Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Penyelesaian Dwelling Time Harus Jadi Momentum Perbaikan Ekonomi

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 30 Agustus 2015 | 18:04 WIB
Penyelesaian Dwelling Time Harus Jadi Momentum Perbaikan Ekonomi
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/3). (Antara)

Suara.com - Kasus lamanya proses dwelling time atau bongkar muat peti kemas di pelabuhan terus bergulir.

Menurut Anggota Komite Indonesia Bersih Adhie Massardi penyelesaiaan kasus lambannya proses dwelling time harus menjadi momentum perbaikan perekonomian Indonesia. Pasalnya, pelabuhan memberikan dampak langsung pada roda perekonomian.

"Dwelling time ini kalau kami lihat kan sebagai pintu masuk dan keluarnya ekonomi nasional. Dimana dari situ kita bisa melihat apakah kita sudah kompetitif dan mampu bersaing dengan negara lain. Kalau proses bongkar muat barangnya lamban, pasti akan mempengaruhi pandangan asing kepada Indonesia dong kalau ekspor barang lama, suka telat sampainya," kata Adhie di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (30/8/2015).

Adhie menilai pelabuhan bukan hanya menjadi tempat naik dan turun barang, melainkan acuan bagi para pengusaha dalam menentukan biaya logistik yang akan masuk atau keluar Indonesia. Itu sebabnya, karena banyak pintu perizinan dan memakan biaya besar, harga dan daya saing Indonesia selalu kalah dengan negara lain.

"Kalau proses perizinannya terlalu banyak pintu dan tangan, pasti cost-nya akan semakin besar yang ditanggung eksportir atau importir. Mau nggak mau akan mempengaruhi ke harga barangnya dong. Sehingga ini membuat Indonesia tidak kompetitif di pasar negara lain," katanya.

Karena itu, sebagian pengusaha Indonesia kemudian memilih membangun pabrik di luar negeri untuk mengurangi biaya logistik yang kelewat besar.

"50 persen barang pengusaha Indonesia raw material itu berasal dari impor, karena mahal, jadi mereka memilih bangun pabrik di luar negeri kayak di Vietnam untuk membuat produknya saja di sana," katanya.

Atas kondisi tersebut, dia meminta permasalahan dwelling time secepatnya diselesaikan dan mafia-mafia di pelabuhan diberantas sampai akar-akarnya.

"Kalau dwelling time itu nggak lamban bisa memberikan dampak positif terutama bagi industri dalam negeri dan masyarakat. Jadi diharapkan ini bisa selesai sampai tuntas. Dan juga memberikan kepercayaan pada negara lain juga kan kalau Indonesia itu mampu bersaing dan biaya logistiknya bisa lebih murah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fuad Bawazier: Mafia Dwelling Time Itu Berdasi dan Berbintang

Fuad Bawazier: Mafia Dwelling Time Itu Berdasi dan Berbintang

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2015 | 16:28 WIB

Mantan Menkeu: Dwelling Time Tak Hanya di Tanjung Priok

Mantan Menkeu: Dwelling Time Tak Hanya di Tanjung Priok

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2015 | 14:54 WIB

TNI Percaya Polri Bisa Selesaikan Kasus Suap Dwelling Time

TNI Percaya Polri Bisa Selesaikan Kasus Suap Dwelling Time

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 17:28 WIB

Rizal Ramli Sebut Pelindo Untung saat "Dwelling Time" Bermasalah

Rizal Ramli Sebut Pelindo Untung saat "Dwelling Time" Bermasalah

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2015 | 16:04 WIB

Terkini

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 23:31 WIB

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:07 WIB

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:39 WIB

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:24 WIB

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:59 WIB

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34 WIB

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:06 WIB

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB

×