FSSK Nilai Stabilitas Keuangan dan Makro Ekonomi Masih Terkendali

Esti Utami

Kamis, 13 Agustus 2015 | 14:17 WIB
FSSK Nilai Stabilitas Keuangan dan Makro Ekonomi Masih Terkendali
Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo, Menkeu Bambang Brodjonegoro, dan Ketua OJK Muliaman D. Hadad saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Rapat Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) menilai stabilitas sistem keuangan dan makro ekonomi masih terkendali, meskipun saat ini banyak tekanan yang mengganggu kinerja perekonomian nasional.

"Berdasarkan hasil penilaian triwulan dua tahun 2015, stabilitas sistem keuangan dan makro ekonomi masih cukup terkendali ditengah tekanan dari eksternal maupun domestik," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam jumpa pers seusai rapat tersebut di Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Dalam rapat FKSSK itu ikut hadir Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Heru Budiargo.

Menkeu Bambang menyebutkan rapat juga sepakat untuk memperkuat koordinasi kebijakan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing dalam rangka stabilitas nilai tukar, pasar saham dan pasar Surat Berharga Negara.

Meskipun hasil penilaian berdasarkan pengawasan Kementerian Keuangan, BI, LPS dan OJK menunjukkan stabilitas sistem keuangan masih terjaga, FKSSK akan meningkatkan kewaspadaan terkait tekanan pada pasar keuangan dan nilai tukar.

Tidak cerminkan Bambang menilai pelemahan nilai tukar rupiah saat ini tidak mencerminkan nilai fundamentalnya (undervalued), meskipun depresiasi rupiah dalam dua hari terakhir disebabkan oleh aksi devaluasi Yuan Tiongkok.

Sedangkan, tekanan pada pasar saham dan pasar Surat Berharga Negara merupakan kombinasi antara sentimen negatif ekstharapan investor.

"Untuk itu, FKSSK sepakat memperkuat koordinasi kebijakan guna mengatasi permasalahan di pasar keuangan dan pelemahan nilai tukar," kata Bambang yang juga merangkap sebagai Ketua FKSSK.

Ia menambahkan, untuk mengatasi goncangan temporer terhadap nilai tukar, maka otoritas terkait akan mengambil kebijakan jangka pendek sebagai upaya nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.

FKSSK juga meneguhkan komitmen jangka pendek untuk memperkuat sinergi kebijakan dalam rangka menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, dengan meningkatkan investasi maupun mendorong daya beli masyarakat.

"Untuk meningkatkan investasi, anggota FKSSK sesuai dengan kewenangan masing-masing telah mengeluarkan kebijakan percepatan belanja serta stimulus untuk meningkatkan investasi korporasi dan daya saing produk dalam negeri serta percepatan infrastruktur," ujar Bambang.

Sementara untuk mendorong daya beli masyarakat dalam rangka menjaga konsumsi domestik, anggota FKSSK telah bersinergi untuk memberikan insentif guna menambah daya beli masyarakat, menurunkan harga barang jasa serta meningkatkan ketersediaan kredit.

"Peningkatan ketersediaan kredit yang disalurkan melalui lembaga keuangan, dilakukan melalui relaksasi kebijakan makroprudensial dan mikroprudensial dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian," ujar Bambang.

Terkait pembahasan RUU Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) dengan DPR, rapat FKSSK yang dipantau Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution itu, mendorong pemerintah dengan lembaga legislatif untuk segera menyelesaikan pembahasan RUU tersebut.

Secara keseluruhan, FKSSK masih optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia pada Semester II-2015, termasuk stabilitas nilai tukar serta ketahanan pasar keuangan dan lembaga keuangan domestik.

"FKSSK berkomitmen untuk meningkatkan bauran kebijakan sesuai dengan kewenangan masing-masing yang diimplementasikan secara tepat waktu dan takaran yang didukung komunikasi publik yang baik," tambah Bambang. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

CORE Indonesia Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8% Mustahil Tercapai

CORE Indonesia Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8% Mustahil Tercapai

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:46 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Dampak MotoGP Mandalika 2026, InJourney Dorong Ekonomi hingga Rp5 T

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Dampak MotoGP Mandalika 2026, InJourney Dorong Ekonomi hingga Rp5 T

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Wamenko Drajad Yakin Ekonomi RI 2027 Tumbuh Lebih Dari 6 Persen

Wamenko Drajad Yakin Ekonomi RI 2027 Tumbuh Lebih Dari 6 Persen

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Bank Dunia Ubah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Bank Dunia Ubah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Target 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Target 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

DPR Sahkan RUU APBN 2027 di Paripurna: Pertumbuhan Ekonomi 6%, Defisit 2,4% PDB

DPR Sahkan RUU APBN 2027 di Paripurna: Pertumbuhan Ekonomi 6%, Defisit 2,4% PDB

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:25 WIB

Pertumbuhan Ekonomi 8% Hanya Mimpi Jika Industri Manufaktur Lesu

Pertumbuhan Ekonomi 8% Hanya Mimpi Jika Industri Manufaktur Lesu

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 18:08 WIB

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:17 WIB

Menkeu Suahasil Mau RI Belajar dari Korea Selatan demi Jadi Negara Maju

Menkeu Suahasil Mau RI Belajar dari Korea Selatan demi Jadi Negara Maju

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×