Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Dolar di Atas Rp14 Ribu, Ini Kondisi Yogya, Bali, Aceh

Siswanto

Selasa, 25 Agustus 2015 | 17:19 WIB
Dolar di Atas Rp14 Ribu, Ini Kondisi Yogya, Bali, Aceh
Petugas mengamati pecahan dolar AS yang akan ditukar di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (2/2). (Antara)

Suara.com - Pelemahan nilai rupiah berdampak pada peningkatan penjualan dolar di tempat penukaran mata uang (money changer) di Jalan Malioboro, Yogyakarta.

"Sebenarnya sudah dari bulan lalu mulai menurun ya, waktu Rp13 ribu sudah naik terus penukarannya. Tiga hari ini jadi Rp14 ribu semakin banyak yang melakukan transaksi penukaran uang," kata Direktur Utama Money Changer Mulia, Budi Waluyo, Selasa (25/8/2015).

Budi Waluyo menyebut jumlah transaksi penukaran sudah mencapai sekitar Rp1 miliar.

"Yang jelas meningkat, orang di sini kebanyakan menukarkan dolar. 45 persen didominasi dolar. Menukarnya ada yang mulai dari 100 dolar sampai 500 dolar," kata Budi Waluyo.

Warga Yogya bernama Mamik mengatakan sengaja memanfaatkan melemahnya nilai rupiah untuk menukarkan uang dolar.

"Sebenarnya saya hampir setiap saat menukar uang, karena memang suami saya kerja di Singapura, jadi dapatnya dolar, dan kebetulan ini pas rupiah melemah," kata Mamik.

Sementara di Bali hari ini belum terasa geliat penukaran mata uang dolar.

Ketua Asosiasi Perdagangan Valuta Asing Bali, Ayu Astuti Dhama, perdagangan valuta asing di Bali saat ini tidak mengalami kenaikan, bahkan cenderung turun. Pasalnya, saat ini kunjungan wisatawan menurun sehingga penjualan atau pembelian dolar tidak seramai saat liburan.

“Harga dolar naik, dan rupiah jatuh saat ini tidak ada pengaruhnya bagi pedagang valuta asing di Bali. Sama saja, tidak banyak orang Indonesia atau warga asing yang berbondong-bondong menukarkan uangnya kepada kami,” katanya.

Dia mengatakan banyak orang menukarkan uang hanya saat musim liburan tiba.

“Kami ini di tempat pariwisata jadi kami mengikuti ramainya wisatawan yang berkunjung ke Bali. Kalau musim liburan secara otomatis penjualan kami juga mengalami peningkatan, Tidak ada spekulan di sini, tidak berpengaruh bagi kita,” kata dia.

Meski melemahnya nilai rupiah tak langsung berdampak pada harga kebutuhan dapur, saat ini masyarakat Aceh ikut merasakan langsung gejolak ekonomi nasional.

Harga sejumlah barang kebutuhan pangan terus merangkak naik. Akibatnya daya beli masyarakat terhadap sejumlah barang itu pun menurun.

Kenaikan harga kebutuhan pangan terjadi pada telur ayam ras , beras, bawang putih, dan daging ayam potong.

Harga telur ayam di Banda Aceh, sejak dua pekan terakhir naik secara bertahap mulai Rp32 ribu per papan menjadi Rp37 ribu.

"Sejak dua minggu terakhir harga ayam naik bertahap dari Rp32 ribu menjadi Rp35 ribu. Kemudian minggu ini naik lagi menjadi Rp37 ribu per papan," kata salah seorang penjual telur ayam di Pasar Peunayong, Banda Aceh.

Kenaikan harga juga terjadi pada penjualan daging ayam. Jika biasanya daging ayam potong dijual Rp20 ribu per kilogram, saat ini harganya melejit menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Sedangkan per potong, saat ini ayam dijual seharga Rp45-50 ribu. Naik Rp10 ribu dari harga sebelumnya.

"Kenaikan terjadi sudah sejak satu bulan terakhir. Makanya sepi sekarang, daya beli masyarkat rendah," kata salah seorang penjual dagiang ayam di Pasar Peunayong, Agus.

Selain itu, harga bawang putih juga ikut naik. Per kilogram, bawang putih dijual dengan harga Rp20 ribu. Naik Rp2.000 dari harga sebelumnya.

Kenaikan harga lainnya juga terjadi pada beras. Untuk semua jenis beras, harga jualnya naik Rp5.000 per sak.

"Kalau yang lainnya masih standar. Minyak goreng bahkan mengalami penurunan," ujar Suhaimi pemilik Toko Makmur Jaya, Banda Aceh.

Naiknya harga sejumlah kebutuhan tersebut menjadi persoalan baru bagi masyarakat. Seperti diakui salah seorang penjual martabak telur, Husaini (40).

Meski harga telur naik tinggi, harga jual penganan yang dijajakannya tak ikut naik. Hal ini mengakibatkan keuntungan yang ia raih begitu tipis.

"Pendapatan kami ikut turun karena kenaikan ini," katanya. (Wita Ayodhyaputri/Luh Wayanti/Alfiansyah Ocxie)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:37 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.900, Efek Gerilya Akhir Pekan Dasco

Rupiah Menguat ke Rp17.900, Efek Gerilya Akhir Pekan Dasco

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 11:06 WIB

Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini

Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:29 WIB

Kasih Paham: Dolar Naik Gila-gilaan, Kenapa Rupiah Kita Kalah?

Kasih Paham: Dolar Naik Gila-gilaan, Kenapa Rupiah Kita Kalah?

Video | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32 WIB

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:10 WIB

Wendi Cagur Keluhkan Penurunan Nilai Rupiah, Soimah: Rp1 Juta Tak Bisa Buat Beli Emas 1 Gram

Wendi Cagur Keluhkan Penurunan Nilai Rupiah, Soimah: Rp1 Juta Tak Bisa Buat Beli Emas 1 Gram

Entertainment | Senin, 06 Oktober 2025 | 06:00 WIB

Media Singapura Soroti Nilai Rupiah Melemah Imbas Demo di DPR: Berkinerja Terburuk Kedua di Asia

Media Singapura Soroti Nilai Rupiah Melemah Imbas Demo di DPR: Berkinerja Terburuk Kedua di Asia

News | Kamis, 22 Agustus 2024 | 16:45 WIB

Rupiah Nyaris Tembus Rp15 Ribu Per Dolar AS, Ini Dampak yang Bakal Muncul

Rupiah Nyaris Tembus Rp15 Ribu Per Dolar AS, Ini Dampak yang Bakal Muncul

News | Selasa, 05 Juli 2022 | 20:24 WIB

Terkini

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:06 WIB

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:03 WIB

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:31 WIB

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:18 WIB

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:53 WIB

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:48 WIB

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:41 WIB

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:00 WIB