Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

2015, Pengusaha RealEstat Bangun 200 Ribu Rumah

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 21 Januari 2015 | 11:45 WIB
2015, Pengusaha RealEstat Bangun 200 Ribu Rumah
Ilustrasi: Rumah. (Shutterstock)

Suara.com - Persatuan Pengusaha Real-Estat Indonesia (PPREI) menargetkan untuk membangun sekitar 200.000 rumah baru di Indonesia pada 2015.

"Total yang kami targetkan sebanyak 211.128 unit, itu untuk Rumah Sederhana Tapak (RST). Sedangkan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) sebanyak 20.000 unit," kata Ketua Umum PPREI Eddy Hussy di Jakarta, Rabu, (21/1/2015).

Penargetan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kuantitas perumahan dari tahun lalu yang hanya 58.000 unit, padahal seharusnya dibangun 65.800 unit rumaha.

Selain itu, penargetan tersebut juga diharapkan mampu mendukung program satu juta rumah yang digulirkan pemerintahan sekarang.

"Kami berkomitmen pada program tersebut, tapi kami juga membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk mewujudkan terobosan di bidang ini," katanya.

Eddy mengusulkan sejumlah poin kepada pemerintah, antara lain penyederhanaan perizinan, kemudahan pembebasan tanah, subsidi uang muka, suku bunga maksimal 6,5 persen, hingga dukungan infrastruktur.

Apabila poin tersebut bisa terwujud maka PPREI yakin mampu menyelesaikan pembangunan perumahan hingga 700 persen dibanding realisasi 2014.

"Pemda juga harus ikut berperan, karena potensi pasar bisa dilihat dari ketersediaan data konsumen yang berhak mendapat FLPP," katanya.

Pada target pembangunan perumahan 2015 tersebut, jumlah terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Barat dengan 30.000 unit, Jawa Timur 25.000 unit, dan DKI Jakarta 23.686 unit.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merilis data kebutuhan perumahan yang belum terpenuhi (backlog) di Indonesia mencapai 13.526.000 unit.

Sebaran backlog tersebut ialah Pulau Sumatera 2.963, Jawa 7.794, Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara 692, Kalimantan 805, Sulawesi 950, Kepulauan Maluku 139, dan Papua 183 unit.

"Pembangunan satu juta rumah bukan masalah. PPREI yakin pertumbuhan properti di Indonesia akan meningkat lebih besar," ujarnya terkait kondisi backlog saat ini. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hapus Subsidi BBM, Pemerintah Bisa Bangun 1 Juta Rumah

Hapus Subsidi BBM, Pemerintah Bisa Bangun 1 Juta Rumah

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2015 | 09:32 WIB

Kota Ini Akan Terbebas dari Rumah Tidak Layak Huni

Kota Ini Akan Terbebas dari Rumah Tidak Layak Huni

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2015 | 08:39 WIB

Harga Rumah di Sentul Masih Murah dan Layak untuk Investasi

Harga Rumah di Sentul Masih Murah dan Layak untuk Investasi

Bisnis | Senin, 19 Januari 2015 | 08:30 WIB

Apersi Bertekad Sukseskan Program 1.000 Rumah Gratis

Apersi Bertekad Sukseskan Program 1.000 Rumah Gratis

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2015 | 02:43 WIB

PNPM Mandiri Perkotaan Perbaiki Rumah yang Tak Layak Tinggal

PNPM Mandiri Perkotaan Perbaiki Rumah yang Tak Layak Tinggal

Bisnis | Senin, 12 Januari 2015 | 13:59 WIB

Terkini

IHSG Masih Tertekan di Awal Sesi ke Level 7.528

IHSG Masih Tertekan di Awal Sesi ke Level 7.528

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 09:16 WIB

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Kini Rp 2,83 Juta/Gram

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Kini Rp 2,83 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:58 WIB

IHSG DIproyeksi Kebanjiran Dana Asing, Jadi Sentimen Positif di Tengah Perang

IHSG DIproyeksi Kebanjiran Dana Asing, Jadi Sentimen Positif di Tengah Perang

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:55 WIB

Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi, Antam Hingga UBS Kompak Meroket

Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi, Antam Hingga UBS Kompak Meroket

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:28 WIB

Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:24 WIB

TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut

TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:13 WIB

BRI Life Incar Pasar Gen Z Lewat Asuransi MODI

BRI Life Incar Pasar Gen Z Lewat Asuransi MODI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:13 WIB

Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar

Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 07:48 WIB

Imbas El Nio Godzilla, Jasindo Pastikan Klaim Premi Asuranis Buat Petani Lancar

Imbas El Nio Godzilla, Jasindo Pastikan Klaim Premi Asuranis Buat Petani Lancar

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 07:44 WIB

OJK: MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, Sinyal Positif untuk Investor Asing

OJK: MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, Sinyal Positif untuk Investor Asing

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 07:24 WIB