Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.525,690
LQ45 644,593
Srikehati 313,693
JII 391,666
USD/IDR 17.685

Mati Mendadak, Ratusan Ton Ikan di Danau Maninjau

Ardi Mandiri

Selasa, 30 Desember 2014 | 02:49 WIB
Mati Mendadak, Ratusan Ton Ikan di Danau Maninjau
shutterstock_45820270

Suara.com - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyatakan, ikan milik petani keramba jaring apung Danau Maninjau yang mati mendadak menjadi sekitar 100 ton dengan kerugian sekitar Rp3 miliar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam Ermanto di Lubuk Basung, Senin, mengatakan 100 ton ikan ini tersebar di Nagari Maninjau sekitar 30 ton dan Nagari Bayua sekitar 70 ton.

"Akibat kematian ini, petani keramba jaring apung mengalami kerugian sekitar Rp3 miliar, karena harga ikan di lokasi seharga Rp30.000 perkilogram. Ini merupakan data sementara yang diperoleh dari petani," katanya.

Ia menambahkan, kematian ikan ini diduga disebabkan oleh oksigen berkurang di perairan Danau Maninjau, akibat curah hujan terlalu tinggi di Kecamatan Tanjung Raya pada Kamis (25/12/2014).

Pada Minggu (28/12/2014), katanya, ikan milik petani mati mendadak sampai 100 ton hingga Senin (29/12/2014) sore.

Untuk mengurangi kematian lebih banyak, Ermanto meminta kepada petani untuk melakukan panen dini, mengurangi tebar benih ikan, dan mengurangi pemberian pakan ikan.

Bupati Agam Indra Catri mengatakan, pemkab setempat telah memberikan surat edaran agar mengurangi tebar benih pada Oktober 2014 sampai Januari 2014.

"Kami telah berulang kali mengingatkan agar pembudidaya mengurangi tebar benih ikan pada Oktober sampai Januari, karena curah hujan tinggi pada bulan itu," katanya.

Petani keramba jaring apung di Bancah Nagari Bayua, Candrianto (38), mengatakan, ikan miliknya mati sekitar tiga ton dari enam petak keramba jaring apung miliknya dan kerugian sekitar Rp60 juta.

"Rata-rata ikan milik petani di Bayua mati sekitar dua sampai lima ton. Kondisi ini sudah hal biasa, karena hampir setiap tahun ikan milik petani mati mendadak," katanya.

Ia menambahkan, kematian ikan ini terjadi semenjak Minggu (28/12/2014), setelah curah hujan tinggi melanda Kecamatan Tanjung Raya, sehingga oksigen berkurang di perairan. Dengan kematian ini, pihaknya berharap Pemkab Agam memberikan bantuan pakan ikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ribuan Ikan Mati Mendadak di Danau Meksiko

Ribuan Ikan Mati Mendadak di Danau Meksiko

News | Selasa, 02 September 2014 | 05:30 WIB

Terkini

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Jabar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Video | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Lampung | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:03 WIB

×