Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsur Geruduk Kantor Bupati Cianjur

bandungbarat

Senin, 26 September 2022 | 21:16 WIB
Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsur Geruduk Kantor Bupati Cianjur
Ratusan peserta aksi massa yang tergabung dalam mahasiswa Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) unsur Senin (26/09/2022). ((Suara.com))

SuaraBandungBarat.id - Ratusan pererta aksi massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) unsur datangi kantor Bupati Cianjur melakukan unju rasa di Jalan raya Siliwangi, pada, Senin (26/09/2022).

Dalam tuntutannya peserta aksi massa menolak kebijakan Pemerintah pusat atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Berdasarkan pantau awak media peserta aksi massa masih bertahan sampai sore hari, hingga hal tersebut mengakibatkan alur lalulintas jalan Siliwangi sempat lumpuh. 

Masa Aksi pun meminta bertemu langsung dengan Bupati Cianjur Herman Suherman, namun menurut kabar Bupati sedang ada kegiatan di luar kantor.

Koordinator Aksi, Luthfi Ashidik dalam keterangan tertulisnya menegaskan, kenaikan harga BBM akan berdampak buruk bagi masyarakat menengah bawah. 

Hal ini dapat mempercepat terjadinya inflasi yang tinggi dan meningkatkan jumlah orang miskin di Indonesia, kenaikan harga BBM tentu menyentuh inflasi secara umum karena akan merambat keseluruh sektor termasuk harga - harga komoditas kebutuhan dasar masyarakat. 

Menaikan harga BBM juga mengganggu perputaran roda ekonomi dalam sector - sektor strategis negara sebagian besar aktivitas perekonomian nasional terutama sektor tranportasi, industri, pertanian, kelautan, perikanan parawisata dan yang lainnya akan sangat terdampak.

"Alih- alih menaikan harga BBM bersubsidi, semestinya perintah fokus untuk memberantas penyalahgunaan penerima manfaat BBM bersubsidi, selama ini sudah menjadi rahasia umum bahwa terdapat banyak praktik mafia BBM bersubsidi yang sangat merugikan rakyat dan negara", kata Lutfi dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/09).

Luthfi menyebutkan, dari persoalan latar belakang terkait persoalan kenaikan harga BBM Bersubsidi tersebut, maka BEM Universitas Suryakancana menyatakan sikap, meliputi: 

baca juga

(1). Tindak lanjut pemerintah terhadap aksi masyarakat menolak kenaikan BBM. 

(2). Menunda atau membatalkan pemindahan IKN. 

(3). Pemerintah harus menjamin harga dan ketersediaan bahan pokok serta dapat menaikan  perekonomian rakyat dalam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. 

(4). Transparansi dana APBN. 

(5). Mendesak Presiden RI memeriksa BPH Migas serta membuka data terkait konsumsi BBM bersubsidi perhari skala nasional. 

Solusi subsidi BBM membengkak tidak harus menaikan harga BBM seharunya pemerntah. 

Banyak hal yang bisa jadi jalan keluar diantaranya merelokasi anggaran infrastruktur (IKN dan Bandara baru) untuk subsidi BBM. 

Pemerintah juga bisa memperbarui dan mengawasi regulasi terkait distribusi dan kluster masyarakat yang layak mendapatkan BBM bersubsidi.

Sumber : suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gereja Ortodoks Rusia: Tentara yang Tewas dalam Invasi ke Ukraina Akan Dihapuskan Dosa-dosanya

Gereja Ortodoks Rusia: Tentara yang Tewas dalam Invasi ke Ukraina Akan Dihapuskan Dosa-dosanya

News | Senin, 26 September 2022 | 20:57 WIB

Hadapi Persela Lamongan, PSIM Yogyakarta Bakal Tampil All Out

Hadapi Persela Lamongan, PSIM Yogyakarta Bakal Tampil All Out

Bola | Senin, 26 September 2022 | 20:56 WIB

Profil Cuco Martina, Kapten Timnas Curacao yang Pernah Jebol Gawang Arsenal di Liga Inggris

Profil Cuco Martina, Kapten Timnas Curacao yang Pernah Jebol Gawang Arsenal di Liga Inggris

Bola | Senin, 26 September 2022 | 20:55 WIB

Terkini

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:46 WIB

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:45 WIB

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:42 WIB

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:40 WIB

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:39 WIB

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:36 WIB

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:32 WIB

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:31 WIB

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:30 WIB

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB

×