Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Pengamat: Saat Rupiah Melemah, BI Lebih Berperan

Arsito Hidayatullah | Nur Ichsan | Suara.com

Sabtu, 20 Desember 2014 | 14:50 WIB
Pengamat: Saat Rupiah Melemah, BI Lebih Berperan
Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]

Suara.com - Pengamat pasar uang, Farial Anwar mengungkapkan, Bank Indonesia (BI) tampaknya berperan lebih penting dibanding pemerintah dalam situasi melemahnya nilai tukar rupiah.

"Saya kok melihat peranan Bank Indonesia, ya. Peranan pemerintah saya sudah tidak pernah lagi berharap, karena ini salah satu yang kemungkinan (ada) kekeliruan dalam kebijakan," ujar Farial, dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/12/2014).

Menurut Farial, ketika ada informasi dari Bank Sentral America akan menaikkan tingkat suku bunga, kemudian ditambah lagi dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), hal ini berdampak kepada inflasi. Akibatnya menurutnya, tidak ada yang mau memegang mata uang yang terkena cost push inflation.

"Karena kenaikan BBM itu, dampaknya orang konversi ke dolar, sehingga permintaan dolar tinggi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Farial menuturkan, dirinya juga belum tahu sejauh mana rupiah akan bertahan. Apakah di triwulan pertama atau triwulan kedua tahun depan, serta seberapa besarnya, dirinya mengaku belum dapat meraba dan memastikan.

Pasalnya menurut Farial, uncertainty sangat tinggi, itu pun terutama karena pengaruh dari pihak luar. Sementara dari dalam negeri sendiri, dirinya melihat permintaan dolar yang luar biasa besar tidak diimbangi oleh supply-nya.

"Kita kekeringan likuiditas. Permintaaan untuk impor, bayar utang valuta asing, ditambah lagi tidak ada kepentingan transaksi luar negeri, karena orang lebih cenderung memilih pembayaran dalam dolar," ujarnya.

"Ini yang membuat permintaannya besar sementara supply-nya relatif terbatas, hanya dari Bank Indonesia melalui intervensi itu. (Juga) Karena eksportir kita biarkan memarkir dananya di luar. Ini yang menjadi problem mendasar, yang kalau kita tidak pernah atur masalah ini, saya melihat potensi tekanan ini masih berlanjut," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Stabil, Indeks Saham Bertahan di Zona Hijau

Rupiah Stabil, Indeks Saham Bertahan di Zona Hijau

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2014 | 17:16 WIB

Rupiah Melemah, 'Lampu Kuning' untuk Tim Ekonomi Jokowi-JK

Rupiah Melemah, 'Lampu Kuning' untuk Tim Ekonomi Jokowi-JK

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2014 | 15:03 WIB

Terkini

IPA Convex 2026: PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Percepatan Transisi Energi

IPA Convex 2026: PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Percepatan Transisi Energi

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:42 WIB

Rosan Masih Rahasiakan Struktur Pengurus Danantara Sumberdaya Indonesia

Rosan Masih Rahasiakan Struktur Pengurus Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:32 WIB

BTN Catatkan Laba Bersih Segmen Bank Rp 1,16 Triliun Hingga April 2026

BTN Catatkan Laba Bersih Segmen Bank Rp 1,16 Triliun Hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:26 WIB

Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank

Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:02 WIB

Asing Kembali Masuk, IHSG Membara di Sesi I Balik ke Level 6.100

Asing Kembali Masuk, IHSG Membara di Sesi I Balik ke Level 6.100

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:36 WIB

Mengerikan! BI Catat Defisit Transaksi Berjalan RI Melonjak Jadi Rp70 Triliun

Mengerikan! BI Catat Defisit Transaksi Berjalan RI Melonjak Jadi Rp70 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:16 WIB

Aset Kripto Berbasis Emas Kini Bisa Ditebus Jadi Koin Fisik

Aset Kripto Berbasis Emas Kini Bisa Ditebus Jadi Koin Fisik

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:04 WIB

PNM Dukung Integrasi Ekosistem UMKM Melalui SAPA UMKM

PNM Dukung Integrasi Ekosistem UMKM Melalui SAPA UMKM

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:39 WIB

Kemendag Keluarkan Regulasi Baru terkait Perdagangan Karet Alam

Kemendag Keluarkan Regulasi Baru terkait Perdagangan Karet Alam

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:26 WIB

Airlangga Ungkap Isi Aturan DHE SDA, Devisa Ekspor Wajib Disimpan di Bank Negara

Airlangga Ungkap Isi Aturan DHE SDA, Devisa Ekspor Wajib Disimpan di Bank Negara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:18 WIB