Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Pantang Menyerah Menghapus Stigma Negatif Pengidap Kusta

admin | Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 05 Maret 2014 | 17:41 WIB
Pantang Menyerah Menghapus Stigma Negatif Pengidap Kusta
Ratna Indah Kurniawati. (foto: Doddy Rosadi)

Suara.com - Ratna Indah Kurniawati, perawat di Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Pasuruan trenyuh ketika melihat seorang pengidap kusta dikucilkan oleh warga sekitar. Padahal, penderita kusta itu sudah menjalani proses pengobatan dan dinyatakan sembuh. Namun, stigma negatif masyarakat tentang penyakit kusta sebagai penyakit yang menjijikkan masih melekat di benak warga.

Peristiwa itulah yang menjadi motivasi perempuan kelahiran 23 April 1980 itu untuk membentuk Kelompok Perawatan Diri pada 2009. Kelompok itu akan memberdayakan para pengidap kusta yang sudah sembuh namun tetap dikucilkan oleh warga sekitar.

“Pengidap kusta itu sebagian besar miskin, tidak bekerja dan tergantung kepada keluarga. Kelompok perawatan diri awalnya beranggotakan 25 orang pengidap kusta. Kami berdayakan mereka dengan berbagai macam usaha seperti menyulam jilbab, menjahit, usaha ternak jangkrik dan kambing, serta membuat keranjang dari rotan,” kata Ratna kepada Suara.com usai menghadiri acara Kick Off SATU Indonesia Award 2014 di Jakarta, Rabu (5/4/2014).

Kelompok perawatan diri yang dibentuk Ratna mendapat bantuan dari Dinas Sosial setempat. Bantuannya bukan dalam bentuk uang tetapi berupa peralatan seperti mesin jahit. Ketika mendapatkan satu mesin jahit, masalah baru pun muncul.

“Mesin jahit sudah ada, tetapi kami kan harus mencari seseorang yang bisa mengajarkan bagaimana cara menjahit kepada mereka. Mencari seorang guru untuk mengajarkan menjahit kepada bekas pengidap kusta kan tidak mudah. Stigma kusta sebagai penyakit yang menjijikkan itu masih kental. Beruntung kami bisa mendapatkan orang untuk mengajar menjahit dan untuk ternak jangkrik serta kambing,” ungkap Ratna.

Bukan hal mudah bagi Ratna untuk menyadarkan masyarakat bahwa pengidap kusta yang sudah dinyatakan sembuh secara medis bukan sesuatu yang menjijikkan. Stigma negatif inilah yang membuat Ratna bersama Kelompok Perawatan Dirinya pernah diusir oleh Kepala Desa Rebalas.

“Kami biasanya rutin melakukan pertemuan dengan anggota kelompok perawatan diri di sebuah rumah sebulan sekali. Pertemuan ini bertujuan untuk melihat perkembangan mereka. Namun, suatu ketika kepala desa melarang kami untuk melakukan pertemuan. Kata Kepala Desa, masa penyakit dibawa ke sini,” ujarnya.

Pertemuan bulanan itu terpaksa dipindah ke tempat lain. Tetapi Ratna tidak menyerah begitu saja. Dia terus melakukan sosialisasi tentang penyakit kusta, termasuk kepada Kepala Desa yang melarang dia mengumpulkan para pengidap kusta. Kegigihannya membuahkan hasil. Kepala Desa itu akhirnya paham tentang penyakit kusta dan mau menerima kehadiran warga pengidap kusta yang sudah menjalani pengobatan itu.

Ketika jerih payahnya berjuang membantu pengidap kusta diganjar penghargaan SATU Indonesia Award pada 2011, Ratna mulai melihat perubahan respon warga terhadap pengidap kusta. Mereka sudah mulai mau menerima.
“Seorang pengidap kusta yang melakukan usaha menjahit kini sudah menerima jahitan dari tetangganya. Padahal, sebelumnya dia dikucilkan oleh warga sekitar,” ungkap Ratna.

Kini, anggota Kelompok Perawatan Diri sudah berjumlah 80 orang. Mereka sudah bisa menghasilkan uang sendiri dari usaha menyulam jilbab, ternak jangkrik hingga membuat produk dari rotan. Sudah puaskah Ratna karena telah berhasil menghapus stigma negatif masyarakat sekitar terhadap pengidap kusta?

“Saya merasa masih belum berhasil dalam menghapus stigma itu. Keinginan saya sekarang adalah menemukan pengidap kusta sebanyak-banyaknya. Karena, salah satu cara untuk menurunkan penyebaran kusta adalah dengan menemukan pengidapnya. Stigma negatif membuat pengidap kusta takut untuk berobat karena risiko dikucilkan masyarakat,” kata Ratna.

Lalu untuk apa saja uang Rp55 juta yang diberikan PT Astra International sebagai juara SATU Indonesia Award 2011?

“Yang 10 juta saya berikan kepada Kelompok Perawatan Diri untuk modal usaha. Sisanya saya belikan mobil, karena untuk memasarkan hasil usaha mereka kami perlu mobil, jadi saya beli mobil alakadarnya, yang penting bisa berjalan.” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Roadshow Satu Indonesia Award ke-14 Tahun 2023 di Sumut, Motivasi Generasi Muda Fokus Berkarya

Roadshow Satu Indonesia Award ke-14 Tahun 2023 di Sumut, Motivasi Generasi Muda Fokus Berkarya

Bisnis | Rabu, 14 Juni 2023 | 18:20 WIB

Bincang Inspiratif Satu Indonesia Award ke-14 Tahun 2023 di Sumut, Penerus Masa Depan Harus Dipersiapkan

Bincang Inspiratif Satu Indonesia Award ke-14 Tahun 2023 di Sumut, Penerus Masa Depan Harus Dipersiapkan

Bisnis | Rabu, 14 Juni 2023 | 18:15 WIB

Bhrisco Jordy Dudi Padatu, Penerima SATU Indonesia Awards 2022 Ajarkan Pendidikan Anak dengan Integrasi Nilai Adat

Bhrisco Jordy Dudi Padatu, Penerima SATU Indonesia Awards 2022 Ajarkan Pendidikan Anak dengan Integrasi Nilai Adat

Otomotif | Kamis, 01 Juni 2023 | 20:49 WIB

Terkini

Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!

Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:04 WIB

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:47 WIB

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:32 WIB

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB