Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

BPS: Inflasi November Tinggi karena Kenaikan BBM

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 01 Desember 2014 | 13:09 WIB
BPS: Inflasi November Tinggi karena Kenaikan BBM
Antrean kendaraan mengisi BBM di SPBU. [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi telah menyumbang kontribusi pada tingkat inflasi November 2014 yang tercatat mencapai 1,5 persen.

"Inflasi terjadi karena pengaruh kenaikan harga BBM yang naik sejak tanggal 18 November," kata Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin, (1/12/2014).

Dengan inflasi tersebut, maka laju inflasi tahun kalender Januari-November 2014 telah mencapai 5,75 persen dan inflasi secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 6,23 persen. Inflasi komponen inti November tercatat 0,4 persen dan secara tahunan (yoy) 4,21 persen.

Suryamin menjelaskan, inflasi November 2014 relatif tinggi dibandingkan November tahun sebelumnya, namun masih lebih rendah dibandingkan inflasi Juli 2013 setelah pemerintah menyesuaikan harga BBM pada Juni tahun lalu.

"Inflasi ini ada pengaruh kenaikan harga BBM, tapi belum kena dampak seluruhnya karena baru 12 hari harga barunya. Berbeda ketika inflasi Juli 2013 tercatat 3,2 persen, ini karena 'timing' kenaikan harga, soalnya November biasanya inflasi rendah," katanya.

Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menjadi salah satu komponen pengeluaran yang menyumbang inflasi tinggi pada November yaitu sebesar 4,29 persen, diikuti kelompok bahan makanan 2,5 persen.

"Kelompok transportasi terkena dampak BBM, yang berakibat ke 'cost production', ini harus bisa dikontrol pemerintah. Sedangkan, komoditas makanan juga harus berhati- hati karena dikonsumsi semua penduduk dan bisa berdampak kemiskinan bila tidak terkendali," ujar Suryamin.

Selain itu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau ikut menyumbang inflasi 0,71 persen diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang terkena inflasi 0,49 persen serta kelompok kesehatan 0,43 persen.

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga hanya menyumbang inflasi kecil pada November yaitu sebesar 0,08 persen, sedangkan kelompok sandang justru tercatat deflasi 0,08 persen karena turunnya harga emas internasional.

Secara keseluruhan, komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2014 adalah bensin, cabai merah, tarif angkutan dalam kota, cabai rawit, beras, tarif listrik, tarif angkutan antar kota, biaya administrasi transfer uang dan biaya administrasi kartu ATM.

"Sementara, komoditas yang mengalami penurunan harga adalah daging ayam ras, ikan segar, emas perhiasan dan tarif angkutan udara," kata Suryamin.

Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen, seluruhnya mengalami inflasi pada November 2014, dengan inflasi tertinggi terjadi di Padang 3,44 persen dan terendah di Manokwari yaitu sebesar 0,07 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:04 WIB

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:57 WIB

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:51 WIB

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:31 WIB

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:22 WIB

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:01 WIB

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52 WIB

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:48 WIB

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:27 WIB