SuaraBandung.id - Kasus diabetes melitus pada anak dan remaja di Kota Bandung meningkat. Hal ini disampaikan langsung oleh Humas Kota Bandung melalui instagram resminya Senin, 27/02/2023.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung tahun 2022, kasus diabetes tipe satu pada usia di bawah 15 tahun sebanyak 19 orang dan tipe dua sebanyak 44 orang.
Sedangkan pada usia 15-19 tahun ada sebanyak 24 orang mengidap diabetes tipe satu dan 57 orang mengidap diabetes tipe dua.
Menurut Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Bandung, dr. Intan Annisa, diabetes adalah penyakit tidak menular dan biasanya berkorelasi dengan waktu.
“Kebanyakan kasus yang terjadi karena faktor pola hidup, pola makan, aktivitas fisik yang kurang, sehingga peningkatan signifikan terjadi pada diabetes tipe dua,” ucapnya.
Menurut Intan beberapa gejala utama dari diabetes yang bisa diperhatikan secara dini yaitu sering buang air kecil, mudah lapar, dan cepat haus.
Intan melanjutkan bahwa peningkatan kasus diabetes ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara dini ke puskesmas terdekat minimal satu tahun sekali.
“Gratis kok, ini merupakan program pemerintah. Karena yang kita khawatirkan, diabetes ini termasuk jenis penyakit yang bisa berujung komplikasi, bisa menimbulkan penyakit-penyakit lainnya,” tutur Intan.
Intan juga mengatakan bahwa peran pelaku usaha kuliner juga sangat diperlukan.
“Saya harap suatu saat restoran-restoran di Kota Bandung tidak hanya memasang harga pada menu, tapi juga ada informasi lain seperti kandungan kalori, gula, dan komposisi krusial dalam makanan,” ucapnya.*
(*Yanti)
Sumber: Instagram @humas_bandung (27/2/2023)
SUMBER :