Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Program Sejuta Rumah Bisa Manfaatkan Aset BUMN yang "Idle"

Doddy Rosadi

Selasa, 10 Maret 2015 | 11:26 WIB
Program Sejuta Rumah Bisa Manfaatkan Aset BUMN yang "Idle"
Ilustrasi: Pengunjung tampak memadati area pameran Indonesia Properti Expo 2015, di Hall A Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Program sejuta rumah yang rencananya akan melakukan ground breaking pada April mendatang masih banyak diragukan.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, hingga kini , program ini masih kabur. Kata dia, pemerintah terlalu percaya diri melaksanakan program ini dengan suku bunga rendah dan bantuan uang muka.

“Namun yang paling mendasar dan yang sulit untuk diadakan adalah mengenai bank tanah.  Bank tanah merupakan tanah-tanah milik pemerintah yang sedianya dapat dibangun rumah rakyat mengingat harga dapat dipatok sesuai target pemerintah tanpa masuk dalam mekanisme pasar perumahan secara umum. Namun sangat disayangkan saat ini pemerintah belum membentuk badan yang fokus untuk mengurus bank tanah ini. Darimana asal bank tanah ? Bank tanah dapat berasal dari pengadaan tanah atau pembelian tanah, aset idle BUMN/BUMD/Pemda,” kata Ali dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Kata dia, pemda seharusnya sudah menyiapkan bank tanah di masing-masing wilayahnya. Banyak pemda saat ini belum sadar mengenai pentingnya bank tanah untuk dibangun perumahan rakyat di daerahnya.

Selain itu aset yang menganggur milik BUMN dapat menambah ketersediaan bank tanah untuk rumah rakyat. Berdasarkan data yang diperoleh Indonesia Property Watch, diperkirakan senilai Rp590 triliun atau sebesar 18% dari total aset BUMN merupakan aset yang idle alias menganggur dan belum dimanfaatkan atau yang masih mempunyai permasalahan (biasanya masalah legal).

“Dengan aset sebesar itu paling tidak terdapat 60.000 hektar tanah milik BUMN yang menganggur dan sebagian dapat dimanfaatkan untuk perumahan rakyat. Dengan asumsi dibangun 1 juta rumah dengan T. 21/60, maka diperlukan lahan 10.000 ha atau hanya 17% dari aset menganggur yang ada,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Program Infrastruktur Harus Sejalan dengan Program Sejuta Rumah

Program Infrastruktur Harus Sejalan dengan Program Sejuta Rumah

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2015 | 16:13 WIB

Ini Lima Faktor untuk Mewujudkan Program 1 Juta Rumah

Ini Lima Faktor untuk Mewujudkan Program 1 Juta Rumah

Bisnis | Senin, 26 Januari 2015 | 15:40 WIB

KemenPU-Pera Tak Punya Uang untuk Bangun 2 Juta Unit Rumah

KemenPU-Pera Tak Punya Uang untuk Bangun 2 Juta Unit Rumah

Bisnis | Senin, 12 Januari 2015 | 15:51 WIB

Dipertanyakan, Janji Jokowi Bangun 10 Juta Rumah

Dipertanyakan, Janji Jokowi Bangun 10 Juta Rumah

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2014 | 16:00 WIB

 Pemerintah Disarankan Bentuk Badan Pelaksana Perumahan

Pemerintah Disarankan Bentuk Badan Pelaksana Perumahan

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 13:08 WIB

Kebijakan Pemerintah di Sektor Perumahan Tidak Sinkron

Kebijakan Pemerintah di Sektor Perumahan Tidak Sinkron

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2014 | 14:21 WIB

Terkini

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34 WIB

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:06 WIB

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:42 WIB

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:30 WIB

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:12 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:10 WIB

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:24 WIB

×