Menperin: Krisis Global Peluang Investor Asing di Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 26 September 2015 | 18:37 WIB
Menperin: Krisis Global Peluang Investor Asing di Indonesia
Menteri Perindustrian, Saleh Husin (ketiga dari kiri) saat melihat eksebisi komponen dalam acara Pengembangan Pemasok Industri Manufaktur Sub Sektor Otomotif di Kementerian Perindustrian. (Suara.com/ Deni Yuliansari)

Suara.com - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan krisis ekonomi sejatinya menjadi peluang bagi investor asing yang ingin menanamkan modal di Indonesia. Sebab selisih mata uang rupiah dan dolar membuat biaya investasi menjadi lebih murah.

"Biasanya hanya cukup membeli satu hektare tapi karena krisis ekonomi global jadi bisa beli 1,5 hektare, ini contohnya. Jadi krisis ini, justru peluang bagi mereka yang ingin berusaha di Indonesia," kata Saleh seusai menjadi pembicara utama pada seminar di Palembang, Sabtu (26/9/2015).

Pada seminar 'Peluang dan Tantangan Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean' di Fakultas Hukum, Universitas Sriwijaya itu Husin menjaskan faktor ini yang diharapkan menjadi pendorong berkembangnya Kawasan Ekonomi Khusus di beberapa provinsi. Sumatera Selatan yang saat ini sedang membangun KEK Tanjung Api-Api diharapkan memanfaatkan peluang ini untuk menjadi suatu kawasan industri yang memiliki daya saing.

"Sudah ada keinginan untuk mengembangkan KEK di Sumsel, dan jangan sekadar membangun tapi harus benar-benar memastikan ada investornya. Investor ini harus membawa investor lainnya juga," kata dia.

Kehadiran banyak investor ini sangat penting karena pemerintah berkeinginan membuka kawasan industri di luar Jawa.

"Saat ini bicara industri tidak lagi hanya di Jawa tapi juga luar Jawa, karena potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia demikian luar biasa dan harus dikembangkan untuk kesejahteraan rakyat," kata dia.

Kawasan Tanjung Api Api ini memiliki lahan seluas 1.000 hektare yang akan diperuntukan sebagai pelabuhan barang internasional dan Kawasan Ekonomi Khusus. Pemerintah daerah memprediksi dibutuhkan dana hingga Rp104 triliun untuk merealisasikan pembangunan pelabuhan, jalan tol, mono rel, hingga kawasan industri.

Penetapan Presiden tentang kawasan ekonomi khusus Tanjung Api-api telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 2014 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 Juni 2014. Perpres ini kemudian menjadi dasar bagi Provinsi Sumatera Selatan untuk sepenuh hati mendorong proyek ini terealisasi karena sudah masuk dalam delapan KEK yang sudah ditetapkan pemerintah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anjlok, Rupiah Mendekati Rp15.000 Perdolar AS

Anjlok, Rupiah Mendekati Rp15.000 Perdolar AS

Bisnis | Rabu, 23 September 2015 | 17:46 WIB

Presiden Cina: Tak Ada Dasar Lanjutkan Depresiasi Yuan

Presiden Cina: Tak Ada Dasar Lanjutkan Depresiasi Yuan

Bisnis | Selasa, 22 September 2015 | 15:23 WIB

Tambah Devisa, Pemerintah Genjot LC Ekspor

Tambah Devisa, Pemerintah Genjot LC Ekspor

Bisnis | Selasa, 22 September 2015 | 14:54 WIB

Perusahaan Manufaktur Jawa Tengah Mulai 'Goyang'

Perusahaan Manufaktur Jawa Tengah Mulai 'Goyang'

Bisnis | Selasa, 22 September 2015 | 14:04 WIB

BPS: Sektor Pertanian Dorong Pertumbuhan Ekonomi

BPS: Sektor Pertanian Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 22 September 2015 | 13:28 WIB

Terkini

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:54 WIB

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:50 WIB

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 12:49 WIB

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:44 WIB

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:43 WIB

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:36 WIB

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

×