Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Ini Rencana 5 Tahun Menteri Susi untuk Laut Indonesia

Arsito Hidayatullah | Tengku Sufiyanto | Suara.com

Rabu, 21 Januari 2015 | 18:22 WIB
Ini Rencana 5 Tahun Menteri Susi untuk Laut Indonesia
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Antara)

Suara.com - Dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR untuk membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan rencana-rencana yang akan dilakukannya sepanjang 5 tahun ke depan.

Dalam salah satu rencana tersebut, ungkap Susi Pudjiastuti, pemerintah melalui pihaknya ingin menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.

"Kita ingin menjadikan laut sebagai masa depan bangsa. Kita punya wilayah dua per tiganya air. Akan dibuat arah kebijakan untuk 2015-2019," ungkap Susi, dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Susi menjelaskan, rencana tersebut dilakukan melalui beberapa tahap. Yang pertama, pemerintah akan mengelola sumber daya kelautan secara berkelanjutan, sesuai dengan arahan menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.

"Jadi, direncanakan dengan benar (mulai) dari zonasi tangkap, jenis, dan lainnya. Karena dengan panjang pantai 91 juta km itu, dibandingkan di dunia kita (punya) pantai nomor dua terpanjang. Tapi ekspor kita hanya nomor lima di ASEAN," jelasnya.

Tahap kedua, menurut Susi, pihaknya berkeinginan untuk meningkatkan daya saing yang berkelanjutan di sektor perikanan. Caranya adalah dengan menjaga bisnis perikanan dan metode penangkapan.

"Ketiga, mengembangkan kompetensi SDM dan iptek. Keempat, membangun tata kelola yang efektif dan akuntabel. Karena sumber daya alam sangat besar, saya ingin pengelolaan di industri perikanan akuntabel dan transparan," tuturnya.

Untuk mencapai fokus tersebut, Susi mengatakan bahwa dirinya akan fokus memberantas pencurian ikan atau Illegal Unreported Unregulated (IUU) Fishing.

"Ada 1.300 kapal eks-asing yang mengambil ikan di Indonesia. Bisa dibayangkan, berapa banyak ikan yang bisa dicuri dari kapal-kapal ini. Untuk itu, kita berantas itu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kebijakan Menteri Susi Membuat "Shock" Asosiasi Perikanan

Kebijakan Menteri Susi Membuat "Shock" Asosiasi Perikanan

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2015 | 12:40 WIB

Susi Pudjiastuti, Menteri Lulusan SMP Pertama di Era Reformasi

Susi Pudjiastuti, Menteri Lulusan SMP Pertama di Era Reformasi

News | Senin, 29 Desember 2014 | 06:00 WIB

Tenggelamkan Kapal Nelayan Asing, Susi Disorot Media Luar Negeri

Tenggelamkan Kapal Nelayan Asing, Susi Disorot Media Luar Negeri

News | Senin, 22 Desember 2014 | 19:29 WIB

Terkini

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:40 WIB

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB