Indonesia Perlu Banyak Bank Berskala ASEAN

Doddy Rosadi

Rabu, 04 Maret 2015 | 13:21 WIB
Indonesia Perlu Banyak Bank Berskala ASEAN
Ilustrasi: Transaksi di perbankan. (Antara/Wahyu Putro)

Suara.com - Anggota Komisi XI DPR Andreas Eddy Susetyo menilai Indonesia harus mempunyai banyak bank berskala ASEAN agar perekonomian nasional terdongkrak serta mampu menghadapi era kompetisi yang sengit dengan bank-bank asing.  

"Kalau tidak, ekonomi Indonesia akan selalu kalah dari negara ASEAN terutama Singapura dan Malaysia. Itulah kenapa perlunya bank-bank melakukan konsolidasi dengan banyak bank. Dalam menghadapi kompetisi tersebut, Indonesia harus memiliki bank besar yang kuat," ujar Andreas.

Indonesia, lanjut Andreas, membutuhkan bank besar agar dapat menopang laju pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, bila ekonomi nasional kuat, Indonesia maka bisa menjadi negara perekonomian terbesar ketujuh dunia.

"Sangat perlu. Untuk KTT ekonomi Asia pada 2020 nanti, kita harus memenuhi persyaratan Qualified ASEAN Bank (QAB)," kata Andreas.

Andreas menuturkan, meski saat ini perekonomian Indonesia masuk 15 besar, Indonesia belum memiliki bank berskala besar yang mampu menyaingi bank-bank Singapura ataupun Malaysia. Sedangkan, Singapura dan Malaysia, meski tidak masuk perekonomian 15 besar dunia, bank- bank dari kedua negara itu justru lebih besar dari Indonesia.

"Maka dari itu, supaya bisa unggul dari Malaysia dan Singapura, harus bisa menetapkan kebijakan konsolidasi melalui perkembangan nonorganik (merger antar bank swasta dan bank BUMN)," ujar Andreas.

Di Singapura dan Malaysia, skala bank kian membesar dan mampu bersaing di tingkat regional akibat proses konsolidasi yang dilakukan oleh pemerintahnya. Cuma tiga bank Tahun 1990 hingga 2013, pemerintah Singapura mengonsolidasikan jumlah perbankannya dari 13 bank menjadi tinggal tiga bank yang besar-besar, yakni DBS Bank, OCBC Bank, dan UOB Bank.

Sementara itu. Malaysia juga melakukan hal serupa sepanjang periode 1990 hingga 2013, dimana jumlah banknya dikonsolidasikan dari 28 bank menjadi tinggal delapan bank besar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

MEA Dapat Rugikan Ekonomi Indonesia

MEA Dapat Rugikan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Senin, 02 Februari 2015 | 18:48 WIB

Menkeu: Sektor Manufaktur Bantu Indonesia Hadapi MEA

Menkeu: Sektor Manufaktur Bantu Indonesia Hadapi MEA

Bisnis | Sabtu, 31 Januari 2015 | 02:48 WIB

Bank yang 'Sakit' Akan Dibangkrutkan

Bank yang 'Sakit' Akan Dibangkrutkan

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2015 | 13:11 WIB

Jokowi: Negara ASEAN Takut 'Diserbu' Pengusaha Indonesia

Jokowi: Negara ASEAN Takut 'Diserbu' Pengusaha Indonesia

Bisnis | Senin, 12 Januari 2015 | 18:24 WIB

Dirut BTN: Positif, Prospek Perbankan di 2015

Dirut BTN: Positif, Prospek Perbankan di 2015

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2015 | 16:15 WIB

Terkini

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×