Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

PLN: Tarif Listrik 1.300-2.000 VA Tak Naik Tahun Ini

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 03 April 2015 | 05:22 WIB
PLN: Tarif Listrik 1.300-2.000 VA Tak Naik Tahun Ini
Ilustrasi jaringan listrik PLN. [Antara]

Suara.com - Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basir memastikan bahwa tarif dasar listrik (TDL) untuk pelanggan 1.300 VA hingga 2.000 VA, tidak akan mengalami kenaikan hingga Desember 2015. Hal itu sejalan dengan kemampuan PLN melakukan efisiensi dalam operasional perusahaan.

"Tarif listrik pelanggan 1.300 VA-2.000 VA serta konsumen rakyat kecil tidak akan dinaikkan. Kalaupun ada penyesuaian, hanya dikenakan kepada pelanggan golongan besar," kata Sofyan, usai menghadap Menteri BUMN Rini M Soemarno, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Pada kesempatan itu, Sofyan bersama dengan Dirut PT Pertamina (Persero) Dwi Sutjipto, dan Dirut PT PGN (Persero) Hendi P Santoso, diminta pemegang saham membangun sinergi, agar bisa menjamin harga produksi migas dan tarif listrik kepada masyarakat tidak mengalami kenaikan.

Menurut Sofyan, kunci dari tidak dinaikkannya tarif listrik golongan tertentu tersebut adalah karena kemampuan perseroan menciptakan efisiensi. "Obatnya efisiensi," ujarnya.

Sofyan mencontohkan, di Medan pembangkit PLTU dan PLTG milik PLN sudah berjalan dengan baik, serta ditargetkan akhir April 2015 sudah menghasilkan listrik dengan kapasitas 300 MW dan pada Juni mencapai 800 MW. Pada saat bersamaan, pembangunan transmisi di Buleleng, Bali, diharapkan juga bisa ditarik dan rampung, sehingga PLTU Buleleng sudah bisa mengaliri listrik di wilayah itu.

"PLTU sudah segera beroperasi, sehingga pembangkit tenaga diesel yang menggunakan BBM bisa dimatikan," ujarnya.

Demikian juga PLTU Senipah di Balikpapan, Kalimantan Timur, disebutkan telah beroperasi, sehingga saat ini tidak ada lagi masalah kelistrikan, malah justru pasokannya sudah surplus. Sofyan menambahkan, efisiensi yang diperoleh dari pembangkit di Medan saja, bisa mencapai Rp6-7 triliun per tahun, sedangkan di Bali bisa mencapai Rp3-Rp4 triliun.

"Dengan pengelolaan yang lebih baik, maka secara nasional PLN menargetkan bisa melakukan efisiensi per tahun minimal Rp8-12 triliun. Ini menjadi hal yang mendukung PLN untuk tidak menaikkan tarif listrik, terutama bagi rakyat kecil," ujarnya.

Mantan Dirut PT Bank BRI Tbk ini pun menambahkan, langkah pihaknya untuk melakukan efisiensi agar tarif listrik tidak naik tersebut sudah disampaikan kepada DPR.

"DPR pasti menyetujui. Konstituen DPR itu kan rakyat. Mudah-mudahan tidak ada subsidi lagi, kecuali terjadi kenaikan signifikan harga BBM," ujarnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Isyaratkan Akan Turunkan Tarif Listrik untuk Industri

Jokowi Isyaratkan Akan Turunkan Tarif Listrik untuk Industri

Bisnis | Senin, 09 Maret 2015 | 14:12 WIB

PLN Minta Pengusaha Skala Besar Gunakan Genset

PLN Minta Pengusaha Skala Besar Gunakan Genset

Bisnis | Sabtu, 07 Maret 2015 | 17:18 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB