Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Menko Sofyan Setuju dengan Perombakan Fungsi Bulog

Arsito Hidayatullah | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 27 Mei 2015 | 21:51 WIB
Menko Sofyan Setuju dengan Perombakan Fungsi Bulog
Aktivitas pedagang beras di pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2015). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan merombak fungsi Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menjadi penyangga kebutuhan pangan nasional yang tidak hanya menangasi komoditas beras saja, melainkan akan ditambahkan komoditas lainnya.

Menanggapi wacana tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menyambut baik perombakan fungsi Bulog tersebut. Hal ini menurutnya perlu dilakukan agar Perum Bulog lebih memiliki kedaulatan yang luas terkait pengendalian harga beberapa komoditas di Indonesia.

"Itu baik, karena Bulog jadi punya cakupan yang lebih luas dalam pengendalian komoditas pangan di Indonesia," kata Sofyan, saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Sofyan menjelaskan, fungsi Bulog nantinya akan diperluas dan dikembalikan seperti awal pertama kali perusahaan ini dibentuk, yakni untuk mengurusi tata niaga seluruh bahan pangan.

"Dulu waktu Bulog dibentuk, itu fungsinya sudah sebagai penyangga. Tapi karena krisis ekonomi waktu tahun 1999, akhirnya Bulog dikurangi perannya. Jadi dia hanya mengurusi beras saja. Jadi kalau dirombak ini, Bulog akan diberdayakan lagi seperti dulu," jelasnya.

Nantinya, lanjut Sofyan, fungsi Bulog akan ditambah dengan dua atau tiga komoditas lain yang harus diperhatikan. Salah satu komoditas yang dimungkinkan untuk diatur Bulog adalah gula pasir. Yang terpenting menurutnya, Bulog dapat menjadi penyangga stabilitas harga komoditas ‎utama.

Pasalnya menurut Sofyan, saat ini pemerintah merasa masih banyak bahan pangan yang harus diatur dan dikontrol tata niaganya. Sebab, hal itu dinilai bisa berpengaruh signifikan terhadap angka inflasi nasional. Makanya menurutnya, perombakan fungsi Bulog ini harus segera direalisasikan.

"Sekarang merasa dibutuhkan kembali peran Bulog. Tapi kita tentu harus menyiapkan secara hati-hati. Mungkin ditambah 1-2 komoditi, kemudian kita perbaiki governance-nya, kita perbaiki manajemennya. Sehingga dengan demikian Bulog bisa berperan sebagai penyangga stabilisasi harga. Perpindahannya akan dilakukan secara bertahap," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah Inflasi, Jokowi Rombak Fungsi Bulog

Cegah Inflasi, Jokowi Rombak Fungsi Bulog

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2015 | 15:51 WIB

10 Tahun Impor Pangan 346 Persen, Bagaimana Swasembada Pangan?

10 Tahun Impor Pangan 346 Persen, Bagaimana Swasembada Pangan?

Bisnis | Senin, 25 Mei 2015 | 14:09 WIB

INDEF: Impor Beras Boleh, Asalkan Peran Bulog Sudah Benar

INDEF: Impor Beras Boleh, Asalkan Peran Bulog Sudah Benar

News | Jum'at, 08 Mei 2015 | 16:26 WIB

Terkini

Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN

Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:31 WIB

Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:20 WIB

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:15 WIB

Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000

Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:07 WIB

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:00 WIB

BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan

BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:59 WIB

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:35 WIB

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:57 WIB

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:50 WIB