Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

IHSG DIproyeksi Kebanjiran Dana Asing, Jadi Sentimen Positif di Tengah Perang

M Nurhadi

Rabu, 22 April 2026 | 08:55 WIB
IHSG DIproyeksi Kebanjiran Dana Asing, Jadi Sentimen Positif di Tengah Perang
Para investor diperingatakan untuk mewaspadai dinamika di bursa dengan IHSG yang terus menguat tapi tak sejalan dengan nilai tukar rupiah dan kondisi riil perusahaan. [Antara]
  • IHSG melemah tipis 0,46% kemarin, namun investor asing mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp243 miliar pada sektor energi.
  • Bursa Wall Street melemah akibat kekhawatiran geopolitik AS-Iran, sementara mayoritas bursa Asia justru menguat karena optimisme teknologi.
  • Investor disarankan melakukan strategi trading cepat pada saham pilihan dengan memperhatikan level teknikal untuk menghadapi pasar sideways.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan kemarin dengan catatan koreksi tipis sebesar 0,46%. Meski indeks menunjukkan pelemahan, ada fenomena menarik yang patut dicermati oleh para investor lokal: aliran modal asing masih terpantau deras masuk ke lantai bursa.

Tercatat, investor mancanegara melakukan aksi beli bersih (net buy) mencapai kurang lebih Rp243 miliar. Beberapa saham yang menjadi incaran utama para "raksasa" asing ini didominasi oleh sektor energi dan pertambangan, seperti EMAS, INDY, UNTR, serta saham-saham seperti BNBR dan BULL.

Melihat dinamika tersebut, IHSG hari ini diperkirakan tidak akan bergerak secara agresif melainkan cenderung mendatar atau sideways. Secara teknikal, pergerakan indeks akan menguji level pendukung (support) di rentang 7450-7500.

Jika mampu bertahan di atas level tersebut, IHSG memiliki ruang untuk mencoba menembus area perlawanan (resistance) di kisaran 7570-7600.

Ketidakpastian arah pasar lokal ini tidak lepas dari tekanan eksternal yang datang dari bursa global yang sedang mengalami fluktuasi tajam akibat isu geopolitik yang tak kunjung usai.

Wall Street Terkoreksi: Harapan Damai yang Memudar

Beralih ke panggung global, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street harus merelakan posisinya ditutup kompak melemah pada perdagangan Selasa (21/4).

Kekhawatiran para pelaku pasar kian menebal setelah muncul sinyal bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mungkin tidak akan tercapai dalam waktu dekat, terutama sebelum tenggat gencatan senjata berakhir.

Indeks S&P 500 tercatat turun 0,63%, sementara Nasdaq Composite dan Dow Jones Industrial Average masing-masing terkoreksi sebesar 0,59%.

Sentimen negatif ini semakin diperparah dengan laporan penundaan rencana kunjungan Wakil Presiden AS, JD Vance, yang dijadwalkan mengikuti negosiasi dengan pihak Teheran.

Penundaan tersebut dikabarkan terjadi karena kurangnya komitmen dari pihak Iran dalam proses perundingan.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump justru memberikan pernyataan yang cukup kontradiktif dengan memperpanjang masa gencatan senjata hingga adanya proposal resmi, namun tetap menegaskan bahwa militer AS dalam posisi siaga tempur jika kesepakatan buntu.

Meskipun bursa secara umum memerah, saham raksasa seperti UnitedHealth Group justru melonjak 7% berkat kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi, serta Amazon yang menguat tipis setelah mengumumkan investasi masif di perusahaan AI, Anthropic.

Kontras di Bursa Asia dan Sinyal Positif Sektor Teknologi

Berbeda dengan kelesuan di New York, mayoritas bursa saham Asia justru menunjukkan ketangguhan dengan menutup perdagangan di zona hijau. Investor di kawasan Asia tampaknya masih memupuk optimisme terhadap peluang negosiasi damai AS-Iran serta terdorong oleh euforia sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut

TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:13 WIB

Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar

Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 07:48 WIB

Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

News | Rabu, 22 April 2026 | 07:44 WIB

Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata

Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:01 WIB

Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026

Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:04 WIB

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:05 WIB

Terkini

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:35 WIB

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:10 WIB

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:35 WIB

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:39 WIB

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:44 WIB

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:07 WIB

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:46 WIB

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:37 WIB

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:11 WIB

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB