OJK Dukung BUMN Jual Saham di Bursa

Liberty Jemadu | Suara.com

Sabtu, 25 Juli 2015 | 00:34 WIB
OJK Dukung BUMN Jual Saham di Bursa
Aktivitas pelaku pasar modal di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Jumat (16/1) [Suara.com/Kurniawan Mas'ud].

Suara.com - Pendanaan Badan Usaha Milik Negara dan anak usahanya dalam rangka pengembangan usaha melalui pasar modal dinilai tepat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membutuhkan pendanaan besar serta jangka waktu yang cukup panjang untuk kegiatan pengembangan usahanya. Karakteristik pendanaan melalui pasar modal dinilai tepat bagi BUMN," ujar Kepala Eksekutif Bidang Pasar Modal OJK Nurhaida di Jakarta, Jumat (24/7/2015)/

Maka dari itu, kata Nurhaida, OJK akan terus melakukan sosialisi dan mendorong BUMN serta anak usahanya untuk melakukan pelepasan sebagian saham ke tengah masyarakat melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO) atau menerbitkan surat utang (obligasi) untuk mendapatkan dana jangka panjang.

"Potensi BUMN untuk go public cukup positif. Selain itu, juga dapat menjaga likuiditas industri pasar modal domestik," katanya.

Ia menyebutkan bahwa 33 BUMN dan anak perusahannya yang saat ini telah go public sangat berpengaruh terhadap likuiditas pasar modal Indonesia. Selain itu, BUMN yang go public juga dapat menambah sarana investasi bagi investor serta dapat meningkatkan kualitas tata kelola BUMN agar lebih baik.

Saat ini, menurut Nurhaida, OJK sedang melakukan koordinasi dengan Kementerian BUMN untuk lebih menyosialisasikan pasar modal sebagai sumber pendanaan.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan bahwa kondisi perekonomian nasional maupun global yang cenderung melambat cukup memengaruhi kinerja industri pasar modal Indonesia.

Menurut dia, pemerintah dapat membantu menjaga industri pasar modal salah satunya dengan mendorong BUMN go public sehingga dapat meningkatkan efektivitas kerja perseroan, dalam hal ini BUMN, dan sebagai cara modern untuk memobilisasi dana jangka panjang dari masyarakat.

"Kita memerlukan BUMN agar pasar modal domestik berkembang. Dengan begitu, pasar modal akan menjadi lebih kuat sehingga investor tertarik untuk melakukan investasi ke pasar modal. Situasi itu tentu juga akan meningkatkan permintaan rupiah," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekonomi Lesu, OJK Pangkas Target Pertumbuhan Kredit Perbankan

Ekonomi Lesu, OJK Pangkas Target Pertumbuhan Kredit Perbankan

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2015 | 17:52 WIB

DPR Tagih Janji Rini Soemarno soal Roadmap Kementerian BUMN

DPR Tagih Janji Rini Soemarno soal Roadmap Kementerian BUMN

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2015 | 18:29 WIB

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:47 WIB

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:51 WIB

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:37 WIB

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:36 WIB

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:19 WIB

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:59 WIB