Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Ekspor Bahan Mineral Mentah Dilarang, Perekonomian Indonesia Melambat

Doddy Rosadi

Senin, 05 Mei 2014 | 16:04 WIB
 Ekspor Bahan Mineral Mentah Dilarang, Perekonomian Indonesia Melambat
Logo BPS

Suara.com - Badan Pusat Statistik mencatat perlambatan sektor pertambangan dan penggalian akibat penerapan larangan ekspor bahan mineral mentah mempengaruhi perekonomian Indonesia yang tumbuh 5,21 persen (yoy) pada triwulan I-2014.

"Sektor pertambangan dan penggalian karena larangan ekspor bahan mineral tanpa diproses menghambat perekonomian tumbuh pada triwulan satu," kata Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (5/5/2014).

Suryamin menjelaskan larangan ekspor tersebut meskipun baik dalam jangka panjang, namun dalam tiga bulan pertama 2014 telah memberikan kontribusi dalam menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, faktor lainnya yang menghambat pertumbuhan ekonomi adalah perlambatan kinerja sektor pertanian karena adanya pergeseran masa panen yang menurunkan produksi serta penurunan kontribusi pada sektor perdagangan dan jasa keuangan.

"Penurunan kontribusi sektor perdagangan masih akibat implementasi undang-undang minerba, sehingga ekspor menurun dan melambat. Selain itu, kontribusi sektor jasa keuangan pada lembaga keuangan non bank dan jasa perusahaan juga menurun," ujarnya.

Namun, selain faktor yang menghambat pertumbuhan, ada dua faktor yang membantu ekonomi tumbuh pada triwulan I-2014 yaitu masa kampanye pemilu yang meningkatkan sektor konsumsi dan ekspor komoditas seperti CPO dan karet yang membaik.

"Kampanye pemilu meningkatkan konsumsi bahan makanan dan non makanan, sedangkan harga komoditas perkebunan seperti CPO dan karet sedang membaik di pasar internasional," kata Suryamin.

BPS mencatat dibandingkan triwulan I-2013, sektor pertanian peternakan kehutanan dan perikanan tumbuh 3,3 persen, industri pengolahan tumbuh 5,16 persen, sektor listrik gas dan air bersih 6,52 persen dan konstruksi 6,54 persen.

Selain itu, sektor perdagangan hotel dan restoran tumbuh 4,59 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi tumbuh 10,23 persen, sektor keuangan real estat dan jasa perusahaan tumbuh 6,16 persen dan sektor jasa-jasa tumbuh 5,81 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

765 Ribu Wisman Berkunjung Selama Maret 2014

765 Ribu Wisman Berkunjung Selama Maret 2014

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2014 | 11:42 WIB

Nilai Ekspor Maret 2014 Naik Menjadi Rp165 Triliun

Nilai Ekspor Maret 2014 Naik Menjadi Rp165 Triliun

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2014 | 10:56 WIB

BPS: April Deflasi 0,02 Persen

BPS: April Deflasi 0,02 Persen

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2014 | 10:03 WIB

BPS: Neraca Perdagangan Surplus 758 Juta Dolar Amerika

BPS: Neraca Perdagangan Surplus 758 Juta Dolar Amerika

Bisnis | Selasa, 01 April 2014 | 16:29 WIB

Dua Bulan Pertama, 1,46 Juta Wisman Berkunjung ke Indonesia

Dua Bulan Pertama, 1,46 Juta Wisman Berkunjung ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 01 April 2014 | 14:44 WIB

Terkini

Eks Bos Astra Infra Port Eastkal Dipanggil KPK dalam Dugaan Korupsi Investasi

Eks Bos Astra Infra Port Eastkal Dipanggil KPK dalam Dugaan Korupsi Investasi

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:10 WIB

Kemendag Janji Akun Seller Tak Akan Diblokir Meski Belum Punya NIB

Kemendag Janji Akun Seller Tak Akan Diblokir Meski Belum Punya NIB

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08 WIB

Marketplace Tak Bisa Lagi Naikkan Biaya Sepihak, Seller Kini Wajib Setujui Perubahan Kontrak

Marketplace Tak Bisa Lagi Naikkan Biaya Sepihak, Seller Kini Wajib Setujui Perubahan Kontrak

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:05 WIB

Harga Gas Industri Melonjak Bahlil: Produksi Domestik Berkurang!

Harga Gas Industri Melonjak Bahlil: Produksi Domestik Berkurang!

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:58 WIB

Mau Jadi Pemenang Super BRILink Agen 2026? Mulai dari 3 Langkah Ini

Mau Jadi Pemenang Super BRILink Agen 2026? Mulai dari 3 Langkah Ini

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:56 WIB

APINDO Buka Suara soal Danantara Ekspor, Bisa Tekan Kebocoran Devisa?

APINDO Buka Suara soal Danantara Ekspor, Bisa Tekan Kebocoran Devisa?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:51 WIB

Arus Peti Kemas Melesat, Ekspor Tapioka hingga Udang Jadi Motor Pertumbuhan

Arus Peti Kemas Melesat, Ekspor Tapioka hingga Udang Jadi Motor Pertumbuhan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:44 WIB

Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?

Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:39 WIB

Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas

Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:31 WIB

Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa

Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:26 WIB