Mati Mendadak, Ratusan Ton Ikan di Danau Maninjau

Ardi Mandiri

Selasa, 30 Desember 2014 | 02:49 WIB
Mati Mendadak, Ratusan Ton Ikan di Danau Maninjau
shutterstock_45820270

Suara.com - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyatakan, ikan milik petani keramba jaring apung Danau Maninjau yang mati mendadak menjadi sekitar 100 ton dengan kerugian sekitar Rp3 miliar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam Ermanto di Lubuk Basung, Senin, mengatakan 100 ton ikan ini tersebar di Nagari Maninjau sekitar 30 ton dan Nagari Bayua sekitar 70 ton.

"Akibat kematian ini, petani keramba jaring apung mengalami kerugian sekitar Rp3 miliar, karena harga ikan di lokasi seharga Rp30.000 perkilogram. Ini merupakan data sementara yang diperoleh dari petani," katanya.

Ia menambahkan, kematian ikan ini diduga disebabkan oleh oksigen berkurang di perairan Danau Maninjau, akibat curah hujan terlalu tinggi di Kecamatan Tanjung Raya pada Kamis (25/12/2014).

Pada Minggu (28/12/2014), katanya, ikan milik petani mati mendadak sampai 100 ton hingga Senin (29/12/2014) sore.

Untuk mengurangi kematian lebih banyak, Ermanto meminta kepada petani untuk melakukan panen dini, mengurangi tebar benih ikan, dan mengurangi pemberian pakan ikan.

Bupati Agam Indra Catri mengatakan, pemkab setempat telah memberikan surat edaran agar mengurangi tebar benih pada Oktober 2014 sampai Januari 2014.

"Kami telah berulang kali mengingatkan agar pembudidaya mengurangi tebar benih ikan pada Oktober sampai Januari, karena curah hujan tinggi pada bulan itu," katanya.

Petani keramba jaring apung di Bancah Nagari Bayua, Candrianto (38), mengatakan, ikan miliknya mati sekitar tiga ton dari enam petak keramba jaring apung miliknya dan kerugian sekitar Rp60 juta.

"Rata-rata ikan milik petani di Bayua mati sekitar dua sampai lima ton. Kondisi ini sudah hal biasa, karena hampir setiap tahun ikan milik petani mati mendadak," katanya.

Ia menambahkan, kematian ikan ini terjadi semenjak Minggu (28/12/2014), setelah curah hujan tinggi melanda Kecamatan Tanjung Raya, sehingga oksigen berkurang di perairan. Dengan kematian ini, pihaknya berharap Pemkab Agam memberikan bantuan pakan ikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ribuan Ikan Mati Mendadak di Danau Meksiko

Ribuan Ikan Mati Mendadak di Danau Meksiko

News | Selasa, 02 September 2014 | 05:30 WIB

Terkini

Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember, Gus Ipul Pastikan Pendampingan Unhan Berlanjut

Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember, Gus Ipul Pastikan Pendampingan Unhan Berlanjut

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Tenaga Ahli Diekspor, Teknologi Diimpor: Paradoks Pembangunan Indonesia

Tenaga Ahli Diekspor, Teknologi Diimpor: Paradoks Pembangunan Indonesia

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:50 WIB

GoFood Manfaatkan Teknologi Digital untuk Bawa Kuliner Bandung Tembus Pasar Jakarta

GoFood Manfaatkan Teknologi Digital untuk Bawa Kuliner Bandung Tembus Pasar Jakarta

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Pontianak Infomedia Garap Pasar Komunitas lewat Kanal Berbahasa Mandarin

Pontianak Infomedia Garap Pasar Komunitas lewat Kanal Berbahasa Mandarin

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Komnas HAM Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Balik Karhutla: Masyarakat Sangat Menderita

Komnas HAM Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Balik Karhutla: Masyarakat Sangat Menderita

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:46 WIB

8 Korporasi di Kalbar Terseret Kasus Karhutla, Kapolri Ungkap Luas Lahan Terbakar

8 Korporasi di Kalbar Terseret Kasus Karhutla, Kapolri Ungkap Luas Lahan Terbakar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:46 WIB

9 Rekomendasi HP Murah Kamera Selfie Jernih untuk Live TikTok

9 Rekomendasi HP Murah Kamera Selfie Jernih untuk Live TikTok

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Penjualan BYD M6 Belum Mampu Mengusik Takhta Toyota Avanza Veloz di Pasar MPV

Penjualan BYD M6 Belum Mampu Mengusik Takhta Toyota Avanza Veloz di Pasar MPV

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Biang Kerok Kekalahan Persib Bandung dari Madura United Bikin Igor Tolic Senewen

Biang Kerok Kekalahan Persib Bandung dari Madura United Bikin Igor Tolic Senewen

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:42 WIB

IHSG Akhir Pekan Ditutup Melesat ke Level 5.439, Ini Saham-saham Big Banks Penopang

IHSG Akhir Pekan Ditutup Melesat ke Level 5.439, Ini Saham-saham Big Banks Penopang

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:37 WIB

×