Bukan hanya menjadi tempat persembahyangan biasa, berdirinya Pura Luhur Uluwatu di Bali memiliki sepenggal cerita yang menarik.
Pura Uluwatu adalah sebuah pura kuno di Bali, latar belakang sejarah berdirinya pura Luhur Uluwatu ini, walaupun tidak diketahui secara jelas kapan dibangun, tetapi diperkirakan dibangun pada masa kerajaan suami istri Sri Msula-Masuli sekitar abad ke-9, dibangun oleh Mpu Kuturan atau dengan gelar Mpu Rajakreta.
Mpu Kuturan adalah seorang pendeta Budha yang berasal dari desa Girah di Jawa Timur, beliau datang ke Bali karena dorongan untuk mengajarkan dharma dan agama, sangat berjasa dalam menyatukan sekte-sekte yang ada di Bali, sehingga terwujudlah pura Kahyangan Tiga, manifestasi Tuhan sebagai dewa Tri Murti dan sanggah Kembulan.
Candi Kurung
Sejarah berdirinya pura Luhur Uluwatu, berkaitan dengan peninggalan kuno atau bentuk fisik dari pura tersebut, seperti candi kurung atau kori gelung agung di pelataran pura yang membatasi halaman pura.
Candi Kurung menjadi ciri bahwa pura ini adalah peninggalan purbakala. Bentuk fisik tersebut mengisyaratkan pura ini sudah ada sebelum Mpu Kuturan datang ke Bali.
Namun belum ditemukan adanya prasasti yang menyebutkan angka tahun pasti berdirinya Pura Luhur Uluwatu, karena beberapa sumber mengatakan pura ini dibangun atas anjuran Mpu Kuturan.
Kahyangan Jagat
Pura Luhur Uluwatu menempati jajaran penting pura di Bali sebagai Kahyangan Jagat, dikenal sebagai salah satu dari Padma Bhuwana dan Pura Sad Kahyangan yang menjadi pilar-pilar pulau Bali.
Baca Juga: Video Lelah Urus Anak dan Rumah Viral, Jennifer Bachdim Dipuji Warganet: Ibu Hebat
Sad Kahyangan tersebut diantaranya, Pura Besakih, di Kabupaten Karangasem, Lempuyang Luhur di Karangasem, Batukaru di Tabanan, Gua Lawah di Klungkung, Uluwatu di Badung dan Pura Puser Tasik atau Pusering Jagat di Gianyar.
Pura Uluwatu menempati arah Barat Daya yang berstana di sini adalah Dewa Siwa Rudra. Pujawali atau odalan di pura Uluwatu digelar pada hari Anggara Kliwon (Anggarkasih) Madangsia setiap 210 hari sekali (6 bulan kalender Bali).
Sejarah Pura Luhur Uluwatu dan Dang Hyang Nirarta
Dikisahkan juga puru Luhur Uluwatu merupakan tempat moksanya Dang Hyang Nirarta atau Dang Hyang Dwijendra.
Pendeta kerajaan Gelgel pada masa Dalem Waturenggong, yang juga berasal dari tanah Jawa ini, melakukan tapa brata di pura Uluwatu. Namun sebelum beliau moksa di tempat ini, beliau memiliki pustaka suci yang akan diberikan kepada putranya yang bernama Empu Mas yang berada di desa Mas.
Kemudian Dang Hyang Nirarta minta tolong kepada seorang nelayan bernama Ki Pasek Nambangan untuk membawa pustaka suci tersebut kepada Empu Mas. Setelah waktunya tiba Dang Hyang Nirarta melakukan tapa yoga semadi dan akhirnya moksa kembali ke surga tanpa meninggalkan jasad.