Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Sektor Properti Akan Dikenakan Pajak yang Tinggi

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 11 Maret 2015 | 14:52 WIB
Sektor Properti Akan Dikenakan Pajak yang Tinggi
Ilustrasi: Sejumlah pekerja di sektor properti. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - LSM Perumahan Indonesia Property Watch menilai rencana pengenaan pajak pertambahan nilai atas Barang Mewah (PPnBM) oleh pemerintah pada sektor properti seharusnya tidak didasarkan atas target penerimaan pajak pemerintah yang menurun. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, seharusnya pengenaan pajak untuk sektor apa pun didasarkan atas kewajaran dan tidak semata-mata karena target pemerintah yang menurun.

“Banyak faktor yang membuat pajak sektor properti menurun tahun 2014 karena memang penjualan properti tahun lalu mengalami anjlok. Berdasarkan data Indonesia Property Watch pasar properti mengalami penurunan hampir mencapai 60% (year to year) dibandingkan tahun 2013. Hal ini yang membuat penerimaan pajak pun relatif akan berkurang,” ujar Ali dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (11/3/2015).

Rencana revisi pengenaan PPnBM saat ini belum menemui kesepakatan antara pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan dengan para pelaku bisnis properti itu sendiri. Indonesia Property Watch menilai pengenaan pajak yang terlalu tinggi akan membuat para pelaku bisnis properti lebih banyak menghindar dengan segala trik yang ada agar tidak terkena pajak.

“Rencana pemerintah untuk menambahkan kriteria baru terkait harga per m2 dirasakan tidak akan membuat pajak menjadi efektif karena banyak yang akan bermain. Sebagai harga yang terkena pajak adalah Rp 20 juta p m2, maka banyak cara untuk dapat berkelit dari pajak tersebut meskipun apartemen dijual dengan harga Rp 25 juta per m2. Artinya pengembang bisa saja membagi dua kategori harga jual menjadi Rp 19 juta untuk harga jual konstruksi dan Rp 6 juta untuk tambahan peningkatan mutu dan finishing,” jelasnya.

Kata Ali, pengenaan pajak juga sebaiknya dibuat progresif sehingga azas keadilian akan terjamin. Meskipun harga per m2 Rp 25 juta namun tentunya berbeda bila membeli apartemen dengan luas 60 m2 dibandingkan 200 m2. Itu baru dari sektor apartemen, untuk perumahan landed pun seharusnya berbeda penerapannya.

“Namun demikian apapun yang akan ditetapkan pemerintah seharusnya mempunyai dasar kuat dan memahami pasar properti yang ada di Indonesia karena secara karakteristik berbeda dan tidak dapat dikaitkan dengan karakter benda bergerak seperti mobil mewah, perhiasan, dan lainnya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sektor Properti Terpuruk

Sektor Properti Terpuruk

Foto | Jum'at, 06 Maret 2015 | 18:45 WIB

Masyarakat Bisa Beli Rumah dengan Uang Muka Hanya 1 Persen

Masyarakat Bisa Beli Rumah dengan Uang Muka Hanya 1 Persen

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2015 | 06:35 WIB

"Custom  Home" Inovasi Paramount Land Siasati Pasar yang Lesu

"Custom Home" Inovasi Paramount Land Siasati Pasar yang Lesu

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2015 | 17:32 WIB

IPW: Pemerintah 'Pemberi Harapan Palsu' dalam Program Perumahan

IPW: Pemerintah 'Pemberi Harapan Palsu' dalam Program Perumahan

Bisnis | Senin, 23 Februari 2015 | 16:08 WIB

"BI Rate" Turun, Pasar Properti Kembali Bergairah

"BI Rate" Turun, Pasar Properti Kembali Bergairah

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2015 | 15:06 WIB

Pasar Properti di Indonesia Terancam Anjlok

Pasar Properti di Indonesia Terancam Anjlok

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2015 | 12:10 WIB

Pengembang Properti Masih 'Takut' Naikkan Harga Jual Rumah

Pengembang Properti Masih 'Takut' Naikkan Harga Jual Rumah

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2015 | 13:45 WIB

Ini Lima Faktor untuk Mewujudkan Program 1 Juta Rumah

Ini Lima Faktor untuk Mewujudkan Program 1 Juta Rumah

Bisnis | Senin, 26 Januari 2015 | 15:40 WIB

Terkini

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB