Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Menperin: Krisis Global Peluang Investor Asing di Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 26 September 2015 | 18:37 WIB
Menperin: Krisis Global Peluang Investor Asing di Indonesia
Menteri Perindustrian, Saleh Husin (ketiga dari kiri) saat melihat eksebisi komponen dalam acara Pengembangan Pemasok Industri Manufaktur Sub Sektor Otomotif di Kementerian Perindustrian. (Suara.com/ Deni Yuliansari)

Suara.com - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan krisis ekonomi sejatinya menjadi peluang bagi investor asing yang ingin menanamkan modal di Indonesia. Sebab selisih mata uang rupiah dan dolar membuat biaya investasi menjadi lebih murah.

"Biasanya hanya cukup membeli satu hektare tapi karena krisis ekonomi global jadi bisa beli 1,5 hektare, ini contohnya. Jadi krisis ini, justru peluang bagi mereka yang ingin berusaha di Indonesia," kata Saleh seusai menjadi pembicara utama pada seminar di Palembang, Sabtu (26/9/2015).

Pada seminar 'Peluang dan Tantangan Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean' di Fakultas Hukum, Universitas Sriwijaya itu Husin menjaskan faktor ini yang diharapkan menjadi pendorong berkembangnya Kawasan Ekonomi Khusus di beberapa provinsi. Sumatera Selatan yang saat ini sedang membangun KEK Tanjung Api-Api diharapkan memanfaatkan peluang ini untuk menjadi suatu kawasan industri yang memiliki daya saing.

"Sudah ada keinginan untuk mengembangkan KEK di Sumsel, dan jangan sekadar membangun tapi harus benar-benar memastikan ada investornya. Investor ini harus membawa investor lainnya juga," kata dia.

Kehadiran banyak investor ini sangat penting karena pemerintah berkeinginan membuka kawasan industri di luar Jawa.

"Saat ini bicara industri tidak lagi hanya di Jawa tapi juga luar Jawa, karena potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia demikian luar biasa dan harus dikembangkan untuk kesejahteraan rakyat," kata dia.

Kawasan Tanjung Api Api ini memiliki lahan seluas 1.000 hektare yang akan diperuntukan sebagai pelabuhan barang internasional dan Kawasan Ekonomi Khusus. Pemerintah daerah memprediksi dibutuhkan dana hingga Rp104 triliun untuk merealisasikan pembangunan pelabuhan, jalan tol, mono rel, hingga kawasan industri.

Penetapan Presiden tentang kawasan ekonomi khusus Tanjung Api-api telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 2014 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 Juni 2014. Perpres ini kemudian menjadi dasar bagi Provinsi Sumatera Selatan untuk sepenuh hati mendorong proyek ini terealisasi karena sudah masuk dalam delapan KEK yang sudah ditetapkan pemerintah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anjlok, Rupiah Mendekati Rp15.000 Perdolar AS

Anjlok, Rupiah Mendekati Rp15.000 Perdolar AS

Bisnis | Rabu, 23 September 2015 | 17:46 WIB

Presiden Cina: Tak Ada Dasar Lanjutkan Depresiasi Yuan

Presiden Cina: Tak Ada Dasar Lanjutkan Depresiasi Yuan

Bisnis | Selasa, 22 September 2015 | 15:23 WIB

Tambah Devisa, Pemerintah Genjot LC Ekspor

Tambah Devisa, Pemerintah Genjot LC Ekspor

Bisnis | Selasa, 22 September 2015 | 14:54 WIB

Perusahaan Manufaktur Jawa Tengah Mulai 'Goyang'

Perusahaan Manufaktur Jawa Tengah Mulai 'Goyang'

Bisnis | Selasa, 22 September 2015 | 14:04 WIB

BPS: Sektor Pertanian Dorong Pertumbuhan Ekonomi

BPS: Sektor Pertanian Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 22 September 2015 | 13:28 WIB

Terkini

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB

DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru

DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:37 WIB

IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing

IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:16 WIB

Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram

Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:56 WIB

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:52 WIB

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:47 WIB

Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi

Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:32 WIB

LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen

LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:20 WIB