Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kontraktor Besar Tidak Lagi Garap Paket Rp50 Miliar

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 14 April 2015 | 20:49 WIB
Kontraktor Besar Tidak Lagi Garap Paket Rp50 Miliar
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono [suara.com/Bowo Raharjo]
Menyambut datangnya Masyarakat Ekonomi Asean, pemerintah mendorong peningkatan capacity building pengusaha konstruksi lokal. Salah satunya, pemerintah akan membuka peluang bagi kontraktor kualifikasi menengah untuk menggarap paket pengerjaan sebesar Rp50 miliar. Selama ini, paket tersebut dikerjakan oleh kontraktor berkualifikasi besar.

Hal tersebut diutarakan Sekretaris Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Andi Rukman Karumpa dalam pernyataan pers yang diterima suara.com, Selasa (14/4/2015). Andi mengatakan komitmen pemerintah tersebut disampaikan usai bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono baru-baru ini.

“Kementerian PU berkomitmen meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaksana konstruksi kita. Sebab ini tantangan bagaimana daya saing pelaksana konstruksi menghadapi pasar bebas Asean akhir tahun ini,” kata Andi.

Sesuai Peraturan LPJK No 10 Tahun 2013, pelaksana konstruksi kualifikasi besar dapat menggarap proyek kurang dari Rp250 miliar. Namun, menurut Sekjen Gapensi, untuk pengerjaan proyek di bawah Rp50 miliar tidak lagi diserahkan kepada kontraktor besar. Nantinya, untuk nilai pengerjaan tersebut diserahkan kepada kontraktor menengah.

Menanggapi kebijakan tersebut, Gapensi menyambut baik. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai akan mendorong peningkatan capacity building bagi pelaku Usaha Kecil Menengah konstruksi, utamanya menghadapi perdagangan bebas Asean pada akhir 2015.

“Gapensi menyambut baik. Kami melihat ada niat dan upaya pemerintah untuk mengangkat UKM konstruksi agar kelas pengusaha ini semakin kuat,” kata Andi.

Selain itu, kebijakan ini akan mempercepat realisasi pagu anggaran serta mempercepat pembangunan infrastruktur layanan publik di berbagai daerah. Sebelumnya, Kemenpupera menetapkan pagu anggaran Rp 74 triliun dengan 13 ribu paket pada 2015. Menteri Basuki pun merancang strategi agar penyerapannya optimal. Di samping itu, diungkapnya, Kemen PU-Pera tidak melakukan penambahan di bidang birokrasi. Tender awal sebanyak tiga ribuan paket telah ditenderkan berdasarkan DIPA yang lalu.

Pada kesempatan itu, Gapensi juga mengundang Menteri Basuki untuk membuka Munasus Gapensi 27-29 Mei 2015 yang akan berlangsung di Hotel Novotel, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Munasus ini nantinya akan diikuti oleh 34 Badan Pengurus Daerah seluruh Indonesia.

Sesuai rencana, salah satu agenda Munasus adalah penandatanganan memorandum of understanding antara pemerintah dan Gapensi tentang pengerjaan paket sebesar Rp 50 miliar oleh pengusaha konstruksi klasifikasi menengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dapat Suntikan Rp75 T, BUMN Infrastruktur Harus Agresif

Dapat Suntikan Rp75 T, BUMN Infrastruktur Harus Agresif

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2015 | 15:10 WIB

BUMN Tak Lagi Garap Proyek Pemerintah di Bawah Rp30 M

BUMN Tak Lagi Garap Proyek Pemerintah di Bawah Rp30 M

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2014 | 13:46 WIB

Terkini

Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!

Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 20:56 WIB

Melalui FLDP 2026, TelkomGroup Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Strategis

Melalui FLDP 2026, TelkomGroup Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Strategis

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 20:31 WIB

Pembangunan Kopdes Merah Putih Jauh dari Target, Menteri Zulkifli Keluhkan Ketersediaan Lahan

Pembangunan Kopdes Merah Putih Jauh dari Target, Menteri Zulkifli Keluhkan Ketersediaan Lahan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:41 WIB

Pengusaha Warteg Khawatir Gas LPG 3Kg Langka

Pengusaha Warteg Khawatir Gas LPG 3Kg Langka

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:36 WIB

PIS: 94 Persen Kru Kapal Pertamina Adalah WNI

PIS: 94 Persen Kru Kapal Pertamina Adalah WNI

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:32 WIB

Naiknya Harga BBM Nonsubsidi Berdampak Terbatas Terhadap Inflasi

Naiknya Harga BBM Nonsubsidi Berdampak Terbatas Terhadap Inflasi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:27 WIB

Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global

Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:23 WIB

Indonesia Bidik Swasembada 8 Pangan Strategis di 2026

Indonesia Bidik Swasembada 8 Pangan Strategis di 2026

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:13 WIB

MBG Sampai ke Perbatasan IndonesiaTimor Leste, Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

MBG Sampai ke Perbatasan IndonesiaTimor Leste, Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:09 WIB

Jumlah Lapor SPT Tahunan Tembus 11,43 Juta Orang, Aktivasi Coretax 18,1 Juta

Jumlah Lapor SPT Tahunan Tembus 11,43 Juta Orang, Aktivasi Coretax 18,1 Juta

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 18:50 WIB