Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tak Takut, Menteri ESDM Sindir SBY Lagi

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 20 Mei 2015 | 15:33 WIB
Tak Takut, Menteri ESDM Sindir SBY Lagi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said kembali menyindir pemerintahan di masa lalu yang kebijakannya dinilai kurang tegas dan cenderung melakukan pembiaran kepada pembangkangan para Kontraktor Kerja Sama Minyak dan Gas. Pemerintah dinilai tidak menindaktegas mereka yang nakal.

Hal tersebut diungkapkan Sudirman dalam pidato pembukaan acara The 39Th IPA Convention & Exhibition yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2015).

Dalam pidato dia mengungkapkan baru-baru ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi telah memanggil 15 KKKS yang tidak patuh pada aturan. Pihak SKK Migas terpaksa mengumumkan nama-nama mereka di media massa karena tidak itikad baik dari mereka.

“SKK Migas manggil 15 KKKS dicari tak lapor, dipanggil tak datang akhirnya mau tidak mau diiklankan di media massa," kata Sudirman.

Sudirman mengungkapkan bahwa sikap tegas pejabat SKK migas saat ini dalam menindak KKKS nakal, tidak pernah dilakukan oleh pemerintahaan di masa lalu.

Ia juga melontarkan pernyataan agar semua pihak yang mendengar pernyataannya tidak marah.

“Ini jangan marah ya. Jadi memang ini tidak dilakukan di masa lalu. Ini baru dilakukan saat ini,” kata dia.

Dia menilai pemanggilan ini bersifat adil dan mendapatkan dukungan dari kontraktor yang bekerja dengan baik.

"Inisiatif ini akan menjadi angin segar bagi yang perform. Ini hal-hal yang sedang dibangun sehingga menjadi asas profesional. Jadi yang perform menyambut baik, keputusan ke depan harus diwarnai pertimbangan nasional," kata dia.

Sebelumnya, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa difitnah oleh pernyataan yang dilontarkan Sudirman terkait pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral) di media massa.

Yudhoyono langsung merespon melalui akun media sosial Twitter dan Facebook dengan menyebut hal itu sebagai fitnah.

"Tidak ada yang mengusulkan ke saya agar Petral dibubarkan. Saya ulangi, tidak ada. Kalau ada pasti sudah saya tanggapi secara serius," tulis Yudhoyono.

Yudhoyono lantas meminta Sudirman melakukan klarifikasi. Sebab, menurut dia, saat masih menjadi Presiden, penyimpangan apapun diberantas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dimarahi SBY, Menteri ESDM Bantah Sebut Namanya

Dimarahi SBY, Menteri ESDM Bantah Sebut Namanya

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2015 | 17:53 WIB

Kasus Petral, ESDM: Itu Bagian Tugas Sudirman sebagai Menteri

Kasus Petral, ESDM: Itu Bagian Tugas Sudirman sebagai Menteri

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2015 | 17:45 WIB

Soal Sudirman Vs SBY, PDI Perjuangan: Ada Pemancing di Air Keruh

Soal Sudirman Vs SBY, PDI Perjuangan: Ada Pemancing di Air Keruh

News | Selasa, 19 Mei 2015 | 16:18 WIB

PDI Perjuangan Akui Sempat Tak Setuju Petral Dibubarkan

PDI Perjuangan Akui Sempat Tak Setuju Petral Dibubarkan

News | Selasa, 19 Mei 2015 | 15:39 WIB

Terkini

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:50 WIB

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:30 WIB

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:26 WIB

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:41 WIB

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:31 WIB

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:03 WIB

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:59 WIB

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:04 WIB