Suara.com - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp9,9 triliun yang dialokasikan dari laba bersih tahun 2013 sebesar Rp14,2 triliun.
"Dividen tersebut senilai Rp102,3 per lembar saham atau 4,5 persen dari harga saham senilai Rp2.260 per 3 April 2014," kata Direktur Utama Telkom Arif Yahya, usai RUPS Telkom, di Jakarta, Jumat (4/4/2014).
Menurut Arif Yahya, pada tahun 2013 perusahaan mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp82,9 triliun, meningkat sebesar 7,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Saat yang bersamaan perseroan mampu membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,5 persen menjadi Rp14,2 triliun. Dibanding pencapaian tahun sebelumnya, laba bersih sebelum bunga pajak depresiasi dan amortitasi (EBITDA) tumbuh 8,6 persen menjadi sebesar Rp43,6 triliun.
Arif menjelaskan performansi finansial Telkom dihasilkan melalui pusat-pusat pertumbuhan bisnis yakni pelanggan broadband yang tumbuh 45,4 persen menjadi 27,8 juta pelanggan. Sedangkan pelanggan seluler tumbuh 5,1 persen menjadi 131,5 juta pelanggan.
"Peningkatan kinerja tersebut dipicu perluasan penetrasi infrastruktur broadband melalui program Indonesia Digital Network (IDN)," ujar Arif.
Pada tahun 2013, anak usaha seluler Telkomsel mencatat pendapatan sebesar Rp60 triliun, EBITDA Rp33,9 triliun, dan laba bersih Rp17,3 triliun.
"Di tahun 2014, Telkomsel ditargetkan mencapai target pertumbuhan 'triple digit growth"," ujar Arif.
Tahun 2014, Telkom memperluas infrastruktur broadband dengan membangun jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) demi mewujudkan 75.000 km serat optik, penyediaan 10 juta true broadband acces.
Sementara itu, program ekspansi layanan ke 10 negara akan terus dilanjutkan, sementara saat ini sudah mencapai tujuh negara yaitu Hongkong, Timor Leste, Australia, Malaysia, Myanmar, dan Amerika Serikat. (Antara)