Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.195,427
LQ45 619,275
Srikehati 301,815
JII 377,408
USD/IDR 17.858

Neraca Perdagangan Surplus, Ekspor Tergelincir

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 15 April 2015 | 12:49 WIB
Neraca Perdagangan Surplus, Ekspor Tergelincir
Suasana bongkar muat di pelabuhan peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/10). (Antara)
Badan Pusat Statistik menyebutkan nilai ekspor Indonesia pada Maret 2015 sebesar mencapai 13,71 miliar dollar AS atau sekitar Rp177,75 triliun , naik 12,63 persen dari Februari 2015 pada beberapa komoditi. Meski terjadi peningkatan di berbagai komoditi, namun jika dibandingkan dengan tahun 2014 di periode yang sama, ekspor Indonesia mengalami penurunan 9 persen.

Badan Pusat Statistik melaporkan ekspor RI dari Januari-Maret 2015 tercatat sebesar 39,13 miliar dollar AS, atau mengalami penurunan sebesar 11,67 persen dibanding periode sama tahun 2014 lalu.

Kepala BPS Suryamin mengatakan ekspor pada sektor minyak mentah dan gas mengalami kenaikan secara month to month.

"Ini bahan bakar mineral kita naik 23,61 persen, lemak minyak hewan nabati 8,9persen. Mesin peralatan juga naik 9,9persen. Kalau yang cukup tinggi itu di perhiasan dan permata sebesar 24,15persen. Mungkin di dalamnya juga ada akik. Itu mungkin berperan karena sekarang sedang trennya," kata Suryamin di kantor BPS, Rabu (15/4/2015).

Untuk total ekspor Januari-Maret 2015, angkanya mencapai 39,13 miliar dollar AS, turun 11,67 persen (YoY). Begitu juga ekspor non migas Januari-Maret 2015 mencapai 33,43 miliar dollar AS turun 8,23 persen. Namun demikian meski terjadi penurunan, pangsa pasar terbesar ekspor non migas pada Maret 2015 Indonesia adalah Amerika Serikat.

"Pangsa ekspor non migas Indonesia pada Maret 2015 tertinggi ke Amerika Serikat sebesar 3,78 miliar miliar dollar AS dengan share 11,31 persen. Sedikit menurun dari tahun lalu, tapi ini karena Amerika Serikat membuktikan membaik ekonominya," katanya.

Kedua adalah ke Jepang yaitu 3,56 miliar miliar dollar AS dengan share 10,66 persen. Selanjutnya China sebesar 3,13 miliar miliar dollar AS dengan share 9,37 persen.

"Sedangkan untuk ekspor ke ASEAN sebesar 6,84 miliar miliar dollar AS dengan share 20,46 persen dan Uni eropa sebesar 3,64 miliar miliar dollar AS dengan share 10,89 persen," katanya.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Target Ekspor 30 Persen, Daihatsu Tunggu Prinsipal Jepang

Soal Target Ekspor 30 Persen, Daihatsu Tunggu Prinsipal Jepang

Otomotif | Senin, 13 April 2015 | 18:12 WIB

Mebel Indonesia Raih Pasar Mancanegara di Malaysia

Mebel Indonesia Raih Pasar Mancanegara di Malaysia

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2015 | 03:13 WIB

Ikan Kayu Sulut Laris di Jepang dan AS

Ikan Kayu Sulut Laris di Jepang dan AS

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2015 | 01:15 WIB

Terkini

Di tengah Ambruknya IHSG, Saham-saham Ini Layak Dilirik Karena Diburu Asing

Di tengah Ambruknya IHSG, Saham-saham Ini Layak Dilirik Karena Diburu Asing

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:02 WIB

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:56 WIB

Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan

Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:30 WIB

IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini

IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:21 WIB

Eks Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Punya Tunjangan Fantastis dan Fasilitas Setingkat Menteri

Eks Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Punya Tunjangan Fantastis dan Fasilitas Setingkat Menteri

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:15 WIB

Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen

Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:04 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah

Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:49 WIB

Dana IPO Mulai Terserap, Merdeka Gold Pacu Produksi Tambang Emas Pani

Dana IPO Mulai Terserap, Merdeka Gold Pacu Produksi Tambang Emas Pani

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:47 WIB

BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Dorong Pertumbuhan CASA dan Pendapatan Transaksi

BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Dorong Pertumbuhan CASA dan Pendapatan Transaksi

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:35 WIB

IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000

IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:29 WIB