Indonesia Surplus Beras 4 Juta Ton Tahun 2015

Adhitya Himawan Suara.Com
Rabu, 04 November 2015 | 13:38 WIB
Indonesia Surplus Beras 4 Juta Ton Tahun 2015
Jokowi Panen Padi di Sukoharjo

Suara.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim Indonesia tidak mengimpor beras pada 2015 karena produksi gabah di Indonesia mengalami surplus empat juta ton meski dalam kondisi el nino.

Amran di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (4/11/2015), mengatakan pada 1998 tingkat anomali suhu sebesar 1,8 derajat celcius, sedangkan 2015 ini sebesar 2,35 derajat celcius.

"El nino 1998 intensitasnya 1,8 (derajat celcius), jumlah impor beras 7,1 juta ton dengan jumlah penduduk 202 juta jiwa, sekarang jumlah penduduk 250 juta jiwa dengan kondisi el nino 2,35 derajat celsius, harusnya kalau kita impor hari ini 8,9 juta ton, tapi hari ini nol impor," katanya disela-sela panen raya jagung di Bulak Giriyono, Sendangsari.

Menurut menteri, melihat kondisi iklim di Indonesia seharusnya impor beras 9.000 ton. Stok beras hingga hari ini mencapai 1,5 juta ton. Pekan lalu stok beras dalam negeri yang masuk ke Cipinang mencapai 5.000 ton. Padahal, biasanya volume beras yang masuk ke Cipinang hanya 3.000 ton.

"Kondisi saat ini masih aman. Hal ini dikarenakan ada peningkatan produksi. Cadangan beras lokal itu pun akan dioptimalkan pemerintah hingga akhir," katanya.

Amran mengatakan pada 2015, Indonesia ekspor beras ketan ke Italia sebanyak 134 ribu ton, jagung 400 ribu ton, kacang hijau 60 ribu ton, dan bawang merah lima ribu ton.

"Persoalan pertanian adalah tataniaga rantai pasokan yang sangat panjang. Harga bawang ditingkat petani Rp6.000, tapi sampai konsumen Rp36.000. Keuntungan hanya dinikmati tengkulak atau pedagang. Hal ini harus kita selesaikan bersama," katanya.

Meski demikian, dirinya bukan orang yang antiimpor, hanya saja dirinya membatasi impor dan untuk melindungi petani.

Pada 2015, pihaknya memperbolehkan buka impor beras sebanyak 4,6 juta ton, tidak boleh melebihi jumlah tersebut. Tetapi berdasarkan laporan, hingga saat ini impor beras hanya mencapai dua juta ton.

"Kami bukan antiimpor, tapi kami menyayangi petani. Kami impor sesuai kebutuhan, bukan karena ada permintaan orang atau sekolompok orang," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI