2015, Pengusaha RealEstat Bangun 200 Ribu Rumah

Doddy Rosadi

Rabu, 21 Januari 2015 | 11:45 WIB
2015, Pengusaha RealEstat Bangun 200 Ribu Rumah
Ilustrasi: Rumah. (Shutterstock)

Suara.com - Persatuan Pengusaha Real-Estat Indonesia (PPREI) menargetkan untuk membangun sekitar 200.000 rumah baru di Indonesia pada 2015.

"Total yang kami targetkan sebanyak 211.128 unit, itu untuk Rumah Sederhana Tapak (RST). Sedangkan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) sebanyak 20.000 unit," kata Ketua Umum PPREI Eddy Hussy di Jakarta, Rabu, (21/1/2015).

Penargetan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kuantitas perumahan dari tahun lalu yang hanya 58.000 unit, padahal seharusnya dibangun 65.800 unit rumaha.

Selain itu, penargetan tersebut juga diharapkan mampu mendukung program satu juta rumah yang digulirkan pemerintahan sekarang.

"Kami berkomitmen pada program tersebut, tapi kami juga membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk mewujudkan terobosan di bidang ini," katanya.

Eddy mengusulkan sejumlah poin kepada pemerintah, antara lain penyederhanaan perizinan, kemudahan pembebasan tanah, subsidi uang muka, suku bunga maksimal 6,5 persen, hingga dukungan infrastruktur.

Apabila poin tersebut bisa terwujud maka PPREI yakin mampu menyelesaikan pembangunan perumahan hingga 700 persen dibanding realisasi 2014.

"Pemda juga harus ikut berperan, karena potensi pasar bisa dilihat dari ketersediaan data konsumen yang berhak mendapat FLPP," katanya.

Pada target pembangunan perumahan 2015 tersebut, jumlah terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Barat dengan 30.000 unit, Jawa Timur 25.000 unit, dan DKI Jakarta 23.686 unit.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merilis data kebutuhan perumahan yang belum terpenuhi (backlog) di Indonesia mencapai 13.526.000 unit.

Sebaran backlog tersebut ialah Pulau Sumatera 2.963, Jawa 7.794, Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara 692, Kalimantan 805, Sulawesi 950, Kepulauan Maluku 139, dan Papua 183 unit.

"Pembangunan satu juta rumah bukan masalah. PPREI yakin pertumbuhan properti di Indonesia akan meningkat lebih besar," ujarnya terkait kondisi backlog saat ini. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hapus Subsidi BBM, Pemerintah Bisa Bangun 1 Juta Rumah

Hapus Subsidi BBM, Pemerintah Bisa Bangun 1 Juta Rumah

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2015 | 09:32 WIB

Kota Ini Akan Terbebas dari Rumah Tidak Layak Huni

Kota Ini Akan Terbebas dari Rumah Tidak Layak Huni

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2015 | 08:39 WIB

Harga Rumah di Sentul Masih Murah dan Layak untuk Investasi

Harga Rumah di Sentul Masih Murah dan Layak untuk Investasi

Bisnis | Senin, 19 Januari 2015 | 08:30 WIB

Apersi Bertekad Sukseskan Program 1.000 Rumah Gratis

Apersi Bertekad Sukseskan Program 1.000 Rumah Gratis

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2015 | 02:43 WIB

PNPM Mandiri Perkotaan Perbaiki Rumah yang Tak Layak Tinggal

PNPM Mandiri Perkotaan Perbaiki Rumah yang Tak Layak Tinggal

Bisnis | Senin, 12 Januari 2015 | 13:59 WIB

Terkini

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:35 WIB

Review Godzilla Minus Zero: Ketika Teror Monster Menjadi Alegori Trauma

Review Godzilla Minus Zero: Ketika Teror Monster Menjadi Alegori Trauma

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 07:30 WIB

Jokowi Minta Keadilan Usai Tunjukkan 4 Ijazah Asli di Sidang Kasus Tuduhan Ijazah Palsu

Jokowi Minta Keadilan Usai Tunjukkan 4 Ijazah Asli di Sidang Kasus Tuduhan Ijazah Palsu

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:15 WIB

Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan

Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan

Kaltim | Jum'at, 06 November 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Kehidupannya Lebih Baik Mulai 6 November 2026, Banyak Perubahan Positif

4 Shio yang Kehidupannya Lebih Baik Mulai 6 November 2026, Banyak Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:04 WIB

Momen Pemakaman Prajurit TNI yang Gugur dalam Operasi Karhutla

Momen Pemakaman Prajurit TNI yang Gugur dalam Operasi Karhutla

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 07:00 WIB

Agensi Umumkan Lee Know Stray Kids Akan Mulai Wajib Militer pada Awal 2027

Agensi Umumkan Lee Know Stray Kids Akan Mulai Wajib Militer pada Awal 2027

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 07:00 WIB

PKB Apresiasi Kapolri soal Penanganan Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Listyo Sigit

PKB Apresiasi Kapolri soal Penanganan Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Listyo Sigit

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:00 WIB

×