Kebijakan Pemerintah di Sektor Perumahan Tidak Sinkron

Doddy Rosadi

Jum'at, 13 Juni 2014 | 14:21 WIB
Kebijakan Pemerintah di Sektor Perumahan Tidak Sinkron
Ilustrasi: Rumah. (www.perumnas.com)

Suara.com - Penghapusan Pajak Pertambahan Nilau untuk rumah murah dengan kisaran harga Rp 105 juta-Rp 165 juta sesuai zonasi melalui Peraturan Menteri Keuangan merupakan bukti tidak sinkronnya kebijakan-kebijakan yang terjadi di sektor perumahan rakyat.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan, pada dasarnya penghapusan PPN akan meningkatkan daya beli masyarakat untuk membeli rumah murah. Namun demikian penghapusan ini terlambat karena harga rumah murah saat ini dengan kondisi lapangan yang ada sudah ketinggalan.

“Artinya peraturan yang diambil selalu terlambat dengan standar harga rumah patokan lama sedangkan harga rumah saat ini sudah semakin mahal. Akibatnya kebijakan yang diambil menjadi tidak terlalu berarti karena akar permasalahan perumahan nasional saat ini belum terselesaikan. Masalah rumah murah bukan sekadar subsidi atau penghapusan PPN, namun lebih pada ketersediaan tanah yang murah bagi rakyat yang dapat dilakukan dengan terbentuknya bank tanah milik pemerintah,” kata Ali dalam laman resmi IPW, Jumat (13/6/2014).

Kata dia, seharusnya pemerintah dapat melakukan peraturan yang secara otomatis memberlakukan penghapusan PPN untuk rumah murah bersamaan dengan peraturan Kementerian Perumahan Rakyat untuk penetapan harga rumah murah.

Di sisi lain, Kementerian Perumahan Rakyat merencanakan penghapusan subsidi untuk Rumah Sederhana Tapak (RST) pada tahun 2015.

“Kebijakan-kebijakan yang menjadi tidak ada artinya, karena selalu bersifat tambal sulam dan kontraproduktif. Buruknya koordinasi antara lembaga pemerintah ini yang membuat penyediaan rumah murah sangat terhambat. Kebijakan-kebijakan yang diambil seringkali membuat pasar rumah murah menjadi bingung dan tanpa arah karena sangat rentan dengan kebijakan pemerintah yang diambil,” tegasnya.

Ali meminta pemerintah tidak menyalahkan pengembang rumah murah bila lambat laun tidak berminat untuk memproduksi rumah murah karena banyaknya aturan dan ketidaksinkronan kebijakan tersebut.

“Belum adanya road map yang jelas di sektor perumahan rakyat pun menjadi sebab terjadinya kebijakan-kebijakan tambal sulam yang seharusnya tidak terjadi,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kebijakan Publik untuk Memudahkan Rakyat, Mengapa Justru Bisa Menyusahkan?

Kebijakan Publik untuk Memudahkan Rakyat, Mengapa Justru Bisa Menyusahkan?

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Sah! Tiket Pesawat Nataru 2026 Bebas PPN 100 Persen, Cek Syarat dan Tanggalnya!

Sah! Tiket Pesawat Nataru 2026 Bebas PPN 100 Persen, Cek Syarat dan Tanggalnya!

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Haruskah Menunggu Semuanya Krisis Dulu untuk Menyadari Ada yang Salah?

Haruskah Menunggu Semuanya Krisis Dulu untuk Menyadari Ada yang Salah?

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Warisan Persatuan di Kebijakan Habibie: Menghapus Sekat Pribumi-Nonpribumi

Warisan Persatuan di Kebijakan Habibie: Menghapus Sekat Pribumi-Nonpribumi

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Kebijakan Publik Bukan Tempat untuk Bereksperimen dengan Nasib Rakyat

Kebijakan Publik Bukan Tempat untuk Bereksperimen dengan Nasib Rakyat

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Dilema Kebijakan Pangan: Mengapa Diversifikasi Pangan Belum Jadi Kebiasaan?

Dilema Kebijakan Pangan: Mengapa Diversifikasi Pangan Belum Jadi Kebiasaan?

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Menggugat Tata Kelola Pemerintah Terhadap Aset dan Kekayaan Negara

Menggugat Tata Kelola Pemerintah Terhadap Aset dan Kekayaan Negara

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Paspor Hijau di Negeri Orang: Ketika Dokumen Negara Menjadi Citra Bangsa

Paspor Hijau di Negeri Orang: Ketika Dokumen Negara Menjadi Citra Bangsa

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Ekonomi RI Dipuji IMF: Mengapa Kantong Kelas Menengah Tipis?

Ekonomi RI Dipuji IMF: Mengapa Kantong Kelas Menengah Tipis?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45 WIB

75 Persen Rakyat Stres, Sosiolog: Wajar, Pemimpinnya Ambil Kebijakan Tanpa Kajian!

75 Persen Rakyat Stres, Sosiolog: Wajar, Pemimpinnya Ambil Kebijakan Tanpa Kajian!

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Terkini

Harga Pembelian Saham Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Ini Penjelasan BYAN

Harga Pembelian Saham Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Ini Penjelasan BYAN

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Cuma Kalah dari JDT dan Buriram United, Persib Bandung Masuk 3 Besar Klub Terbaik ASEAN

Cuma Kalah dari JDT dan Buriram United, Persib Bandung Masuk 3 Besar Klub Terbaik ASEAN

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Ekonom Kritik Pernyataan Prabowo soal MSCI, Dampaknya Bisa Sampai ke Masyarakat Kecil

Ekonom Kritik Pernyataan Prabowo soal MSCI, Dampaknya Bisa Sampai ke Masyarakat Kecil

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Bulog Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan di Kapal

Bulog Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan di Kapal

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Ngaku Polisi dan Pura-Pura Cari Kos, Komplotan Curanmor Gasak Motor Penghuni

Ngaku Polisi dan Pura-Pura Cari Kos, Komplotan Curanmor Gasak Motor Penghuni

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Apakah Bedak Tabur Marcks Mengandung Salicylic Acid? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Apakah Bedak Tabur Marcks Mengandung Salicylic Acid? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Mengapa Bahan Stainless Steel 316 Lebih Direkomendasikan untuk Botol Tumbler?

Mengapa Bahan Stainless Steel 316 Lebih Direkomendasikan untuk Botol Tumbler?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

Unilever Soroti Peran Media Lokal, Pesan Perusahaan Harus Lebih Membumi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:18 WIB

6 Serum Pencerah Wajah untuk Flek Hitam, Semuanya di Bawah Rp50 Ribu!

6 Serum Pencerah Wajah untuk Flek Hitam, Semuanya di Bawah Rp50 Ribu!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:15 WIB

PKS Jajaki Komunikasi dengan Partai Lain soal Polemik Ijazah Gibran

PKS Jajaki Komunikasi dengan Partai Lain soal Polemik Ijazah Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:11 WIB

×