Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Wapres: Rupiah Tak Melemah Terhadap Dolar AS

Liberty Jemadu

Kamis, 18 Desember 2014 | 03:00 WIB
Wapres: Rupiah Tak Melemah Terhadap Dolar AS
Uang rupiah (Antara)

Suara.com - Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menyatakan jika saat ini mata uang rupiah tidak melemah terhadap mata uang dolar AS melainkan dolar AS yang menguat dan berimbas rupiah menjadi lebih murah.

"Saat ini yang terjadi bukan rupiah melemah, tetapi karena dolar Amerika yang menguat akibat adanya pertumbuhan ekonomi di Amerika sebesar empat persen," katanya saat memberikan sambutan pada pembukaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Expo tahun 2014 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu malam (17/12/2014).

Ia mengatakan mata uang rupiah saat ini juga lebih kuat dari mata uang Turki, Rusia, atau negara lain dan bahkan lebih baik dari mata uang negara Asia lainnya.

"Kondisi seperti ini akan memberikan efek ekspor yang lebih baik dan impor akan tertahan akibat kondisi ini," katanya.

Menurut dia, secara alamiah akan terjadi peningkatan ekspor dan mengurangi impor dan kondisi seperti ini penting mengingat hal ini akan menyebabkan permintaan barang akan meningkat.

"Justru dampaknya lebih banyak positif, daripada negatifnya. Ini kesempatan untuk maju dan semoga peluang seperti itu dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga apa yang dituju untuk majukan Jatim ini jadi bagian untuk majukan ekonomi Indonesia," katanya.

Dirinya juga memberikan penghargaan atas terselenggaranya pameran BUMD karena dengan adanya kegiatan ini akan membawa perkembangan yang baik untuk perkembangan masing-masing BUMD.

"Setiap perusahaan selalu menyampaikan visi dan misinya untuk kedepan. Begitu pula dengan BUMD dan BUMN visinya pasti untuk mengembangkan sekaligus punya magnetan tentunya harus punya fungsi sosial," katanya.

BUMD saat ini sudah banyak yang berkembang dengan baik di masing-masing provinsi dibuktikan dengan adanya pasar-pasar yang tetap berjalan, pelayanan air bersih dan juga pertumbuhan perdagangan.

"Ini jadi modal aset yang ada di daerah untuk dikembangkan karena ada aset BUMD untuk terus dikembangkan di samping adanya pelayanan atau service kepada masyarakat yang harus diperhatikan," katanya.

Ia mengatakan, dulu BUMD susah untuk profesional karena berkaitan dengan birokrasi mengingat dulu banyak ditempatkan orang orang dari pemerintah daerah yang sudah pensiun untuk menduduki jabatan direksi pada BUMD.

"Hal itu dilakukan karena orang-orang tersebut memiliki sifat birokrasi yang baik. Namun demikian yang perlu diperhatikan adalah BUMD itu berbeda dengan birokrasi dan harus berkembang," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Malu Nilai Rupiah Terus Melemah

Ahok Malu Nilai Rupiah Terus Melemah

News | Selasa, 16 Desember 2014 | 17:53 WIB

Menteri Sofyan: Pelemahan Mata Uang Bukan Hanya Dialami Indonesia

Menteri Sofyan: Pelemahan Mata Uang Bukan Hanya Dialami Indonesia

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2014 | 12:19 WIB

Terkini

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:37 WIB

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:36 WIB

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:15 WIB

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:02 WIB

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:47 WIB

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong  Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:11 WIB

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:58 WIB

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB