Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.130,588
LQ45 608,029
Srikehati 297,628
JII 364,421
USD/IDR 18.083

Pertamina Juga Tertarik Kembangkan Bahan Bakar dari Lumut

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 18 Mei 2015 | 17:49 WIB
Pertamina Juga Tertarik Kembangkan Bahan Bakar dari Lumut
Taman lumut di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. (Antara/Virna Puspa Setyorini)
Indonesia memiliki potensi bahan energi baru terbarukan yang melimpah. Namun, hal tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menjadi bahan bakar nabati.

Vice President Research and Development Direktorat Pengolahan PT. Pertamina (Persero), Eko Wahyu Laksono, mengatakan tanaman lumut yang selama ini diabaikan masyarakat ternyata memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan bakar nabati yang sangat besar.

Pasalnya, menurut Eko, Indonesia memiliki lumut yang banyak. Dari lahan kering 15 juta hektar dikalikan potensi algae 3.800 sampai 4.000 liter per hektar algae. Dari jumlah tersebut, diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan BBM sebanyak 2,5 juta barel per hari.

"Indonesia algae ini saya anggap sebagai yang paling favorit nantinya. Karena kita tahu lumut itu di mana-mana tumbuh. Dan beberapa jenis sudah bisa kita kembangkan dan terbukti di dalam algae ini bisa jadi bahan bakar," kata Eko saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2015).

Eko menjelaskan Pertamina telah melakukan penelitian bahwa lumut berpotensi menjadi bahan bakar nabati mirip dengan solar dengan kualitas standar internasional Euro IV hingga V.

Eko melihat Indonesia bisa menjadi produsen bahan bakar nabati terbesar di dunia melalui pengembangan lumut.

"Potensi alge nabati di Indonesia potensi menjadi produsen minyak nabati terbesar dunia," katanya.

Di negara-negara maju, menurut Eko, lumut dibudidayakan di pantai, tanki air ataupun pipa. Dia mengatakan potensi algae menjadi bahan bakar sangat potensial dan sangat mudah didapatkan.

"Dapatnya mudah, berdasarkan fotosintesi biasa. Ekstraksinya minyak algae‎ ini lebih mudah daripada palm oil (sawit)," kata dia.

Namun, menurut Eko, tidak semua lumut dapat dijadikan bahan bakar nabati. Ada tiga jenis strain algae dari ribuan jenis algae yang ada di negeri ini yang bisa diolah.

Indonesia tidak mengenal panas, semi, tropis sehingga memungkinkan algae tumbuh tanpa kendala musim.

Dia juga menyebut spesifikasi bahan bakar yang dihasilkan dari lumut jauh lebih ramah lingkungan, apalagi jika dibandingkan dengan energi fosil. Dia mengatakan algae mengandung sulfur kurang dari 3 PPM, dan emisi lebih rendah.

"Spesifikasinya lebih bagus, jernih seperti air aqua, itu euro lima kalau sudah jadi BBM," kata dia.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertamina Kembangkan Solar Campur Air

Pertamina Kembangkan Solar Campur Air

Bisnis | Senin, 18 Mei 2015 | 17:37 WIB

Indahnya Batu-batu Aceh, Sekeping Bisa Berharga Rp600 Juta

Indahnya Batu-batu Aceh, Sekeping Bisa Berharga Rp600 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 Februari 2015 | 02:51 WIB

Opera Ande-ande Lumut Merambah Negeri Para Dewa

Opera Ande-ande Lumut Merambah Negeri Para Dewa

Lifestyle | Selasa, 20 Januari 2015 | 07:43 WIB

Terobosan "Solar Air" Universitas Trisakti Mejeng di IIMS 2014

Terobosan "Solar Air" Universitas Trisakti Mejeng di IIMS 2014

Otomotif | Minggu, 21 September 2014 | 19:57 WIB

Terkini

HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:07 WIB

Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total

Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:06 WIB

Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah

Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:04 WIB

5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:03 WIB

Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta

Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:00 WIB

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:58 WIB

GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026

GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:55 WIB

7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan

7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:50 WIB

Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM

Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:47 WIB

Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival

Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:44 WIB

×