Inilah Daerah di Indonesia yang Tak Akan Alami Krisis Ekonomi

Ardi Mandiri

Jum'at, 11 September 2015 | 06:03 WIB
Inilah Daerah di Indonesia yang Tak Akan Alami Krisis Ekonomi
baduy 1

Suara.com - Pemuka adat yang juga Kepala Desa Kanekes Saija mengatakan warga Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga kini tak mengalami krisis ekonomi akibat dampak pelemahan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Kehidupan warga kami seperti biasa saja, karena masyarakat Baduy mengandalkan ekonominya dari hasil pertanian," kata Saija di Lebak, Kamis.

Ekonomi masyarakat Baduy hingga kini bercocok tanam di ladang-ladang huma dengan menanam aneka jenis tanaman pangan padi gogo dan tanaman pisang, hortikultura, palawija dan umbi-umbian.

Mereka, warga Baduy, seharian aktivitas kegiatan di ladang dan hasilnya dijual ke tengkulak maupun penampung.

Sebagian hasil ladang itu jika musim panen dijual ke pasar Rangkasbitung di antaranya durian, daun sereh, pisang, petai, nangka berit dan manggis.

"Kami tetap kehidupan ekonomi Baduy dari bercocoktanam di ladang-ladang huma," katanya.

Menurut dia, masyarakat Baduy bercocok tanam ladang huma tanpa menggunakan pupuk kimia.

Sebab pengunaan pupuk kimia itu dilarang oleh adat karena bisa menimbulkan kerusakan tanah.

Karena itu, mereka lebih mengutamakan pupuk organik dari sampah maupun sisa pembakaran ladang.

Kebanyakan petani Baduy bertanam itu di ladang dengan lokasi perbukitan juga berpindah-pindah sehingga lahan tanamanya subur.

"Kami sejak dulu hingga kini belum dilanda krisis ekonomi maupun kelaparan karena hasil bumi itu, seperti padi huma untuk kebutuhan keluarga saja," katanya.

Ia menyebutkan, masyarakat Baduy yang diperkirakan jumlah penduduknya mencapai 11.000 orang itu sejak turun temurun mengandalkan ekonomi dari hasil bumi.

Saat ini masyarakat Baduy masih tradisional dan tidak memiliki media elektronika maupun media cetak karena dilarang adat.

"Kami menjual hasil bumi itu menggunakan angkutan, karena bagian Baduy luar," katanya.

Santa, seorang petani Baduy mengatakan pihaknya setiap pekan menjual daun sereh dengan harga Rp14 ribu per kilogram maupun pisang.

Ia membawa daun sereh sebanyak dua karung atau sekitar 30 kilogram hasil penanaman di ladang.

Ia menjualnya itu ke penampung di Pasar Rangkasbitung. "Kami terbantu ekonomi keluarga dengan menjual hasil pertanian itu," katanya. (Antara)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Membersihkan Rumah dengan Gula? Begini Caranya

Seekor Anak Ular Ditemukan dalam Air Mineral Kemasan

Hal Penting Saat Mendekorasi Kamar Mandi Anak

Minum Susu Campur Vodka, Bayi 6 Minggu Lolos dari Maut

Farhat Harus Dijemput Paksa, Ini Alasannya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dibayangi Deflasi, Harga Komoditas di Cina Turun

Dibayangi Deflasi, Harga Komoditas di Cina Turun

Bisnis | Kamis, 10 September 2015 | 11:15 WIB

Hindari Satpol PP, PKL Ikut "Long March" Buruh

Hindari Satpol PP, PKL Ikut "Long March" Buruh

News | Selasa, 01 September 2015 | 13:00 WIB

Terkini

Jelang Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo, PN Jaktim Dijaga Ketat Brimob dan Rantis

Jelang Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo, PN Jaktim Dijaga Ketat Brimob dan Rantis

News | Kamis, 05 November 2026 | 08:45 WIB

Kejari Sikat Pajak Perusahaan, Kolaka Kecipratan Dana Segar Rp18 Miliar

Kejari Sikat Pajak Perusahaan, Kolaka Kecipratan Dana Segar Rp18 Miliar

Sulsel | Kamis, 05 November 2026 | 08:43 WIB

Xiaomi Siapkan HP Layar Lebar, Tantang Desain Huawei Pura X View

Xiaomi Siapkan HP Layar Lebar, Tantang Desain Huawei Pura X View

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 08:39 WIB

Massa Kembali Demo di Kantor Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud ke Jakarta

Massa Kembali Demo di Kantor Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud ke Jakarta

Kaltim | Kamis, 05 November 2026 | 08:38 WIB

Daftar Pelaku Goreng Saham dan Manipulator Laporan Keuangan

Daftar Pelaku Goreng Saham dan Manipulator Laporan Keuangan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 08:34 WIB

Kronologi Penertiban Bendera Bulan Bintang di Aceh Berujung Penembakan: 1 Tewas, 13 Luka

Kronologi Penertiban Bendera Bulan Bintang di Aceh Berujung Penembakan: 1 Tewas, 13 Luka

News | Kamis, 05 November 2026 | 08:30 WIB

AI Khusus Desain Chip Diklaim Tingkatkan Kualitas Hasil hingga 30 Persen

AI Khusus Desain Chip Diklaim Tingkatkan Kualitas Hasil hingga 30 Persen

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 08:16 WIB

AHY: Publik Berhak Tahu Siapa yang Perintahkan Listyo Sigit Sadap Presiden Prabowo

AHY: Publik Berhak Tahu Siapa yang Perintahkan Listyo Sigit Sadap Presiden Prabowo

News | Kamis, 05 November 2026 | 08:10 WIB

Dasco: Kabar Saya  Jadi Cawapres adalah Pengalihan Isu Penyadapan Presiden

Dasco: Kabar Saya Jadi Cawapres adalah Pengalihan Isu Penyadapan Presiden

News | Kamis, 05 November 2026 | 08:09 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok 8 Persen Dipicu Pemilu Sela AS

Harga Minyak Dunia Anjlok 8 Persen Dipicu Pemilu Sela AS

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 08:03 WIB

×