Suara.com - Kementerian Keuangan kembali menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) melakukan peluncuran Kartu Identitas Multifungsi (KIM) yang dilaksanakan di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta (10/11/2015). KIM menjadi stage lanjutan dalam melaksanakan Gerakan Nasional Non Tunai, yang diinisiasi oleh Ditjen Perbendaharaan dengan tagline KIM – KARTU IDENTITAS MULTIFUNGSI – satu kartu untuk semua. Kartu tersebut merupakan kartu tanda pengenal bagi karyawan atau pegawai Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang memiliki tampilan Elegant dan Smart.
Dengan memanfaatkan teknologi microchip, KIM adalah sebuah produk perbankan yang memiliki banyak fungsi, sebagai kartu identitas yang juga dapat berfungsi sebagai kartu ATM, kartu uang isi ulang BRI, BRIZZI, serta sebagai kartu akses. Sebagai kartu ATM, KIM dapat digunakan untuk bertransaksi perbankan di 156.096 unit EDC dan 21.685 ATM BRI, yang termasuk dalam jaringan ATM Bersama, ATM Link, ATM Prima. Sebagai Kartu Debit, KIM dapat digunakan untuk penarikan tunai, transfer, pembayaran listrik, telpon, tiket, top up uang elektronik, pembayaran kartu kredit, dan lain sebagainya, serta dapat pula digunakan untuk berbelanja di merchant-merchant terkenal yang tersebar di seluruh Indonesia dan juga di koperasi dan kantin di lingkungan Kementerian Keuangan.
Sementara sebagai kartu uang elektronik BRI, BRIZZI dapat digunakan sebagai alat bayar isi ulang, untuk membeli tiket Trans-Jakarta, dan tiket Commuter Line. KIM nantinya juga akan digunakan sebagai satu-satunya access card yang digunakan apabila akan memasuki gate atau gerbang di area Kementerian Keuangan RI.
“Pada tahap awal, KIM ini diberlakukan di Lingkungan Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu RI. Untuk selanjutnya, akan dikembangkan ke seluruh Kanwil DJPBN dan KPPN seluruh Indonesia serta ke seluruh unit kerja dan jaringan e-channel BRI, “ungkap Hari Siaga, sekretaris Perusahaan Bank BRI.
Upaya Kementerian Keuangan RI dan Bank BRI bersinergi dalam implementasi kartu identitas pegawai menjadi KIM, merupakan bentuk implementasi program cashless society yang tengah digalakkan oleh pemerintah saat ini. Pelaksanaan cashless society diharapkan dapat diperluas seperti dapat digunakan pegawai dalam mengakses layanan Asuransi Kesehatan, Asuransi Ketenagakerjaan, Tabungan Pensiun, serta akses data kepegawaian. Pada sisi lain, secara konseptual KIM juga dapat menjadi model dalam penyaluran bantuan sosial secara non-tunai dengan menggunakan kartu identitas.