Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

PLN Pastikan Tarif Listrik 2016 Tidak Naik

Laban Laisila | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Minggu, 25 Oktober 2015 | 13:29 WIB
PLN Pastikan Tarif Listrik 2016 Tidak Naik
Ilustrasi: Pekerja melakukan perawatan Gardu Induk 150 KV. (Antara/Noveradika)

Suara.com - PT PLN (Perseroan) memastikan, hingga 2016 tarif listrik untuk golongan rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) dan 900 Volt Ampere (VA) tidak mengalami kenaikan. Tetapi pada awal 2016 akan ada penyesuaian data masyarakat yang berhak untuk menerima subsidi listrik.

"Tidak ada, tidak ada rencana kenaikan tarif listrik sepanjang 2016, namun yang di drive pemerintah adalah penyaluran subsidi yang tepat sasaran," kata Bambang Dwiyanto Plt Kepala Satuan Komunikasi PT PLN saat ditemui di kantornya, Minggu (25/10/2015).

Jadi, lanjut dia, dengan adanya pendataan tersebut, masyarakat yang tergolong masyarakat mampu tetapi menggunakan tarif subisidi listrik akan langsung mengalami kenaikan. Sedangkan untuk penerima subsidi listrik akan dilakukan berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Hal tersebut dilakukan agar subsidi listrik ini tepat sasaran. Pasalnya, hingga saat ini masih ada masyarakat yang mampu namun menggunakan subsidi listrik.

Hal ini terlihat berdasarkan data TNP2K, masyarakat kurang mampu tercatat sebanyak 25 juta orang. Namun, dalam kenyataannya jumlah masyarakat yang menggunakan listrik bersubsidi tersebut mencapai 50 juta orang.

“Makanya ini yang akan kita data ulang. Pokoknya yang berhak menerima subsidi belum ada kenaikan sampai awal 2016. Harganya masih tetap,” tegasnya.

Meski demikian, jika ada masyarakat yang pembayaran listriknya mengalami kenaikan baik itu yang golongan orang mampu atau tidak mampu, dirinya menyarankan untuk mengecek tagihan listrik itu sendiri. Sebab, kenaikan tagihan listrik bisa terjadi karena adanya penyesuaian data dari data-data yang sebelumnya pernah dicatat oleh PLN.

"Misalnya akhir-akhir ini cuaca kan panas sekali, nyalain AC dan kipas, AC itu konsumsi listrik terbesar di rumah tangga, kalau lampu itu kecil, apalagi sudah LED, itu yang akan memicu kenaikan tagihan rekening. Jadi tolong di cek lagi sama pemakaiannya, sesuai atau tidak," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Naikkan Tarif Listrik Prabayar, PLN Dinilai Abaikan Hak Konsumen

Naikkan Tarif Listrik Prabayar, PLN Dinilai Abaikan Hak Konsumen

News | Senin, 12 Oktober 2015 | 07:44 WIB

Per 1 September, Tarif Listrik Non-subsidi Turun

Per 1 September, Tarif Listrik Non-subsidi Turun

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2015 | 14:52 WIB

Tarif Listrik Non Subsidi Naik Per 1 Juli 2015

Tarif Listrik Non Subsidi Naik Per 1 Juli 2015

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2015 | 11:51 WIB

Kenaikan Tarif Listrik 450/900 VA akan Sengsarakan Rakyat Kecil

Kenaikan Tarif Listrik 450/900 VA akan Sengsarakan Rakyat Kecil

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2015 | 15:04 WIB

Terkini

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:22 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:14 WIB

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:55 WIB

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:08 WIB

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:48 WIB