Fintech Indonesia Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan

Jum'at, 13 November 2015 | 04:04 WIB
Fintech Indonesia Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan
Ilustrasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (13/5). (Antara/Puspa Perwitasari)

Suara.com - Asosiasi perusahaan teknologi keuangan Fintech Indonesia menndorong pemerintah meningkatkan inklusi keuangan. Sebab Inklusi keuangan di Indonesia masih rendah.

"Kami ingin mendorong masyarakat yang belum memiliki rekening bank ke arah sektor perbankan, seperti e-wallet yang didorong pemerintah," ujar salah satu pendiri FinTech Indonesia Thong Sennelius di Jakarta, Kamis (12/11/2015) malam.

Asosiasi tersebut membantu inklusi keuangan dengan produk berbasis teknologi tanpa harus ke bank untuk menarik masyarakat ke dalam sistem keuangan terlebih dulu. Inklusi keuangan melalui teknologi keuangan bisa membantu pembangunan ekonomi masyarakat luas melalui tabungan, investasi dan produk-produk keuangan mikro.

Indonesia saat ini masih memiliki tantangan dalam mendorong masyarakat yang bankable. Tetapi tidak memiliki rekening bank karena jumlahnya lebih dari 60 persen.

"Pada tahun 2014 hanya sekitar 36 persen warga Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang tercatat memiliki rekening bank. Angka ini paling rendah di kawasan Asia Timur dan Pasifik," kata dia.

Selain mendorong inklusi keuangan, ia mengatakan FinTech Indonesia bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengakomodasi kebutuhan berbagai bisnis, diantaranya korporat, UKM, bisnis perorangan dan konsumen.

Perluasan akses dan ragam pembayaran daring, kata Thong, mempermudah transaksi dan mendorong perkembangan bisnis. Penerapan teknologi dalam sistem keuangan, ujar dia, juga menghemat pengeluaran dalam transaksi karena mengurangi biaya administrasi. Sementara Bank Dunia memperkirakan pada 2015 terdapat sekitar dua miliar orang yang belum memiliki rekening bank.

Sedangkan menurut laporan penggunaan layanan keuangan yang terjangkau lapisan masyarakat bawah, Indonesia berada di peringkat 13 dari 21 negara berdasaran parameter komitmen negara dalam kebijakan inklusi keuangan, kapasitas mobile, lingkungan kebijakan dan tingkat adopsi layanan keuangan tradisional dan digital. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI