Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Hari Ini Pelayaran Feri di NTT Kembali Dibuka

Liberty Jemadu | Suara.com

Senin, 12 Januari 2015 | 02:31 WIB
Hari Ini Pelayaran Feri di NTT Kembali Dibuka
Ilustrasi kapal feri (Antara)

Suara.com - Manajemen PT Feri Indonesia Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuka kembali layanan angkutan penyeberangan antar daerah di wilayah kepulauan ini pada Senin 12 Januari 2015. Pelayaran feri dibuka kembali karena angin dan ombak yang mulai mereda.

"Manajemen PT Feri Indonesia Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur mulai besok membuka kembali pelayaran tanggal 12 Januari 2015 karena cuaca kembali normal berdasarkan rekomendasi BMKG setempat," kata General Manager PT Feri Indonesia (Persero) Cabang Kupang, Arnol Yansen di Kupang, Minggu (11/1/2015).

Ia mengatakan untuk lintasan Kupang--Rote Ndao pergi-pulang akan dilayani KMP Ranaka dan KMP Umakalada. Sementara untuk lintasan Kupang--Sabu Raijua dan Waingapu Pulau Sumba akan dilayani KMP Ile Ape.

Sedangkan lintasan lain, seperti Kupang--Ende, Kupang--Aimere serta Kupang--Lewoleba dan Kupang Waibalun di Kabupaten Flores Timur akan menyesuaikan seperti jadwal sebelum penutupan tanggal 2 Januari 2015 lalu.

Ia mengatakan meskipun membuka kembali layanan pelayaran lintasan NTT, ASDP KLupang tetap mengimbau semua operator dan pengelola armada agar mentaati kebijakan ini untuk keamanan dan keselamatan bersama.

Sebab sudah hampir sepekan ini cuaca ekstrim melanda wilayah ini berupa hujan lebat dengan intensitas ringan hingga sedang disertai dengan angin kencang.

Hujan disertai angin itu telah ikut memicu tinggi gelombang maksimum di perairan Selatan Nusa Tenggara Timur, yang mencapai 5 meter.

Arnol juga mengatakan penghentian pelayaran tujuh kapal feri sejak 2 Januari lalu sudah merugikan PT ASDP, hingga miliaran rupiah.

"Dalam sehari untuk biaya tetap yang meliputi pembiayaan pegawai dan biaya pemeliharaan PT ASDP sudah merugi sampai Rp225 juta. Itu belum termasuk kerugian akibat tidak melayani jasa penyeberangan, dalam artian dari karcis para penumpang," katanya.

"Jadi kalau dalam sehari kami melayani karcis penumpang sebanyak 500 penumpang ditambah kendaraan, berapa kerugian yang kami alami? Kalau kami hitung mulai tanggal 1-11 Januari 2015 ini ada 18 rute yang tidak kami layani, maka total kerugian yang kami alami mencapai miliaran rupiah," tutup dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelayaran Feri di NTT Disetop Hingga 12 Januari

Pelayaran Feri di NTT Disetop Hingga 12 Januari

News | Jum'at, 09 Januari 2015 | 22:09 WIB

Italia Lanjutkan Evakuasi Korban Feri Terbakar di Yunani

Italia Lanjutkan Evakuasi Korban Feri Terbakar di Yunani

News | Senin, 29 Desember 2014 | 08:10 WIB

Kapal Italia Terbakar di Perairan Yunani, 1 Tewas

Kapal Italia Terbakar di Perairan Yunani, 1 Tewas

News | Senin, 29 Desember 2014 | 07:34 WIB

Presiden Tampung Keluhan Penumpang Kapal Feri

Presiden Tampung Keluhan Penumpang Kapal Feri

Bisnis | Selasa, 25 November 2014 | 11:49 WIB

Kapten Feri Sewol Divonis 36 Tahun Penjara

Kapten Feri Sewol Divonis 36 Tahun Penjara

News | Rabu, 12 November 2014 | 05:30 WIB

Kapal Feri Filipina Tenggelam, Setidaknya 21 Orang Hilang

Kapal Feri Filipina Tenggelam, Setidaknya 21 Orang Hilang

News | Minggu, 14 September 2014 | 03:13 WIB

Pencarian Korban Feri Tenggelam di Kapuas Dihentikan

Pencarian Korban Feri Tenggelam di Kapuas Dihentikan

News | Sabtu, 02 Agustus 2014 | 00:00 WIB

Kapal Feri Terbalik, Baru 6 Jenazah yang Ditemukan

Kapal Feri Terbalik, Baru 6 Jenazah yang Ditemukan

News | Kamis, 15 Mei 2014 | 19:20 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB