Mengukur Kekuatan Bank Infrastruktur di Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 01 September 2015 | 13:52 WIB
Mengukur Kekuatan Bank Infrastruktur di Indonesia
Sejumlah pekerja dalam sebuah proyek pembangunan infrastruktur di Jakarta. [Antara/Sigid Kurniawan]

Suara.com - Pemerintahan Joko Widodo berencana membuat bank infrastruktur lewat PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Perusahaan itu nantinya akan fokus memberikan pinjaman untuk membangun infrastruktur di Indonesia.

Nantinya Pemerintah akan menglihkan aset Pusat Investasi Pemerintah (PIP) ke SMI. Sehingga perusahaan itu akan menjadi BUMN pembiayaan infrastruktur. Bahkan BUMN ini akan berfungsi selayaknya Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia (LPPI).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengklaim modal awal SMI sekitar Rp 25 triliun. Pada perjalanannya SMI bisa membiayai proyek sampai Rp 150 triliun.

Pemerintah menargetkan tahun ini BUMN itu terbentuk. Namun akan seberapa kuat SMI membiayai pembangunan infrastruktur yang selama ini banyak menggunakan uang negara dan utang luar negeri.

Pakar Perbankan, Iwan Nataliputra mengatakan langkah pembentukan bank infrastruktur sudah tepat. Sebab saat ini Indonesia tengah gencar membangun.

"Nah pertanyaannya seberapa kuat?" kata Iwan di Jakarta, Selasa (1/9/2015).

Dia mengatakan bank infrastruktur yang ideal mempunyai modal pembiayaan yang mampu memberikan pinjaman untuk pembangunan jangka panjang hingga 20 tahun. Dia mencontohkan pembangunan itu bisa berupa pembangunan bandara, bendungan, waduk, transportasi laut, atau juga proyek mass rasit transid (MRT).

Proyek-proyek besar itu akan lama mengalami 'balik modal'. "Bank mana yang sanggup memberikan pembiayaan sampai 5 tahun 10 tahun, bahkan 20 tahun itu?" tanya dia lagi.

Sehingga menurutnya bank infrastruktur Indonesia itu harus memiliki sumber pembiayaan yang kuat. Sumber itu rentan jika bersumber dari bank atau juga BUMN lainnya.

"Kalau kita berharap kepada masyarakat yang berinvestasi ke infrastruktur, biasanya hitungannya nggak masuk. Keuntungannya (balik modal) lama," katanya.

"Bank ini kan harus menerbitkan surat utang yang rentan waktunya sampai 20 tahun. Baru bisa dipakai untuk membangun infrastruktur," lanjut Iwan.

Dia menyebutkan sumber pendanaan yang cocok untuk bank infrastruktur itu berasal dari dana pensin di BPJS Ketenagakerjaan. Sebab penyimpanan uang di sana sangat lama.

"Mereka yang akan beli obligasi pemerintah dalam jangka panjang. BPJS kan program pemerintah, seperti pensiun. Itu kan jangka panjang. Itu lah yang dipakai untuk ini. Cara kedua pemerintah berutang ke luar negeri," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tujuh Proyek Pembangunan DPR Bakal Telan Dana Rp1,6 Triliun

Tujuh Proyek Pembangunan DPR Bakal Telan Dana Rp1,6 Triliun

News | Kamis, 20 Agustus 2015 | 11:13 WIB

Ragu Garap Proyek, Pejabat Diimbau Konsultasi ke Polri-Kejaksaan

Ragu Garap Proyek, Pejabat Diimbau Konsultasi ke Polri-Kejaksaan

News | Sabtu, 15 Agustus 2015 | 06:44 WIB

Begini Strategi Menteri PU Percepat Pembangunan Infrastruktur

Begini Strategi Menteri PU Percepat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2015 | 10:50 WIB

Kejati NTT Tahan Kabag Keuangan Kementerian Transmigrasi dan PDT

Kejati NTT Tahan Kabag Keuangan Kementerian Transmigrasi dan PDT

News | Kamis, 30 Juli 2015 | 22:36 WIB

Kebut Pembangunan Tol Tanjung Priok

Kebut Pembangunan Tol Tanjung Priok

Foto | Selasa, 28 Juli 2015 | 20:00 WIB

Pemprov DKI Bantu Urus IMB Tempat Ibadah yang Sudah Lama Berdiri

Pemprov DKI Bantu Urus IMB Tempat Ibadah yang Sudah Lama Berdiri

News | Minggu, 26 Juli 2015 | 16:17 WIB

Menteri Marwan: Mumpung Pulkam, Ayo Makmurkan Desa

Menteri Marwan: Mumpung Pulkam, Ayo Makmurkan Desa

News | Rabu, 15 Juli 2015 | 19:30 WIB

Ini Jawaban Pemerintah Atas Suara-suara Pilu Warga di Perbatasan

Ini Jawaban Pemerintah Atas Suara-suara Pilu Warga di Perbatasan

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 01:57 WIB

Bantu Kelola Dana Desa, Marwan Kerahkan 12 Ribu Pendamping

Bantu Kelola Dana Desa, Marwan Kerahkan 12 Ribu Pendamping

News | Kamis, 02 Juli 2015 | 11:54 WIB

Bangun LRT, Ahok Bakal Tunjuk BUMD

Bangun LRT, Ahok Bakal Tunjuk BUMD

News | Selasa, 30 Juni 2015 | 15:56 WIB

Terkini

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:17 WIB

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:15 WIB

Zaskia Sungkar Doakan Raffi Ahmad: Semoga Allah Kembalikan Sahabat Kami dari Dunianya Sekarang

Zaskia Sungkar Doakan Raffi Ahmad: Semoga Allah Kembalikan Sahabat Kami dari Dunianya Sekarang

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 16:14 WIB

Tegaskan Wantimpres Tak Bahas Putusan MA Soal Gibran, Margarito: Itu Bukan Isu Presiden

Tegaskan Wantimpres Tak Bahas Putusan MA Soal Gibran, Margarito: Itu Bukan Isu Presiden

News | Senin, 02 November 2026 | 16:11 WIB

Sikap Golkar Tanggapi Desakan Gibran Mundur Usai Putusan MA: Kami Pelajari Kata per Kata!

Sikap Golkar Tanggapi Desakan Gibran Mundur Usai Putusan MA: Kami Pelajari Kata per Kata!

News | Senin, 02 November 2026 | 16:10 WIB

Pebalap Muda Astra Honda Raih Podium di Sepang Malaysia

Pebalap Muda Astra Honda Raih Podium di Sepang Malaysia

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 16:08 WIB

Banner 'Oligarki' di Rawa Buntu Tangsel Diturunkan Satpol PP, Netizen: Giliran Begini Cepet

Banner 'Oligarki' di Rawa Buntu Tangsel Diturunkan Satpol PP, Netizen: Giliran Begini Cepet

News | Senin, 02 November 2026 | 16:06 WIB

BPOM dan Polri Perketat Pengawasan Narkotika, Vape hingga Kosmetik Ilegal

BPOM dan Polri Perketat Pengawasan Narkotika, Vape hingga Kosmetik Ilegal

News | Senin, 02 November 2026 | 16:03 WIB

Golkar Minta Para Pimpinan Parpol Segera Bertemu Sikapi Putusan MA Soal Suket Gibran

Golkar Minta Para Pimpinan Parpol Segera Bertemu Sikapi Putusan MA Soal Suket Gibran

News | Senin, 02 November 2026 | 16:01 WIB

Sinopsis Akka, Angkat Kisah Gangster Perempuan di India Era 1980-an

Sinopsis Akka, Angkat Kisah Gangster Perempuan di India Era 1980-an

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:00 WIB

×