Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Karet Gelang Loom Band Ditarik dari Peredaran

Doddy Rosadi | Suara.com

Jum'at, 07 November 2014 | 16:18 WIB
Karet Gelang Loom Band Ditarik dari Peredaran
Karet Loom Band. (theguardian.com)

Suara.com - Kementerian Perdagangan menyatakan aksesori loom band merek Xing Long mengandung bahan berbahaya phthalate dalam kadar di atas batas persyaratan sehingga harus ditarik dari pasaran.

"Loom band adalah karet kecil berwarna-warni yang dapat dirangkai menjadi beragam aksesori seperti gelang dan kalung," kata Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo di Jakarta, Jumat, (7/11/2014).

Sedangkan Phtalate adalah senyawa yang membuat plastik lentur, kadar maksimal 0,1 persen tetapi dalam Xing Long kadarnya 25,3154 persen, sehingga melebihi ambang batas.

Kata Widodo, phtalate yang terpapar ke tubuh manusia berdampak buruk bagi kesehatan, di antaranya dapat mengganggu fungsi dan perkembangan reproduksi, menyebabkan kanker payudara, kanker testis, autis dan mengurangi produksi sperma, mengganggu fungsi hati, ginjal, jantung, paru-paru, pembentukan sel darah merah serta fungsi dan perkembangan otak.

Kementerian Perdagangan telah meneliti sebelas merek loom band yang terdiri dari aksesori dan karet.

Dia mengatakan sepuluh merek lain yang lolos uji laboratorium adalah Monstertail, Lollipop, Colourfull Loomband, Colourfull endless flexible, Loomband Stroberi, Monstertail rainbow loom, Rainbow loom endless flexible, Rainbow loom, Rainbow loom by Choons Designs, dan satu produk dengan merek dalam huruf China.

"Yang beredar di pasar ada lebih dari sebelas merek," kata Widodo.

Dia mengimbau agar para importir loom band dari merek lain mau menguji produk mereka di laboratorium secara sukarela demi mengetahui apakah produknya memenuhi standar.

Widodo mengatakan produk loom band sebenarnya diklasifikasi sebagai aksesori perhiasan imitasi, namun di lapangan produk ini dianggap sebagai mainan anak karena kemasannya yang berwarna-warni. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaji Imut, Antiboncos: Belajar Kelola Uang dengan Strategi 'Karet Gelang'

Gaji Imut, Antiboncos: Belajar Kelola Uang dengan Strategi 'Karet Gelang'

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB