Menkeu: Sektor Manufaktur Bantu Indonesia Hadapi MEA

Arsito Hidayatullah

Sabtu, 31 Januari 2015 | 02:48 WIB
Menkeu: Sektor Manufaktur Bantu Indonesia Hadapi MEA
Ilustrasi industri otomotif. [Shutterstock/Rainer Plendl]

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, sektor industri manufaktur dapat membantu Indonesia dalam menghadapi persaingan di tingkat regional, menjelang implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2016.

"Kalau persaingannya terkait barang, saya mempunyai optimisme, karena ada tiga sektor manufaktur Indonesia yang bisa bersaing," kata Bambang, saat menyampaikan pandangan dalam seminar Masyarakat Ekonomi ASEAN di Jakarta, Jumat (30/1/2015) malam.

Menkeu menjelaskan, Indonesia harus mengembangkan daya saing produk dalam negeri, agar memiliki keunggulan komparatif atas barang dari negara lain. Terutama sekali dari negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, serta Filipina.

Untuk itu, menurut Bambang, sektor manufaktur dapat menjadi andalan yang bisa menghasilkan produk turunan unggulan bagi Indonesia. Hal ini mengingat negara-negara di Asia Tenggara memiliki produk komoditas sumber daya alam (SDA) yang tidak jauh berbeda.

Sektor manufaktur yang bisa berkembang di Indonesia, menurut Menkeu lagi, antara lain yang berbasis sumber daya alam, berbasis konsumsi dalam jumlah besar, serta produk substitusi impor.

Untuk sektor manufaktur berbasis sumber daya alam, hal ini disebut wajib dilakukan, karena selama ini Indonesia terlalu banyak mengekspor bahan komoditas mentah, seperti kakao, CPO, karet, maupun nikel, yang tidak bernilai tambah bagi kualitas perekonomian nasional.

"Misalnya, Cina impor nikel dari Indonesia. Karena memiliki banyak smelter, mereka yang mendapat nilai tambah. Padahal negara mana pun kalau sektor manufakturnya sukses, bisa memiliki industri baja yang kuat. Untuk itu, kalau kita bisa hilirisasi, kita tidak punya lawan di ASEAN," kata Bambang.

Kemudian untuk sektor manufaktur yang berbasis konsumsi dalam jumlah besar, seperti industri otomotif, Indonesia menurut Menkeu mempunyai peluang untuk bersaing, karena telah memiliki pabrik yang memproduksi jenis kendaraan untuk keluarga.

"Ini seperti memakai pendekatan Cina, karena semakin berproduksi semakin bagus skala ekonominya. Saat ini, makin banyak industri yang bisa memanfaatkan dan menjangkau masyarakat Indonesia. Mereka melihat Indonesia sebagai pasar baru, terutama kendaraan niaga," ujarnya.

Sedangkan untuk sektor manufaktur substitusi impor, Bambang menjelaskan, itu sangat terkait dengan pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, dan pembangkit listrik yang dicanangkan pemerintahan baru. Ini terutama karena tidak mungkin Indonesia terus-menerus melakukan impor komponen pendukung.

"Percuma kita punya galangan, kalau tidak ada kapalnya. Daripada impor, kita bangun substitusi kapal, terutama kapal skala besar. Untuk keperluan pembangkit listrik, kalau kebutuhan boiler, turbin dan trafo bisa dikembangkan di Indonesia, maka industri akan hidup," katanya lagi.

Bambang juga mengatakan, apabila pembenahan dilakukan terhadap tiga jenis sektor manufaktur tersebut, maka Indonesia akan memiliki daya saing dan tingkat kompetisi yang tinggi, sehingga mampu bersaing dalam tingkat regional dan global secara keseluruhan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS Ungkap Industri Manufaktur RI Menguat di Q3 2026, IKBM Ekspansi ke Level 52,75

BPS Ungkap Industri Manufaktur RI Menguat di Q3 2026, IKBM Ekspansi ke Level 52,75

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 10:42 WIB

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 20:00 WIB

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Masih Terjaga, Pede Kuat Sampai Akhir Tahun

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Masih Terjaga, Pede Kuat Sampai Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 14:00 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

PMI Manufaktur Melonjak, Menperin Berharap Berdampak ke Lapangan Pekerjaan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 20:14 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Suahasil Sebut Manufaktur Indonesia Mulai Ekspansif di September 2026

Suahasil Sebut Manufaktur Indonesia Mulai Ekspansif di September 2026

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:57 WIB

Industri Alat Medis Dituntut Efisien, Limbah Produksi Jadi Sorotan

Industri Alat Medis Dituntut Efisien, Limbah Produksi Jadi Sorotan

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Pertumbuhan Ekonomi 8% Hanya Mimpi Jika Industri Manufaktur Lesu

Pertumbuhan Ekonomi 8% Hanya Mimpi Jika Industri Manufaktur Lesu

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 18:08 WIB

Terkini

Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Ancam Somasi Penyebar Isu dalam 3x24 Jam

Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Ancam Somasi Penyebar Isu dalam 3x24 Jam

News | Sabtu, 07 November 2026 | 14:45 WIB

CORE Indonesia Ungkap Ekonomi Tumbuh 5 Persen, Tapi Daya Beli Kelas Menengah Mentok Sejak 2018

CORE Indonesia Ungkap Ekonomi Tumbuh 5 Persen, Tapi Daya Beli Kelas Menengah Mentok Sejak 2018

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 14:39 WIB

4 Skincare Viva Murah untuk Memudarkan Flek Hitam Menahun pada Wanita Menopause

4 Skincare Viva Murah untuk Memudarkan Flek Hitam Menahun pada Wanita Menopause

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:36 WIB

Apa Kegunaan Minyak Cendana Mustika Ratu? Ini Manfaat dan Cara Pakainya

Apa Kegunaan Minyak Cendana Mustika Ratu? Ini Manfaat dan Cara Pakainya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:35 WIB

Sinopsis The Palace Stewardess, Dracin Ding Yu Xi dan Song Zu Er di WeTV

Sinopsis The Palace Stewardess, Dracin Ding Yu Xi dan Song Zu Er di WeTV

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 14:30 WIB

Kepergok di Puncak Tower, Residivis Spesialis Kabel BTS Terjun ke Kebun Sebelum Dibekuk Polisi

Kepergok di Puncak Tower, Residivis Spesialis Kabel BTS Terjun ke Kebun Sebelum Dibekuk Polisi

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 14:25 WIB

Hoka vs ASICS, Mana yang Lebih Bagus untuk Lari Jarak Jauh? Ini Bedanya

Hoka vs ASICS, Mana yang Lebih Bagus untuk Lari Jarak Jauh? Ini Bedanya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:21 WIB

Bolehkah Berenang saat Hujan? Kenali Risiko dan Bahayanya bagi Kesehatan

Bolehkah Berenang saat Hujan? Kenali Risiko dan Bahayanya bagi Kesehatan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:15 WIB

Dari Golden Bridge hingga Hoi An di Da Nang, Ini Pesona Vietnam yang Kini Makin Mudah Dijangkau

Dari Golden Bridge hingga Hoi An di Da Nang, Ini Pesona Vietnam yang Kini Makin Mudah Dijangkau

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:13 WIB

HP Tahan Air dan Baterai 10.000 mAh, REDMI Note 17 Pro Series Bidik Pengguna Aktif

HP Tahan Air dan Baterai 10.000 mAh, REDMI Note 17 Pro Series Bidik Pengguna Aktif

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 14:04 WIB

×