Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Tries Cheese, Keju Harga Lokal dengan Rasa Impor

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 15 Desember 2014 | 12:00 WIB
Tries Cheese, Keju Harga Lokal dengan Rasa Impor
Tri Haryanto. (dok: pribadi)

Suara.com - Tri Haryanto membuat salah satu keputusan besar dalam hidupnya pada Januari 2011. Dia mengundurkan diri dari perusahaan pertambangan dan pengeboran minyak yang sudah menjadi bagian hidupnya selama 15 tahun. Alasannya sederhana, dia ingin menekuni bisnis keju.

Kecintaan Tri terhadap keju dimulai ketika dia sering mendapatkan tugas ke luar negeri dari perusahaan tempat dia bekerja. Setiap sarapan pagi di hotel, Tri merasakan kenikmatan keju yang beraneka macam rasa di sejumlah negara yang berbeda. Dia pun menjadi ‘kecanduan’ keju.

Ketika pulang ke Indonesia, Tri berusaha mengobati kerinduannya terhadap keju impor itu dengan membeli di toko langganan para ekspatriat. Namun, harganya sangat mahal dibandingkan dengan keju lokal yaitu sekitar Rp70 ribu untuk ukuran 100 gram.

Tri mulai berpikir untuk membuat sendiri keju. Resepnya dicari melalui internet. Dengan modal awal Rp300 ribu, dia melakukan uji coba pembuatan keju setiap hari Sabtu dan Minggu. Hampir setiap akhir pekan, Tri bereksperimen dengan bahan-bahan yang sudah dikumpulkan untuk membuat keju. Baru pada eksperimen ke-42, Tri mulai berhasil menemukan resep yang tepat.

“Saya menghabiskan waktu sekitar 7-8 bulan sampai akhirnya bisa mendapatkan ramuan yang pas dalam membuat keju. Pada akhir Januari 2011, saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus untuk membuat keju,” kata Tri kepada suara.com, akhir pekan lalu.

Menurut dia, bahan untuk membuat keju mudah untuk dicari kecuali enzim penggumpal susu dan bakteri. Kalau pun ada yang menjual, kata Tri, harus dalam jumlah besar. Hingga akhirnya dia berhasil menemukan supplier enzim penggumpal susu dan bakteri yang bersedia menjual dalam jumlah kecil.

“Saya hanya dibantu istri saya dalam menjalankan usaha keju ini. Awaknya, saya mempromosikan keju rumahan buatan sendiri ini di laman jual beli yang banyak dikunjungi oleh netizen. Ternyata, responnya tidak terlalu bagus. Setelah saya cari tahu, ternyata saya salah mempromosikan keju buatan sendiri itu laman jual beli karena pangsa pasarnya yang tidak pas,” jelasnya.

Tri berhasil menemukan mailing list yang anggotanya adalah ibu-ibu yang hobi masak seperti Natural Cooking Club dan Dapur Bunda. Ketika mempromosikan keju buatannya itu, respon yang didapat sangat luar biasa.

“Ibu-ibu yang menjadi anggota milis itu sudah paham tentang keju sehingga mereka langsung tertarik dengan keju buatan saya. Sejak itulah pesanan mulai berdatangan,” jelasnya.



 Keju mozzarella produksi Trie’s Cheese – nama perusahaan yang dibuat Tri dalam bisnis kejunya ini – merupakan yang paling banyak dipesan oleh konsumen. Harganya yang murah yaitu Rp27 ribu untuk ukuran 250 gram membuat keju buatan Tri semakin banyak diburu oleh para pecinta keju.

Apa sebenarnya kelebihan keju buatan Tri dibandingkan keju lain yang beredar di pasaran?  
 
“Keju yang saya buat lebuh fresh, karena jarak antara pembuatan dengan penyajian sekitar satu minggu. Ini beda dengan keju impor yang perlu waktu hitungan bulan dari mulai pembuatan hingga disajikan. Selain itu harganya juga kompetitif, 1 kg hanya Rp108 ribu sedangkan keju impor Rp700 ribu per kilogram. Padahal, rasanya tidak kalah dibandingkan keju impor,” ungkapnya.

Tri masih menggunakan Facebook dalam menjual keju buatannya. Bagi anda yang ingin memesan bisa langsung membuka Trie Mastercheese atau bisa memesan dengan cara mengirim pesan pendek ke nomor 0811184380.



“Untuk Jabodetabek, keju yang dipesan bisa langsung diterima dalam waktu 1 hari setelah dilakukan pemesanan melalui kurir,” jelasnya.

Kini, Tri Haryanto (47 tahun) dan istri sudah bisa memproduksi 250-300 kg keju per bulan. Cita-citanya adalah membuka toko offline dan juga membuka agen untuk memasarkan produk kejunya yang paling banyak dipesan yaitu Mozaretri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!

Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:04 WIB

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:47 WIB

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:32 WIB

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB