Presiden Minta Pertamina Kurangi Belanja Dolar

Ardi Mandiri

Rabu, 09 September 2015 | 06:50 WIB
Presiden Minta Pertamina Kurangi Belanja Dolar
Direktur IMF Temui Jokowi

Suara.com - Presiden Joko Widodo meminta Pertamina mengurangi kebutuhan belanja dolar yang mencapai 60-80 juta dolar AS per harinya.

"Ditugaskan kepada direktur Pertamina dan Menteri ESDM mengambil langkah-langkah agar beban yang besar untuk kebutuhan dolar pada kita semua bisa dikurangi," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat konferensi pers hasil Rapat Terbatas di Kantor Kepresidenan Jakarta, Selasa.

Direktur Utama Pertamina Dwi Sucipto mengatakan untuk mengurangi kebutuhan dolar yang besar, pihaknya akan menggunakan metode konsinyasi.

"Kami bayar kalau mau dipakai," kata Dwi Sucipto saat mendampingi Seskap bersama Menteri ESDM Sudirman Said.

Dia mengungkapkan bahwa kebutuhan dolar tersebut untuk impor BBM yang hampir mencapai 700 ribu barel per hari karena kapasitas kilang yang kurang.

"Itu makanya kita kan harus bangun kilang," jelas Dwi Sucipto.

Harga Avtur Dalam kesempatan ini, Pramono Anung juga mengungkapkan bahwa Presiden juga meminta Pertamina menurunkan harga avtur yang saat ini tidak kompetititif.

"Avtur kita lebih tinggi dibandingkan dengan avtur internasional, maka presiden menugaskan pada direktur Pertamina agar ini bisa ditekan sehingga harga bisa bersaing dengan internasional," tuturnya.

Pramono mengungkapkan bahwa penurunan harga avtur ini bermanfaat untuk meningkatkan jumlah pesawat-pesawat yang transit di bandara-bandara Indonesia.

"Manfaatnya adalah pesawat-pesawat yang saat ini selalu transit di Singapura untuk isi bahan bakar, maka mereka nanti bisa langsung ke Indonesia," ujarnya.

Pramono mengatakan jika penurunan harga avtur ini bisa diturunkan, maka bisa memberikan manfaat bukan hanya dalam dunia penerbangan, tapi juga sektor pariwisata.

Dwi Sucipto mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan sehingga biaya produksi yang ditampung dalam kilang bisa lebih efesien atau lebih rendah biayanya.

Dia juga berharap pemerintah juga mendorong, yakni menyangkut perpajakan sehingga bisa mendapatkan harga jual yang lebih kompetitif.

"Ya ini sedang kami siapkan, mudah-mudahan di Oktober bisa dapatkan formulasi yang lebih baik," katanya.

Dirut Pertamina inni mengakui bahwa harga avtur di Indonesia lebih mahal dibanding dengan Singapura, sehingga perlu diturunkan sekitar 10-15 persen agar bisa kompetitip dengan negara tetangga tersebut.

"Kalau kita kan selalu komparasi ke Singapura. Ya, memang Singapur dengan berbagai ketentuan-ketentuan aspek perpajakan dan sebagainya, bisa lebih rendah dari kita," ungkapnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Minta Pertamina Bangun Kilang Minyak

Presiden Minta Pertamina Bangun Kilang Minyak

Bisnis | Selasa, 08 September 2015 | 23:41 WIB

Ini Modus Dugaan Korupsi di Pertamina Foundation

Ini Modus Dugaan Korupsi di Pertamina Foundation

News | Kamis, 03 September 2015 | 17:40 WIB

Kejagung Terima Surat Pemberitahuan Penyidikan Nina Nurlina

Kejagung Terima Surat Pemberitahuan Penyidikan Nina Nurlina

News | Kamis, 03 September 2015 | 17:20 WIB

Usut Korupsi Yayasan Pertamina, Bareskrim Temukan Relawan Fiktif

Usut Korupsi Yayasan Pertamina, Bareskrim Temukan Relawan Fiktif

News | Rabu, 02 September 2015 | 20:56 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×