Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Nasib Hampir 1.000 Buruh Tekstil Terancam karena Impor Ilegal

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 14 Oktober 2015 | 05:29 WIB
Nasib Hampir 1.000 Buruh Tekstil Terancam karena Impor Ilegal
Buruh melakukan aksi unjuk rasa guna memperingati hari lahirnya organisasi buruh internasional World Federation of Trade Unions (WFTU) di Jakarta, Sabtu (3/10). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Sebanyak 945 tenaga kerja dari enam perusahaan di sektor hulu industri tekstil terancam dirumahkan sementara. Ini karena masalah impor ilegal.

"Ini akan menjadi prioritas kami untuk memfasilitasi keluhan yang telah disampaikan. Kami akan memfasilitasi pertemuan dengan Dirjen Bea Cukai dan nantinya dengan perwakilan perusahaan," kata Kepala BKPM Franky Sibarani di Jakarta, Selasa (13/10/2015) malam.

Keenam perusahaan itu beroperasi di Karawang, Tangerang dan Jawa Barat. Mereka mengadukan masalah impor ilegal melalui Desk Khusus Investasi Tekstil dan Sepatu di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Franky menilai kebijakan paket ekonomi jilid III telah membantu para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saingnya dan tetap menjaga operasional perusahaan. Meski demikian ada masalah khusus yang juga membutuhkan penanganan secara lebih mendalam.

"Contohnya impor ilegal ini. Dengan masuknya produk-produk ilegal tersebut, maka perusahaan di sektor hilir akan memilih membeli produk ilegal tersebut karena harganya jauh lebih murah dari enam perusahaan tersebut," ujarnya.

Menurut dia sebagian perusahaan telah menurunkan rata-rata 20 persen dari volume produksinya akibat melemahnya permintaan dan menggerus produk impor dan membanjirnya impol ilegal yang mayoritas berasal dari Tiongkok dan India.

Dari hitungan perwakilan perusahaan, perbedaan antara harga produk impor yang legal dan produksi mereka mencapai 20 sen dolar AS. Apabila perbedaan harga bahan baku tersebut berkisar 5-10 sen dolar AS maka produsen dalam negeri masih dapat bersaing.

"Jadi mereka menjelaskan bahwa kalau perbedaannya sampai 20 sen dolar AS, maka garmen lokal akan lebih milih impor, kalaupun dikasih jam malam diskon listrik hanya berkurang 5 sen dolar AS, ditambah lagi tanpa WBP (Waktu Beban Puncak) diskon yang diberikan hanya dampak 8 sen dolar AS," katanya.

Karena itu, beberapa usulan yang mengemuka disampaikan oleh perwakilan perusahaan di antaranya permohonan permintaan penambahan diskon listrik dari 30 persen menjadi 50 persen. Selain itu, beberapa pelaksana di tingkat daerah juga dinilai belum terinformasi dengan jelas mengenai kebijakan- kebijakan pemerintah pusat untuk membantu kalangan dunia usaha untuk dapat tetap menjaga operasional perusahaan dan memperkerjakan karyawan yang dimilikinya.

Industri tekstil menghasilkan Rp5,6 triliun surplus perdagangan pada 2014, dari Rp12,7 triliun nilai ekspor. Ada pun nilai ekspor tumbuh rata-rata 4 persen per tahun selama 2010-2014. Sementara itu, realisasi investasi industri tekstil semester I 2015 tumbuh 58 persen dibandingkan 2014, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan total investasi sebesar 16,6 persen.

Nilai realisasi industri tekstil semester I 2015 sebesar Rp3,9 triliun, terdiri atas 55 persen penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan 45 persen penanaman modal asing (PMA). Nilai investasi tersebut berasal dari 378 proyek investasi yang sedang direalisasikan dan menyerap sekitar 70.000 tenaga kerja langsung. Provinsi yang menjadi lokasi utama investasi tekstil yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menaker Segera Rilis Formula Pengupahan Buruh

Menaker Segera Rilis Formula Pengupahan Buruh

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2015 | 12:31 WIB

Praktik Upah Murah Banyak Ditemukan di Industri Kelapa Sawit

Praktik Upah Murah Banyak Ditemukan di Industri Kelapa Sawit

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 13:37 WIB

Aksi Perempuan Menolak PHK

Aksi Perempuan Menolak PHK

Foto | Rabu, 07 Oktober 2015 | 14:11 WIB

Demo KASBI Bubar, Jalan di Depan Istana Dibuka Lagi

Demo KASBI Bubar, Jalan di Depan Istana Dibuka Lagi

News | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 18:27 WIB

2000 Personel Gabungan Amankan Aksi Demo KASBI

2000 Personel Gabungan Amankan Aksi Demo KASBI

News | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 17:29 WIB

Peringati Lahirnya Organisasi Buruh Internasional

Peringati Lahirnya Organisasi Buruh Internasional

Foto | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 16:54 WIB

Ratusan Massa KASBI Seruduk Istana Negara

Ratusan Massa KASBI Seruduk Istana Negara

News | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 16:41 WIB

Rupiah Melemah, Ribuan Buruh di Tangerang Kena PHK

Rupiah Melemah, Ribuan Buruh di Tangerang Kena PHK

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2015 | 10:27 WIB

Buruh Bogor Demo Tuntut UMK Rp3,7 Juta

Buruh Bogor Demo Tuntut UMK Rp3,7 Juta

News | Selasa, 29 September 2015 | 09:31 WIB

Polda Metro Jaya Minta Pengusaha Tidak Lakukan PHK Massal

Polda Metro Jaya Minta Pengusaha Tidak Lakukan PHK Massal

News | Minggu, 27 September 2015 | 15:54 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×