IPW: Pemerintah 'Pemberi Harapan Palsu' dalam Program Perumahan

Doddy Rosadi

Senin, 23 Februari 2015 | 16:08 WIB
IPW: Pemerintah 'Pemberi Harapan Palsu' dalam Program Perumahan
Pengunjung berada di dekat sebuah maket rumah yang ditawarkan pengembang. (Antara/Rekotomo)

Suara.com - LSM Perumahan Indonesia Property Watch menilai saat ini pemerintah terkesan terlalu cepat memberikan pernyataan mengenai program perumahan tanpa disertai dengan program kerja yang jelas. Direktur Eksekutif IPW, Ali Tranghanda mengungkapkan, semua program perumahan yang didengungkan pemerintah terkesan sangat muluk sehingga banyak pihak yang memandang hal tersebut tidak lebih cuma sekedar PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Ali mengingatkan bahwa saat ini berapa pun angka backlog perumahan telah sangat tinggi dan tidak ada kerja nyata dalam sektor perumahan sejauh ini. Sejumlah program yang harus segera dibuktikan adalah program 1 juta rumah.

“Program ini sangat baik bila dilihat dari semangatnya namun tentunya tidak semudah dalam pelaksanaannya. Bayangkan saat ini pemerintah rata-rata menargetkan 200 ribuan unit per tahun untuk membangun rumah rakyat, namun paling mentok hanya tercapai 150 ribuan dan ironisnya itupun seluruhnya dibangun oleh pihak swasta. Tanpa mencoba untuk pesimis, namuan tentunya kita harus tahu dan mempertanyakan program kerja seperti apa yang bisa menyukseskan program tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, Senin (23/2/2015).

Selain itu, kata Ali, dua program lain yang juga harus segera direalisasikan adalah penghapusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Dua hal lain yang tidak kalah penting adalah Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan pembangunan rusunawa.

“Tabungan Perumahan Rakyat saat ini masih digodok di DPR, namun dengan kondisi politik saat ini, program Tapera sarat akan konflik kepentingan karena menyangkut uang yang besar bisa mencapai Rp5 Triliun dalam sebulan. Sehingga mekanisme penyalurannya harus jelas. Sementara itu, sebelum melakukan pembangunan rusunawa di beberapa kota seharusnya pemerintah mempunyai data pasti berapa banyak kebutuhan di daerah tersebut. Hal ini untuk menghindari salahnya target pemerintah yang hanya dilihat dari aspek fisik. Artinya rusunawa terbangun namun kemudian tidak terisi karena tidak ada kebutuhan,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengembang Properti Masih 'Takut' Naikkan Harga Jual Rumah

Pengembang Properti Masih 'Takut' Naikkan Harga Jual Rumah

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2015 | 13:45 WIB

Ini Lima Faktor untuk Mewujudkan Program 1 Juta Rumah

Ini Lima Faktor untuk Mewujudkan Program 1 Juta Rumah

Bisnis | Senin, 26 Januari 2015 | 15:40 WIB

Sepanjang 2014, Transaksi RealEstate di Asia Melesat

Sepanjang 2014, Transaksi RealEstate di Asia Melesat

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2015 | 06:26 WIB

Investor Asing Masih Tergiur dengan Sektor Properti

Investor Asing Masih Tergiur dengan Sektor Properti

Bisnis | Senin, 19 Januari 2015 | 10:41 WIB

Terkini

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

×