Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Sekarang, Izin Ekspor Impor di Pelabuhan Bisa Dipantau Via Online

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 30 September 2015 | 14:52 WIB
Sekarang, Izin Ekspor Impor di Pelabuhan Bisa Dipantau Via Online
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Beberapa menteri di bawah Kabinet Kerja, hari ini, Rabu (30/9/2015), meluncurkan situs Indonesia National Single Window. Situs ini untuk mempermudah prosedur izin ekspor dan impor karena selama ini dinilai sangat lamban dan sarat pungutan liar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yakin dengan adanya situs INSW tidak akan ada lagi pelaku ekspor dan impor yang menjadi korban pungli di pelabuhan karena semua proses perizinan dilakukan melalui satu pintu dengan basis online.

“Pungli-pungli itu otomatis sudah tidak ada. Karena kan semua dilakukan secara online. Jadi nggak ada lagi harus perizinan ekspor dan impor secara manual yang banyak kendalanya, semua dilakukan secara online,” kata Darmin dalam sambutan di kantor Kementerian Keuangan, Rabu (30/9/2015).

Selain itu, katanya, sistem INSW juga bisa memonitor proses perizinan sehingga hal ini dapat menyelesaikan permasalahan dwelling time yang beberapa waktu lalu sempat membuat Presiden Joko Widodo marah.

"Sistem bukan hanya tahu jumlah, dia tahu proses sedang di mana posisinya. Jadi kalau proses ekspor impor mau dicek ada di mana sekarang proses pengerjaannya, sistem tahu itu. Itu sebabnya ini standarnya beda. Ini kan bisa mengatasi dwelling time. Jadi enggak akan ada lagi antrian di pelabuhan, semua dilakukan secara online," katanya.

Darmin menambahkan situs INSW nantinya juga melayani perizinan ekspor dan impor secara elektronik di 15 kementerian dan lembaga serta 18 unit perizinan yang menjadi paket kebijakan ekonomi deregulasi yang sedang digodok pemerintah saat ini.

"Ini sudah mengintegrasikan semua pelayanan perizinan ekspor impor secara elektronik di 15 K/L atau 18 unit perizinan yang sebetulnya sedang kita kurangi di deregulasi. Jadi dengan adanya INSW ini dengan cepat dapat mengimplementasikan kebijakan pemerintah salah satunya deregulasi ini,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Dwelling Time, Polda Metro Jaya Segera Limpahkan Tersangka

Kasus Dwelling Time, Polda Metro Jaya Segera Limpahkan Tersangka

News | Minggu, 27 September 2015 | 10:46 WIB

Tak Cepat Keluarkan Barang di Pelabuhan, Importir Didenda 5 Juta

Tak Cepat Keluarkan Barang di Pelabuhan, Importir Didenda 5 Juta

News | Rabu, 23 September 2015 | 15:19 WIB

TNI dan Polisi Ikut Jadi Satgas "Dwelling Time"

TNI dan Polisi Ikut Jadi Satgas "Dwelling Time"

News | Rabu, 23 September 2015 | 14:43 WIB

Target Dwelling Time, Kereta Tanjung Priok Mulai Beroperasi 2016

Target Dwelling Time, Kereta Tanjung Priok Mulai Beroperasi 2016

News | Rabu, 23 September 2015 | 14:30 WIB

Terkini

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 23:31 WIB

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:07 WIB

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:39 WIB

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:24 WIB

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:59 WIB

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34 WIB

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:06 WIB

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB

×