Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Harga Minyak Bisa 20 Dolar Amerika per Barel?

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 22 Desember 2014 | 12:45 WIB
Harga Minyak Bisa 20 Dolar Amerika per Barel?
Ilustrasi: Kilang minyak. (Shutterstock)

Suara.com - Ketika Bank Sentral Amerika alias The Fed menghentikan program quantitative easing, investor khawatir dengan semakin sedikitnya dolar Amerika yang berada di pasar uang internasional.

Kini, investor menghadapi kekhawatiran baru yaitu harga minyak dunia yang terus anjlok. Rendahnya permintaan menjadi faktor utama turunnya harga minyak mentah dunia.

Biasanya, ketika permintaan turun dan mempengaruhi harga minyak, negara-negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC langsung mengurangi produksinya. Dimulai dengan Arab Saudi yang secara de facto adalah pemimpin kartel minyak.

Arab Saudi akan langsung mengurangi produksi minyaknya agar harga minyak tidak terus anjlok. Namun, kali ini hal tersebut tidak terjadi. Arab Saudi tidak mau kehilangan pangsa pasarnya dari negara non-OPEC yang juga memproduksi minyak seperti Amerika Serikat.

Akibatnya, supply minyak di pasar berlebih sementara permintaan rendah dan membuat harga terjun bebas. Di sepanjang tahun ini, harga minyak mentah sudah turun 38 persen.  Dari 100 dolar Amerika per barel, kini harga minyak sudah di bawah 60 dolar Amerika per barel.

Padahal, negara-negara OPEC perlu harga minyak minimal 100 dolar Amerika per barel agar bisa menutup biaya produksi dan meraih keuntungan. Namun, sepertinya mereka tidak terlalu peduli dengan harga minyak yang turun karena masih mempunyai cadangan devisa yang besar.

Seberapa jauh harga minyak akan terus turun? Dalam perang harga yang terjadi saat ini, harga pasar global yang diperlukan untuk mendukung anggaran pemerintah bukan lagi menjadi isu utama. Bukan juga biaya total yang diperlukan untuk eksplorasi dan juga transportasi.

Yang penting adalah biaya marginal yaitu pengeluaran dari mendapatkan minyak setelah lubang digali dan pipa dipasang. Nominalnya antara 10-20 dolar Amerika per barel di Teluk Persia dan hampir sama dengan biaya ynag dikeluarkan di Amerika. Perkiraan angka 50 hingga 69 dolar Amerika untuk mencapai titik impas bagi ladang minyak di Amerika tidak lagi relevan.

Apabila produsen minyak besar belum juga mengurangi produksinya, maka harga minyak mentah akan terus turun. Bukan tidak mungkin, harga minyak akan jatuh hingga lebih dari 50 persen dari harga sekarang. Artinya, siap-siap untuk melihat harga minyak mentah dunia berada di level 20 dolar Amerika atau sekitar Rp250.000 per barel. (Bloomberg)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Minyak Dunia Sentuh Titik Terendah Sejak 2009

Harga Minyak Dunia Sentuh Titik Terendah Sejak 2009

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2014 | 07:32 WIB

Harga Minyak Anjlok, Investor Saham Mulai Khawatir

Harga Minyak Anjlok, Investor Saham Mulai Khawatir

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2014 | 10:22 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Turun Hingga 50 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Dunia Bisa Turun Hingga 50 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2014 | 07:20 WIB

Enam Bulan, Harga Minyak Dunia Turun 40 Persen

Enam Bulan, Harga Minyak Dunia Turun 40 Persen

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2014 | 07:24 WIB

Terkini

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:42 WIB

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:16 WIB

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:43 WIB

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:29 WIB

Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya

Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:19 WIB

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:34 WIB

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:28 WIB

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:19 WIB

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:18 WIB

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB