Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Irak di Ambang Perang, Bursa Saham di Asia Rontok

Doddy Rosadi

Jum'at, 08 Agustus 2014 | 09:21 WIB
Irak di Ambang Perang, Bursa Saham di Asia Rontok
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Indeks saham di kawasan regional terus menurun dan hampir mencapai posisi terendah dalam tujuh minggu terakhir. Investor mulai khawatir dengan keputusan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang mengizinkan serangan udara di wilayah Irak untuk memerangi kelompok militan ISIS.

Akibatnya, investor memilih untuk melepas saham dan membuat indeks di sebagian besar wilayah regional rontok. Saham dengan penurunan paing besar yaitu taiyo Yuden Co yang terjun bebas 8,5 persen dan Nikon Corp anjlok 8,1 persen.

Indeks MSCI Asa Pasifik merosot 0,9 persen ke posisi 144,82 dan sudah berkurang 2 persen di sepanjang minggu ini dan menembus posisi terendah sejak 25 Juni. Pernyataan Presiden Obama yang mengizinkan serangan udara ke Irak untuk mencegah terjadinya pembantaian massal memunculkan sentimen negatif di kalangan pelaku pasar.

Selain itu, pelaku pasar juga cemas melihat perkembangan terakhir di Ukraina di mana Rusia kemungkinan akan segera melakukan invasi militer.

“Saya khawatir sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat kepada Rusia akan memberikan dampak kepada pertumbuhan ekonomi Eropa. Meski demikian, data ekonomi Amerika terus meningkat sehingga akan menguntungkan harga saham di Asia dalam jangka menengah,” kata Stephen Halmarick, analis dari Colonial First State Global Asset Management.

Presiden Bank Sentral Uni Eropa Mario Draghi mengatakan, risiko yang akan muncul dari konflik di Ukraina terus meningkat. Kondisi ini bukan tidak mungkin akan menyamai kondisi ketika masih berlangsungnya era Perang Dingin di era 80-an.

Penurunam indeks terbesar terjadi di Jepang di mana indeks Topix terperosok 1,6 persen dan indeks Kospi di Korea Selatan juga anjlok 1 persen diikuti indeks Straits Times di Singapura yang melemah 0,8 persen.

Indeks Taeix di Taiwan juga turun 0,7 persen dan indeks S7P ASX di Australia anjlok 0,6 persen disusul indeks NZX 50 di Selandia Baru melemah 0,5 persen. Satu-satunya indeks di kawasan regional yang berada di zona hijau adalah indeks Shanghai Composite di Cina yang bertambah 0,2 persen. Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan d Bursa Efek Indonesia juga tidak mengalami banyak perubahan. (Bloomberg/RTI)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PBB Minta Dunia Internasional Bantu Irak

PBB Minta Dunia Internasional Bantu Irak

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 06:41 WIB

Ukraina di Ambang Perang, Indeks Regional Merosot

Ukraina di Ambang Perang, Indeks Regional Merosot

Bisnis | Kamis, 07 Agustus 2014 | 09:30 WIB

IHSG Terkena Imbas Penurunan Indeks Regional

IHSG Terkena Imbas Penurunan Indeks Regional

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2014 | 09:40 WIB

Terkini

Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:05 WIB

Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO

Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:34 WIB

Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara

Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:00 WIB

cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi

cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:59 WIB

IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun

IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:44 WIB

Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun

Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:38 WIB

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:24 WIB

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:05 WIB

Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul

Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:33 WIB

BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%

BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:16 WIB