- PT PLN memperbolehkan masyarakat membuka layanan SPKLU di tempat usaha menggunakan skema kerja sama yang fleksibel.
- PLN UID Jawa Barat berkolaborasi dengan IPB menghadirkan dua unit SPKLU berteknologi ultra fast charging di Jakarta pada 15 September 2026.
- Fasilitas pengisian berdaya total 240 kW tersebut memungkinkan pengisian daya kendaraan listrik dalam waktu relatif singkat selama 30 hingga 40 menit.
Suara.com - Infrastruktur pengisian kendaraan listrik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terus berkembang seiring meningkatnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini pun bisa menjadi bisnis baru yang bisa menghasilkan cuan.
Apalagi, PT PLN (Persero) memperbolehkan siapa saja yang ingin membuka layanan SPKLU di kantor atau tempat usaha.
Skema kerja sama dapat disesuaikan dengan kebutuhan mitra, mulai dari penyediaan lahan hingga penyediaan perangkat SPKLU. Misalnya, PLN berkolaborasi dengan IPB untuk menyediakan dua unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berteknologi ultra fast charging.

General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan, pertumbuhan kendaraan listrik harus diikuti dengan ketersediaan infrastruktur pengisian yang semakin luas dan mudah dijangkau.
"Pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara PLN, institusi pendidikan, dunia usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan infrastruktur pengisian yang semakin dekat dengan aktivitas masyarakat," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Adapun, kedua SPKLU tersebut masing-masing memiliki kapasitas 120 kilowatt (kW). Dengan demikian, total kapasitas dua perangkat yang hadir di kawasan tersebut mencapai 240 kW.
Teknologi ultra fast charging memungkinkan pengguna kendaraan listrik melakukan pengisian daya dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 30-40 menit. Durasi tersebut tetap bergantung pada kapasitas baterai serta kemampuan pengisian masing-masing kendaraan.
Kehadiran fasilitas pengisian berdaya besar ini tidak hanya menambah pilihan lokasi charging bagi pengguna kendaraan listrik, tetapi juga memperlihatkan semakin pentingnya infrastruktur pengisian dalam mendukung perkembangan bisnis kendaraan listrik.
"PLN siap menjadi mitra dalam pengembangan ekosistem ini. Mitra dapat berkontribusi sesuai kapasitasnya, sementara PLN mendukung dari sisi pasokan listrik hingga integrasi SPKLU dengan ekosistem digital PLN Mobile," kata Johararifin.