Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Coca Cola Ciptakan 75 Ribu Lapangan Kerja Baru di Indonesia

Doddy Rosadi | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2015 | 16:46 WIB
Coca Cola Ciptakan 75 Ribu Lapangan Kerja Baru di Indonesia
Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Menperin Saleh Husin meresmikan pabrik Coca Cola. (suara.com/Doddy Rosadi)

Suara.com - PT Coca Cola Company masih menganggap Indonesia sebasebutgai salah satu pangsa pasar terbesar untuk perusahan minuman tersebut. Hal itulah yang membuat PT Coca Cola Company melalui Coca Cola Amatil berkomitmen untuk melakukan investasi di Indonesia selama tiga tahun ke depan dengan nilai 500 juta dolar Amerika atau sekitar Rp6,5 triliun.

CEO PT Coca Cola Company, Muhtar Kent mengatakan, investasi itu merupakan bukti dari komitmen Coca Cola untuk melanjutka investasi di Indonesia yang merupakan pasar yang dinamis dan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Investasi selama tiga tahun ini juga akan menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah yang cukup besar.

"Kami memperkirakan investasi baru ini yang antara lain digunakan untuk membangun pabrik keenam di Indonesia akan menciptakan 75 ribu lapangan kerja baru. Bukan hanya untuk pekerja di pabrik tetapi juga untuk pekerja di jalur distribusi. Dengan dibangunnya pabrik keenam ini maka Coca Cola bisa memperbesar kapasitas produksinya," kata Muhtar saat memberikan kata sambutan peresmian pabrik keenam Coca Cola di Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (31/3/2015).

Sementara itu, Chairman of Coca Cola Amatil, David Gonski mengatakan, jumlah investasi yang ditambah Coca Cola sebesar 500 juta dolar Amerika dalam tiga tahun ke depan hampir separuh dari total investasi yang sudah dilakukan di Indonesia dalam 25 tahun terakhir. Menurut David, Coca Cola sudah berinvestasi sebesar 1,2 miliar dolar Amerika selama 25 tahun terakhir.

David menambahkan, selain berinvestasi Coca Cola juga terlibat dalam sejumlah hal seperti upaya perbaikan lingkungan dengan cara membersihkan pantai serta meningkatkan kemampuan perempuan Indonesia aga bisa menjadi entrepreneur. Peresmian pabrik keenam Coca Cola di Cikarang  Barat dihadiri Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Resmikan Pabrik Baru, Coca Cola Investasi Rp6,5 Triliun di RI

Resmikan Pabrik Baru, Coca Cola Investasi Rp6,5 Triliun di RI

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2015 | 09:29 WIB

Dari Jepang dan Cina Jokowi Dapat Komitmen Bisnis Rp933,9 Triliun

Dari Jepang dan Cina Jokowi Dapat Komitmen Bisnis Rp933,9 Triliun

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2015 | 01:03 WIB

BKPM: Kunjungan Jokowi ke Jepang Menghasilkan Rp39 Triliun

BKPM: Kunjungan Jokowi ke Jepang Menghasilkan Rp39 Triliun

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2015 | 14:01 WIB

Toyota Akan Investasi Rp20 Triliun di Indonesia

Toyota Akan Investasi Rp20 Triliun di Indonesia

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2015 | 06:17 WIB

JK: Perusahaan Jepang Senang Investasi di Indonesia

JK: Perusahaan Jepang Senang Investasi di Indonesia

Bisnis | Senin, 16 Maret 2015 | 10:39 WIB

Terkini

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:59 WIB

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:58 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:22 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:14 WIB

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:55 WIB

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:08 WIB

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB