurutnya sangat berat.
Dia sudah gelap mata dan tidak tahu jalan keluar untuk menyelamatkan nyawa istrinya yang ketika itu ada bayi di dalam rahim sang istri.
Beratnya ujian itu, lantaran kondisi bayi dalam rahim sang istri sudah meninggal delapan hari lamanya.
Jika tidak segera dikeluarkan, bukan tak mungkin Aji Yusman bisa kehilangan sang istri yang sudah setia menemaninya dan memberi tiga anak.
Aji Yusman mengaku yang dia bisa hanya berdoa dan bergantung pada pertolongan Allah.
Dia lantas menceritakan bagaimana melihat sang istri berjuang bertaruh nyawa demi mengeluarkan jasad bayi yang delapan hari sudah meninggal di dalam rahim.
Secara kedokteran, jika dibawa ke rumah sakit maka jalan cepat adalah operasi caesar. Namun, Aji Yusman mengaku saat itu dirinya tidak memiliki banyak uang untuk melakukan tindakan itu.
Aji Yusman kemudian hanya bisa menguatkan sang istri dengan kata-kata "kuat".
Setelah itu, Aji Yusman mengatakan jika jenazah buah hati keempatnya itu masih ada di rahim sang istri, Siskia.
Saat mengalami kendala finansial, Aji Yusman bukan tidak ingin mengevakuasi jenazah bayinya itu secara cepat.
Dia mengaku batinnya tersiksa mendengar istri kesakitan dengan kondisi jenazah bayi masih tetap berada di dalam rahim Siskia selama beberapa hari.
Aji Yusman sadar betul jika keselamatan istrinya dalam bahaya.
Pada hari keenam, Aji menceritakan kondisi istrinya sudah semakin mengkhawatirkan.
Siskia sudah beberapa kali muntah dan sakit kepala hebat, sementara dirinya hanya meminta sang istri untuk bertahan.
"Sudah nggak ada waktu lagi (mengeluarkan bayi). Terhitung sudah hari keenam," kata Aji Yusman berkisah saat jadi bintang tamu dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo baru-baru ini.