Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dolar AS Melemah

Ririn Indriani | Suara.com

Kamis, 09 April 2015 | 09:02 WIB
Dolar AS Melemah
Ilustrasi mata uang dolar. (Shutterstock)

Suara.com - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Rabu (8/4/2015) atau Kamis (9/4/2015) pagi waktu Indonesia, karena investor mencerna pengumuman risalah pertemuan terakhir Bank Sentral AS atau Federal Reserve.

Menurut risalah yang diumumkan pada Rabu, para pejabat Fed selama pertemuan kebijakannya pada Maret terpecah, atas apakah akan menaikkan suku bunga pada Juni atau tidak.

"Beberapa peserta menilai bahwa data dan prospek ekonomi kemungkinan besar akan menjamin dimulainya normalisasi pada pertemuan Juni," risalah menunjukkan.

Peserta lainnya menyatakan bahwa kenaikan suku bunga harus ditunda sampai akhir tahun ini. Ada juga beberapa yang mengatakan perekonomian tidak akan siap untuk kebijakan moneter ketat sampai tahun depan.

Para analis mengatakan argumen antara para pejabat Fed menegaskan ketidakpastian tentang waktu menaikkan suku bunga, yang menempatkan greenback atau dolar AS di bawah tekanan pada Rabu.

Setelah pertemuan kebijakan Maret, The Fed mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa akan "tepat" untuk menaikkan suku bunga acuan ketika telah melihat "perbaikan lebih lanjut" di pasar tenaga kerja dan "cukup yakin" bahwa inflasi akan kembali ke target dua persen dalam jangka menengah.

Data ekonomi AS yang keluar sejak pertemuan Maret secara keseluruhan negatif. Laporan daftar upah non pertanian yang lebih lemah daripada perkiraan pada Jumat lalu, telah memicu kekhawatiran pasar bahwa pemulihan pasar tenaga kerja AS mengalami stagnasi.

Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,0799 dolar dari 1,0831 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,4885 dolar dari 1,4833 dolar. Dolar Australia naik ke 0,7704 dolar dari 0,7639 dolar.

Dolar AS dibeli 119,99 yen Jepang, lebih rendah dari 120,37 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun tipis ke 0,9648 franc Swiss dari 0,9653 franc Swiss, dan naik ke 1,2535 dolar Kanada dari 1,2492 dolar Kanada. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dolar AS Turun

Dolar AS Turun

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2015 | 05:23 WIB

Dolar AS Melemah Akibat Aksi Ambil Untung

Dolar AS Melemah Akibat Aksi Ambil Untung

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2015 | 05:46 WIB

Inilah Salah Satu Cara untuk Memperkuat Rupiah

Inilah Salah Satu Cara untuk Memperkuat Rupiah

Bisnis | Sabtu, 20 Desember 2014 | 18:21 WIB

Kenaikan Harga BBM Bisa Dinilai Benar, Cuma Salah 'Timing'

Kenaikan Harga BBM Bisa Dinilai Benar, Cuma Salah 'Timing'

Bisnis | Sabtu, 20 Desember 2014 | 15:50 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB