Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Studi: 77 Juta Warga Amerika Tersangkut Kredit Macet

Doddy Rosadi | Suara.com

Selasa, 29 Juli 2014 | 14:23 WIB
Studi: 77 Juta Warga Amerika Tersangkut Kredit Macet
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi yang dilakukan oleh Urban Institute dan Encore Capital Group’s Consumer Credit Research Institute mengungkapkan, sekitar 77 juta warga Amerika mempunuai kredit macet atau kredit yang sudah jatuh tempo dan belum dibayar.

“Jumlah itu sangat mengejutkan dan menimpa hampir semua warga di banyak komunitas,” kata Carolime Ratcliffe, peneliti senior di Urban Institute yang menulis laporan dari studi tersebut.

Laporan itu menganalisis data kredit pada 2013 dari TransUnion untu mengkalkulasi berapa banyak warga Amerika yang kerap terlambat dalam membayar kredit yang sudah jatuh tempo. Studi itu juga melihat berapa banyak warga yang punya tagihan kartu kredit atau tagihan kesehatan yang sudah jatuh tempo atau rekening ditutup karena pembayaran macet.

Para peneliti mengandalkan contoh acak dari 7 juta orang dengan data yang dilaporkan ke biro kredit pada 2013 untuk memperkirakan berapa besaer bagian dari 220 juta warga Amerika yang mengalami kredit macet. Sekitar 22 juta warga Amerika dengan pendapatan rendah tidak diikutsertakan dalam studi ini.

Jumlah kredit macet itu bervariasi mulai dari 25 dolar Amerika hingga 125 ribu dolar Amerika. Namun, rata-rata kredit yang tidak bisa dibayar warga Amerika sekitar 1.350 dolar Amerika. Nevada menjadi negara bagian dengan jumlah warga yang tersangkut kredit macet terbesar yaitu 47 persen.

Kalimat kredit macet biasanya identik dengan telepon yang mengancam, surat yang datang berulang-ulang hingga upaya lain dari pihak ketika agar kreditor bersedia membayar utangnya. Namunm tidak semua responden mengalami hal seperti itu.

Ada juga yang tidak tahu bahwa kreditnya macet setelah mereka mengecek laporan kreditnya. Apabila seorang konsumen mengalami kredit macet, maka dia tidak bisa mengajukan kredit baru, permohonan kartu kredit baru atau pinjaman lainnya. (Washingtonpost)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kredit Macet Perbankan Cina Menembus Titik Tertinggi

Kredit Macet Perbankan Cina Menembus Titik Tertinggi

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2014 | 14:54 WIB

Terkini

Tekanan Pasar Aset Kripto Pengaruhi Kinerja COIN di Kuartal I-2026

Tekanan Pasar Aset Kripto Pengaruhi Kinerja COIN di Kuartal I-2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 15:24 WIB

Harga Avtur di Bandara SoekarnoHatta Naik Lagi, Melonjak 16,6 Persen, Tembus Rp27.357/Liter

Harga Avtur di Bandara SoekarnoHatta Naik Lagi, Melonjak 16,6 Persen, Tembus Rp27.357/Liter

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:53 WIB

Kado Pahit Buat Buruh, Permenaker 7/2026 Langgengkan 'Perbudakan Modern' Alih Daya?

Kado Pahit Buat Buruh, Permenaker 7/2026 Langgengkan 'Perbudakan Modern' Alih Daya?

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:47 WIB

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:36 WIB

BTN Genjot Pariwisata Nasional Lewat Keuangan Digital

BTN Genjot Pariwisata Nasional Lewat Keuangan Digital

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:21 WIB

Harga Emas Global Menguat, Kemendag Naikkan HPE dan HR Emas pada Awal Mei 2026

Harga Emas Global Menguat, Kemendag Naikkan HPE dan HR Emas pada Awal Mei 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:12 WIB

Mandiri Inhealth Raup Laba Rp82,8 Miliar di Kuartal I 2026, Apa Pendorongnya?

Mandiri Inhealth Raup Laba Rp82,8 Miliar di Kuartal I 2026, Apa Pendorongnya?

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:52 WIB

Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz

Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:43 WIB

Aguan Lapor: Penjualan PIK2 Meroket 112%, Tembus Rp 987 M

Aguan Lapor: Penjualan PIK2 Meroket 112%, Tembus Rp 987 M

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:09 WIB

KEK Sanur Gandeng Unud Jadi Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia

KEK Sanur Gandeng Unud Jadi Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:04 WIB